TRIBUNWOW.COM - Pagi tadi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Kabul, Afganistan.
Dirinya tetap bersikukuh untuk ke sana meski kota itu tengah menghadapi rangkaian teror bom.
Dilansir Tribunwow.com dari akun Facebook Presiden Joko Widodo Senin (29/1/2018), kota yang didatangi oleh Jokowi ini baru saja diguncang bom mobil yang menggunakan ambulans.
Bom mobil itu lantas menewaskan lebih dari seratus orang.
Bahkan jelang kedatangannya, terdengar kabar serangkaian ledakan juga terdengar di Kabul, tak jauh dari sebuah akademi militer.
BACA 10 Pasangan Calon Dengan Dana Kampanye Terbesar Sepanjang Tahun 2017, Nomer 1 Anak Presiden
Ia menegaskan kedatangannya ke Afagnistan sebagai upaya perlawanan terhadap teror.
"umat Islam adalah korban terbanyak dari konflik, perang dan terorisme. Datanya sangat memprihatinkan: 76 persen serangan teroris terjadi di negara Muslim dan 60 persen konflik bersenjata di dunia terjadi di negara Muslim.
Lebih jauh lagi, jutaan saudara-saudara kita harus keluar dari negaranya untuk mencari kehidupan yang lebih baik, 67 persen pengungsi berasal dari negara Muslim.
Ancaman radikalisme dan terorisme terjadi di mana-mana. Tidak ada satu pun negara yang kebal darinya. Serangan terorisme terjadi di hampir semua negara termasuk di Indonesia dan Pakistan, dan sekarang di Afghanistan.
BACA JUGA Simpan Uang demi Bisa Beli Hadiah untuk Istrinya, Pria Ini Rela Pulang ke Rumah Berjalan Kaki 40 Km
Apakah kita akan biarkan kondisi yang memprihatinkan ini terus berulang terjadi? Tentu tidak. Kita tidak boleh membiarkan negara kita, dunia, berada dalam situasi konflik. Penghormatan kita kepada kemanusiaan, kepada humanity, seharusnya yang menjadi pemandu kita dalam berbangsa dan bernegara," ujarnya sebagaimana yang ia tulis dalam facebook.
Meski kunjungan Jokowi hanya sehari, namun ini merupakan kunjungan bersejarah.
Pasalnya, terakhir kalinya Presiden Republik Indonesia ke Afghanistan adalah kunjungan kenegaraan Presiden Sukarno pada tahun 1961. (TribunWow/Dian Naren)