Soal Korban Tewas Acara di Monas, Hidayat Nur Wahid: Wajar Jika Tak Takut Tuntut Penegakan Hukum

Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Hidayat Nur Wahid

TRIBUNWOW.COM - Laurensia mengungkapkan jika selama ini keluarga korban dilarang berbicara mengenai kronologis meninggalnya korban kepada orang lain.

Diketahui, Laurensia sendiri merupakan tetangga dari korban tewasnya acara pembagian sembilan bahan pokok di Monas, Jakarta, Minggu (29/4/2018).

Dirinya mengetahui jika terdapat sebuah pertemuan yang dilakukan Relawan Merah Putih dan Panitia Forum Untukmu Indonesia (FUI) yang dilakukan dirumahnya lantaran kontrakan korban tidak memungkinkan untuk menerima banyak orang.

Pada pertemuan tersebut, FUI dan Relawan Merah Putih memberikan sejumlah uang sebanyak Rp 5 juta dalam amplop yang kondisinya sudah tersobek.

Hal ini dibenarkan oleh keterangan dari Ibu Korban, Komariah yang mengatakan terdapat sesorang yang mengaku sebagai relawan mendatanginya dan membawa uang senilai Rp 5 juta rupiah.

Menambahkan, Komariah mengatakan jika pihak tersebut juga meminta kepada keluarga korban agar tridak berbicara kepada orang lain terlebih media menyangkut kasus ini.

Namun meski begitu, Komariah tidak patuh begitu saja.

Dirinya tetap menuntut pengusutan kasus kematian anaknya dan meminta keadilan atas kematian putranya tersebut.

Hardiknas, Sudjiwo Tedjo Beri Solusi Atas Kesenjangan: Mestinya Universitas Tak Terima Orang Pintar

Menanggapi kabar diatas, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan sikap yang ditempuh oleh keluarga korban adalah sangat wajar.

"Bila benar,ini bisa serius; ada intimidasi kpd Ibu dari anak yg tewas, ada persekusi, kekerasan verbal, bahkan 'suap' Rp 5 juta.

Wajar bila Ibu korban&kel tak takut tuntut penegakn hukum.

Polisi jg harusnya tindaklanjuti >serius drpd lap ttg “persekusi”itu."

Dari Jokowi hingga Fadli Zon, Inilah Ucapan Selamat Hardiknas dari Para Tokoh Nasional

Diberitakan Kompas.com, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut jika 2 anak yang tewas di Monas meninggal karena berdesak-desakan.

Adinda Rizki, bersama dengan Mahesha Janaedi, harus kehilangan nyawa karena berdesak-desakan," kata Sandiaga, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/4/2018).

Menurut hasil investigasi, mereka dikerahkan oleh pihak RW setempat untuk datang di acara tersebut.

Diketahui, Mahesa berusia 10 tahun, sedangkan Adinda berusia 12 tahun. (TribunWow/Dian Naren)