Cosplay Diharamkan di Negara Tetangga Indonesia karena Dianggap Menyerupai Dewa dan Tindakan Mubazir

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Penggemar cosplay menunjukkan keahliannya saat jumpa pers bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balai Agung DKI Jakarta, Jumat (10/10/2014). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta menggelar Jakarta Cosplay Parade pada 2 November 2014 di kawasan Monumen Nasional (Monas) dengan tema Rising of Indonesian Legend yang menampilkan carok, Gundala Putra Petir, Gatot Kaca, dan Pandawa Lima.

TRIBUNWOW.COM - Cosplay atau berkostum ala anime dan film dinyatakan haram hukumnya oleh ulama di Malaysia.

Menurut Mufti Wilayah Persekutuan Datuk Dr Zulkifli Mohamad al-Bakri, cosplay mendedahkan aurat serta menyerupai dewa dalam agama, kepercayaan, atau rekaan seperti Beerus, Haruhi Suzumiya dan Deus Ex Machina.

Terlebih untuk belanja kebutuhan kostum itu membutuhkan uang yang tak sedikit, sehingga dianggap sebagai tindakan yang mubazir.

"Pemakaian kostum yang bertujuan untuk menyerupai sesuatu watak adalah perkara yang dilarang," ujar Datuk Dr Zulkifli Mohamad al-Bakri.

"Sekiranya ada yang mempersoalkan kaitan pemakaian kostum dewa-dewa dengan akidah, kami katakan bahwa itu bukan soal rusaknya akidah tetapi ini adalah soal jati diri seorang Muslim," imbuhnya.

Populer: Cosplayer Cantik Ini Tewas Tenggelam saat Pemotretan

Menurutnya cosplay juga merupakan tindakan yang tidak bermanfaat.

"Prinsip kehidupan umat Islam adalah meninggalkan sesuatu perkara yang dirasa tidak penting dalam kehidupan mereka. Ini karena perkara itu tidak akan mendatangkan faedah dalam kehidupan umat Islam."

"Justru, dengan meninggalkan perbuatan yang tidak mendatangkan faedah (cosplay), lebih baik waktu yang ada digunakan untuk menuntut ilmu atau melakukan perkara lebih berfaedah," katanya.

Namun ada beberapa hal yang ia kecualikan.

Yakni kostum kartun kanak-kanak seperti Didi and Friends, Omar dan Hana yang diperbolehkan dengan syarat hanya dikhususkan untuk hiburan dan pembelajaran kanak-kanak semata-mata.

Populer: Bangga! Cosplayer Asal Indonesia Berhasil Pikat Cosplayer Dunia, Lihat Aksinya!

Begitu juga untuk maskot Malaysia yang berguna untuk meningkatkan semangat.

"Begitu juga maskot sukan (olahraga) di mana hukumnya adalah harus, untuk menaikkan semangat dan hiburan kepada penonton semata-mata dengan syarat-syarat seperti yang disebutkan," katanya. (TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)