Muncul sebagai Narasumber, Fredrich Yunadi Akan Laporkan Acara Ini pada Kepolisian

Penulis: Hestin Nurindah Lestari
Editor: Hestin Nurindah Lestari
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNWOW.COM - Acara Pagi-pagi Pasti Happy yang ditayangkan Trans TV pada Rabu (29/11/2017) menayangkan beberapa topik menarik.

Salah satu topik yang diangkat adalah kasus Setya Novanto.

Dalam acara tersebut, disebutkan bahwa Setya Novanto adalah manusia yang suka mempermainkan hukum.

POPULER: Fredrich Tuding Video Soal Dirinya Mengaku Suka Kemewahan Adalah Editan

Acara tersebut kembali diunggah dalam akun official  YouTube Trans TV pada Rabu sore (29/11/2017).

Acara itu mengundang Koordinator Program Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI), Julius Ibrani.

"Opini publik tentang politisi semakin buruk, selama ini politisi apapun yang dilakukan, selalu dianggap kalo nggak berbohong jadi lelucon," kata Julius.

"Belakangan semakin menguatkan opini publik tersebut bahwa terjadi kelucuan-kelucuan yang diasosiasikan seperti sinetron," tambahnya.

Acara yang dibawakan oleh Uya Kuya, Nikita Mirzani, dan Lee Jeong Hoon itu juga mengundang pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi sebagai narasumber melalui sambungan telepon.

Dalam wawancara bersama Fredrich, Uya Kuya membahas tentang benjolan 'bakpao' miliki Setya Novanto.

Benjolan 'bakpao' itu bermula ketika Fredrich mengatakan luka yang dialami kliennya usai kecelakaan.

Pembawa acara Pagi-pagi Pasti Happy menanyakan kemana perginya 'bakpao' tersebut.

"Kalo orang luka, pasti kan ada penyembuhan. Kalo luka memar, apa seumur hidup dia akan luka memar?" kata Fredrich.

"Ya jelas dong karena pengobatan, luka itu mengecil dan akhirnya hilang total."

"Kan ada buktinya waktu kecelakaan, sudah difoto sama KPK juga sudah difoto dengan kedokteran yang menanganinya."

"Jadi itu itu rekaman semuanya sudah ada videonya juga ada," tambahnya.

Namun menurut pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), 'bakpao' itu tidak pernah ada.

BACA: Himpaudi Tetap Terima Hibah Rp 40,2 Miliar, Anies: Alamat Salah Tinggal Dikoreksi

Wawancara tersebut semakin panas ketika ketiga pembawa acara itu menanyakan kenapa bukti foto benjolan itu tidak diperlihatkan.

Sesi itu mencapai klimaks ketika Fredrich mengancam akan melaporkan acara tersebut pada kepolisian.

Komentar pembawa acara dianggap menebar kebencian dan mencemarkan nama baik oleh Fredrich.

Sayangnya, acara tersebut tidak disiarkan hingga selesai.

Sesi tersebut diakhiri saat Uya Kuya menanyakan bayaran Fredrich.

Fredrich mengelak dan menyebut Uya Kuya tidak beretika.

Secara lengkapnya bisa disaksikan dalam video berikut:

(TribunWow.com / Hestin Nurindah)