TRIBUNWOW.COM - Sebuah rumah sakit di Hong Kong sedang diselidiki setelah dugaan kasus kelalaian meninggalkan seorang pasien mudah yang setengah lumpuh.
Dilansir TribunWow.com dari Next Shark pada Selasa (20/3/2018), pasien tersebut gadis berusia 15 tahun, pertama kali dirawat di United Christian Hospital pada 31 Oktober 2017.
Ia mengeluh karena sakit kepala, sakit leher, dan kelemahan pada bagian kanan tubuhnya.
Pada tanggal 9 November 2017, dokter mendiagnosisnya mengidpa myelitis transversal akut, radang pada materi abu-abu dan putih atau lebih segmen sumsum tulang belakang yang berdekatan.
Dia awalnya diobati dengan steroid tapi tidak mengalami perubahan.
Dokter kemudian merekomendasikan plasmapheresis, sebuah proses yang mengambil darah dari tubuh dan menghilangkan plasma melalui pemisah sel.
BACA: Hampir 20 Tahun Berlalu, Begini Penampilan Terbaru Thalia si Pemeran Utama Telenovela Rosalinda
Plasma kemudian diobati sebelum dikembalikan ke sirkulasi.
Pasien menjalani prosedur tersebut pada 16 November 2017. Ketika seorang dokter memasukkan katetr ke lehernya, dia menjadi syok yang mengakibatkan pengumpulan darah di dadanya.
Dokter kemudian melakukan pemindaian X-Ray dan meyakinkan keluarga pasien bahwa dia bahwa dia baik-baik saja.
Namun, mereka memindahkannya ke Queen Elizabeth Hospital untuk perawatan akumulasi darah di dadanya.
Dokter seharusnya menusuk pembuluh darahnya, tetapi di Queen Elizabeth, keluarganya menemukan bahwa arterinya rusak selama pemasangan kateter.
Keadaan menjadi lebih buruk, gadis itu juga menderita stroke di sisi kanan otaknya, yang membuat lengan dak kaki kirinya tidak bisa digerakkan.
Dokter di Queen Elizabeth memeringatkan bahwa kondisi tersebut bisa menjadi permanen.
Sophia Chan Siu-chee, Sekretaris Makanan dan Kesehatan Hong Kong berjanji untuk memberikan bantuan kepada pasien dan keluarganya.
Dia menambahkan bahwa insiden itu sudah dibawa ke Otoritas Rumah Sakit Hong Kong dan ahli pihak ketiga akan menyelidiki.
"Sekarang sedang berlangsung. Selama periode ini, Otoritas Rumah sakit, terutama United Christian Hospital, akan terus berkomunikasi dengan anggota keluarga, menjawab pertanyaan mereka dan memberikan bantuan. Ketika laporan selesai, (otoritas) akan memberi tahu keluarga dan memberikan penjelasan," jelas Chan.
Ini bukan kali pertamanya United Christian Hospital terlibat dalam kasus dugaan kelalaian.
James To, seorang legislator Partai Demokrat, mendesak rumah sakit tersebut untuk memberikan kompensasi.
"Kami merasa mereka harus bertanggung jawab dan kelalaian di pihak mereka. Namun, tampaknya mereka hanya mengkategorikannya sebagai semacam kecelakaan biasa. Namun, menurut dokter senior, konsultan di rumah sakit QE, mereka belum pernah melihat kesalahan serius, dan ini adalah kejadian yang bisa dihindari," kata James.
VIRAL: Viral di Media Sosial, Bobotoh Persib yang Bekerja Sebagai Satpam, Lihat Videonya!
Untuk saat ini, pasien yang namanya tidak disebutkan ini tetap berada di unit perawatan intensif Queen Elizabeth. (*)