Beda Dulu dan Sekarang, Sumpah Pemuda Jaman Now Perangi Lawan 2 Hal Ini!

Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Video maping bendera sangsaka merah putih ditampilkan pada gedung Istana Merdeka pada acara peringatan Sumpah Pemuda ke 88 tahun, Jumat (28/10/2016). Acara dengan tema nusantara berndendang ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo bersama ibu Iriana Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla bersama ibu Mufidah Jusuf Kalla serta Presiden ke-15 Megawati Soekarnoputri.

TRIBUNWOW.COM - Sabtu, 28 Oktober 2017 diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Tahun ini, peringatan Sumpah Pemuda sudah yang ke-89 kalinya.

Seperti dikutip dariĀ Tribun Timur Sumpah Pemuda merupakan hasil Kongres Pemuda Kedua.

Kongres tersebut dilangsungkan di Batavia alias Jakarta 89 tahun silam.

Penampilan Manohara Berubah Drastis hingga Vicky Nitinegoro Bikin Video di Kamar Bareng Cewek

Adapun, Kongres Pemuda dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah organisasi pemuda seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dan masih banyak lagi.

Kongres yang dipimpin oleh Soegondo Djojopoespito dari PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia) tersebut menghasilkan beberapa hal yang jadi tonggak sejarah bangsa Indonesia.

Diantaranya adalah penetapan "Indonesia Raya" ciptaan Wage Rudolf Supratman sebagai lagu kebangsaan.

Selain itu, para pemuda yang berkumpul dalam kongres tersebut merumuskan beberapa poin soal persatuan yang tertuang dalam Sumpah Pemuda.

Foto Prewedding Kahiyang Ayu-Bobby hingga Wanita Kenakan 1 Kg Perhiasan Emas Ngaku Hasil Jadi PSK

Berikut naskah asli Sumpah Pemuda sebagaimana sudah dirumuskan para pendahulu bangsa.

SOEMPAH PEMOEDA

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia

Adapun, wujud asli teks yang melambangkan ikrar para pemuda bangsa Indonesia itu tersimpan rapi di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya, Jakarta.

Pria di Video Panas Siswi Samarinda Lakukan Hal Berani hingga Penyebab Kebakaran Pabrik Petasan

Naskah Sumpah Pemuda ()

Puluhan tahun berselang, kini Indonesia pun menghadapi berbagai permasalahan yang saling berkaitan.

Sumpah Pemuda pun harusnya dijadikan sebagai tonggak persatuan para pemuda bangsa.

Jika tak ada halangan, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah akan menggelar hari Puncak Sumpah Pemuda Muhammadiyah melalui Apel Kebangsaan Sumpah Pemuda di Universitas Muhammadiyah Kota Palangkaraya-Kalimantan Tengah.

Seperti dikutip dariĀ Tribunnews acara itu akan diikuti lebih dari 5000 Pemuda.

Ada Penampakan di Menit Ini, Cewek Indonesia Bikin Juri Asias Got Talent Merinding

Berkaitan dengan hal tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pemuda Indonesia harus berjuang bersama demi persatuan bangsa.

Pemuda Muhammadiyah menganggap peringatan Sumpah Pemuda menjadi titik awal untuk menjaga tanah air dengan bahasa yang menyatukan.

"Namun, tidak mengabaikan eksistensi identitas etnis dan agama yang berbeda-beda karena semangat etnis dan agama itu yang menjadi jiwa mendorong kemerdekaan," kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dalam keterangannya, Jumat (27/10/2017).

Ia juga membeberkan bahwa para pemuda yang mengikrarkan Sumpah Pemuda mewariskan semangat berdialog yang kuat.

Engku Emran Kasih Kode Keras Buat Laudya Cynthia Bella saat Ditinggal ke Korea

"Para Pemuda tahun 1928 sejatinya mewariskan semangat dialogis yang kuat. Dialog dalam keberagaman, dimana nalar sehat adalah instrument utama dalam dialog tersebut, sehingga keberagaman dipahami sebagai pemersatu dan kekuatan bukan kelemahan, ditambah para pemuda saat itu memiliki musuh bersama bernama kolonialisme," katanya.

Seiiring perkembangan jaman, Dahnil mengungkapkan masyarakat Indonesia kini menghadapi tantangan untuk berhadapan dengan koruptor.

"Bila dulu kolonialisme merampas masa depan pemuda atas negara yang merdeka, maka kini hak masa depan Indonesia yang bermartabat, cerdas dan sejahtera dirampas dan diancam oleh prilaku korup para politisi rakus," katanya.

"Maka, sikap terang perlawanan terhadap korupsi yang dimulai dari pilihan gaya hidup antikorupsi dan antinarkoba di kalangan pemuda bisa menjadi jalan membangun kesadaran kolektif menyatukan Indonesia melalui tradisi dialog," katanya. (Tribunwow.com/Dhika Intan)