TRIBUNWOW.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan menarik pinjaman China Development Bank (CDB) hingga US$ 1 Miliar untuk pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.
KCIC sendiri merupakan perusahaan yang terdiri dari empat BUMN, yakni KAI, Wijaya Karya, PTPN VIII dan Jasa Marga, dengan China Railways.
Menteri Rini menyebut hingga saat ini CBD baru saja mencairkan dana pinjaman sebesar US$170 juta yang akan digunakan untuk membayar uang muka kepada kontraktor asal China dan kontraktor lokal.
Dirinya juga bersikukuh KCIC enggan menarik dana pinjaman sebelum memang dana itu dibutuhkan.
• Unggah Video Susi Ferawati, CEO AMI Group Analisa Bahasa Tubuh hingga Ungkap Kejanggalan
Menanggapi kabar tersebut, Kadiv Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean turut mengomentari.
"Menurut Rini, sebagian dana pinjaman yang sudah cair digunakan untuk membayar uang muka kepada kontraktor asal China” Ngutang dari Cina untuk Kontraktor Cina.
Banyak@sekali sekarang lawakan yang bikin ngakak. Cuma sayangnya bikin marah", tulis akun @LawanPolitikJKW.
Kicau Ferdinand (Twitter)
• Mustofa Nahrawardaya: Saya Bersumpah Akan Tenggelamkan Nasdem Maupun PSI
Dirinya menuturkan jika proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bakal beroperasi pada Maret 2021 usai dilakukan uji coba terlebih dahulu pada akhir 2020 selama tiga hingga empat bulan.
Lebih lanjut, mengenai pembebasan lahan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung saat ini mencapai 64,2 persen dan akan segera rampung pada bulan ini. Kondisi itu berubah dari rencana awal yang ditargetkan selesai pada akhir April.
Sedangkan mengenai angka spesifik program alih teknologi, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin tak merinci.
Ridwan hanya mengatakan bahwa pekerja ahli China akan memberikan pendampingan khusus kepada pekerja Indonesia. Perbandingannya 1:4. (TribunWow/Dian Naren)