TRIBUNWOW.COM - Selain menyakan larangan mengucapkan natal, netizen belakangan ini juga ramai membicarakan soal larangan mengucapkan selamat ulang tahun dan merayakannya.
Menurut sebagian netizen, hal tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Najwa Shihab kemudian menanyakan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepada sang ayah, Quraish Shihab.
Melalui akun YouTube @Najwa Shihab yang diunggah pada Senin (22/1/2018), Quraish Shihab memberikan penjelasan serta jawaban atas hal tersebut.
Menurut Quraish Shihab, mengucapkan selamat ulang tahun, merayakannya itu sah-sah saja dan tidak dilarang.
Baca ini: Tanggapi Pidato Jokowi Saat Rapat PPKB, Fahri Hamzah: Seperti Tukang Sapu yang Kesal karena. . .
Ia bahkan mencontohkan jika Nabi Muhammad SAW berpuasa di hari Senin lantaran hari tersebut merupakan hari kelahirannya.
Tak hanya membolehkan mengucapkan ulang tahun dan merayakannya, Quraish Shihab juga membolehkan masyarakat merayakan dan mengucapkan selamat hari ibu.
Menurut Quraish Shibab, merayakan ulang tahun sebagai bentuk syukur terhadap kelahiran yang diberikan Allah SWT tidaklah dilarang.
Demikian juga dengan memberikan hadiah kepada ibu kita.
Baca berita ini: Siswi SMK di Banyumas Ini Nekat Membunuh Bayinya di Toilet Rumah Sakit, Sempat Dipergoki Sang Ayah
Meski demikian, tetap ada batasan-batasan dalam hal tersebut, seperti tidak boleh keluar dari substansi itu.
Misalnya merayakan ulang tahun atau hari ibu dengan berlebihan, minum-minuman keras, dan hal-hal negatif yang dilarang oleh agama.
Quraish Shihab juga mengatakan apabila ajaran Islam itu diturunkan untuk memudahkan urusan manusia.
Dan meski diturunkan di Mekah dan Medinah, bukan berarti Islam hanya cocok untuk masyarakat di sana saja, serta pada zaman itu saja.
Baca: Sederet Foto dan Video Gempa Lebak Banten dan Jakarta
Tuntunan Islam mampu beradaptasi dengan budaya-budaya yang sudah ada di wilayah lain.
Quraish Shihab juga mengatakan apabila orang-orang mencoba untuk sama persis dengan ajaran nabi, berarti orang tersebut terlambat lahir.
Sementara orang-orang yang dengan mudahnya melarang ini itu dengan alasan agama tanpa melihat kebenarannya, sebagai orang-orang yang cenderung mengedepankan emosionalnya.
Simak penjelasan lengkapnya pada video di bawah ini.
Postingan tersebut mendapat beragam komentar dari warganet.
Baca: Dokter Sonia Wibisono akan Dipanggil KPK terkait Kasus Bupati Kutai Kartanegara
@Lina Lina: Orang yg ingin menerapkn ajaran islam persis dgn ajaran nabi SEMESTINYA ORANG ITU TDK LAHIR DI JAMAN SEKARANG DIA MESTINYA LAHIR DI JAMAN NABI DULU ..DIA TERLAMBAT LAHIR...jleeeb bgt ...trimakasih ya Abi Quraish shihab.
@Layinuvar Anggia: sukak banget closing part ini.. "terlambat lahir".
@Aghnia Fauziah: Kawan, berhentilah ringan lidah dalam menyebut kaum sendiri "Kafir", "Sesat" dsb hanya karena menerapkan adatnya.
maknailah wawancara ini dengan baik.
Baca berita ini: Gus Ipul Gandeng Via Vallen dan Nella Kharisma di Kampanye Pilgub Jatim 2018
@Bayu Andhika: Al quran itu multi tafsir dan menurut saya itu salah satu cara Allah membuat manusia jadi ga berhenti mempelajarinya.
@dhidi oemar: Dorongan emosi keagamaan yg berlebihan.... (sumbu pendek).
@Adie Handoyo: gua jujur banget kalau denger cermah agama yang konservatif dan subjektif tuh bosen banget, tapi liat Abi Quraish Shihab ini beda ya, beliau secara perlahan mengamati Islam dari berbagai Perspektif.
@Rillo Ahmad: Kalo kehidupan kita sama plek sama Nabi berarti dia terlambat lahir. (*)
Baca juga: Tanggapi Meninggalnya Aktor Korea Jeon Tae Soo, Ridwan Kamil Unggah Foto Warga Bandung Bahagia