Sosialisasikan Penghentian Penggunaan Air Tanah, Sandiaga Uno Potong Pipa Rumahnya Sendiri

Penulis: Bima Sandria Argasona
Editor: Bima Sandria Argasona
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sandiaga Uno dan Nur Asia

TRIBUNWOW.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno sosialisasikan pemberhentian penggunaan air tanah.

Hal tersebut diketahui dari unggahan foto di akun Instagramnya, pada Rabu (21/3/2018).

Sandi tak terlihat sendirian dalam foto tersebut.

Sandiaga terlihat didampingi oleh sang istri, Nur Asia Uno.

BACA: Berfoto Bersama Najwa Shihab, Sujiwo Tejo Tak Mau Dibilang Pasangan Capres dan Cawapres

Sandi terlihat mengenakan kaos biru dan celana hitam, sedangkan Nur Asia terlihat mengenakan blouse kuning yang serasi dengan hijab yang dikenakan.

Tangan kiri Sandi terlihat memegang potongan pipa yang sudah terpotong.

"Pagi tadi kami mensosialisasikan penghentian penggunaan air tanah, dan beralih ke air PAM. Kami ingin ini menjadi suatu gerakan,"tulis Sandi.

Sosialisasi ini karena adanya penurunan tanah di Jakarta yang cukup membahayakan.

BACA JUGA: Zee Zee Shahab Curhat Jika Dirinya Pagi-pagi Dibuat Menangis oleh Sang Suami, Ini yang Terjadi

"Penurunan tanah sekitar 7,5 cm rata-rata per tahun harus segera dihentikan, karena akibatnya Jakarta makin rentan banjir dan berbagai ancaman potensi bencana lain," imbuhnya.

Dilansir oleh TribunWow.com dari Kompas.com Sandiaga memulai sosialisasi tersebut dengan memotong pipa rumahnya sendiri.

"Kita akhirnya bilang kalau di kantor sudah mulai, berarti yang di rumah juga. Saya bilang ke Pak Erlan (Dirut PAM Jaya), yuk kita mulai di rumah saya. Kita totalitas, potong pipa air tanahnya," ujar Sandiaga di kediamannya, Jalan Pulombangkeng, Rabu (21/3/2018).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memotong pipa air tanah di rumah pribadinya, Jalan Pulombangkeng, Rabu (21/3/2018). ((KOMPAS.com/JESSI CARINA))

POPULER: 5 Potret Tampilan Baru Rina Nose dengan Rambut Kepang Gimbalnya

Menurut pantauan Kompas.com, Sandi memotong pipa aliran air yang ada di tanah kosong sebelah rumahnya.

Sandi sendiri mengaku jika rumahnya terletak di kawasan elit, namun penggunaan air tanah masih tinggi.

Pasca pemotongan pipa air tanah tersebut, Sandi mulai menghidupkan kran air PDAM. (*)