PSIS Semarang
Reaksi Menohok Mantan 7 Tahun Silam seusai PSIS Semarang Dihajar PSS: Ketidakadilan Padaku Terbayar
Mantan tujuh (7) tahun silam ikut beri reaksi menohok seusai PSIS Semarang dihajar 1-2 oleh PSS Sleman.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Yonatan Krisna
TRIBUNWOW.COM - Selain Panser Biru dan Snex, mantan tujuh (7) tahun silam ikut beri reaksi menohok seusai PSIS Semarang dihajar 1-2 oleh PSS Sleman, Jumat, 9 Mei 2025 di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah.
Mantan yang dimaksud adalah Bruno Silva, striker asal Brasil yang saat ini memperkuat klub Liga Bolivia, Royal Pari.
Reaksi menohok Bruno Silva itu tampak pada kolom komentar unggahan terkini PSS Sleman di Instagram yang memposting hasil laga kontra PSS Sleman, Jumat, 9 Mei 2025.
Bruno Silva merasa ketidakadilan yang ia dapat ketika berada di PSIS Semarang terbayarkan dengan kekalahan ngenes yang didapat Laskar Mahesa Jenar.
Di lain sisi, Bruno Silva merasa sedih dengan rentetan hasil buruk yang didapat PSIS Semarang dalam beberapa laga terakhir, termasuk kekalahan kontra PSS Sleman.
Bomber berkepala plontos itu berharap, PSIS Semarang bisa bangkit dari nasib sial di Liga 1 2024/2025.
Baca juga: Kecewa dan Murka PSIS Semarang Kalah Nyesek 1-2 dari PSS Sleman, Panser-Snex Serang Sosok Penting
Baca juga: Update Persaingan Zona Degradasi Liga 1 2024/2025: PSS Sleman Ada Harapan, PSIS Semarang OTW Liga 2
Berikut reaksi Bruno Silva tersebut:
"Ketidakadilan yang terjadi padaku beberapa tahun lalu…telah dibayar hari ini.
Menyedihkan melihat tim yang dicintai terdegradasi.
Saya sangat menyukai klub itu dan bagi saya ini adalah hari yang menyedihkan.
Saya harap Anda kembali lebih kuat dan segar kembali.
Tetap bersinar…bangkit kembali setelah terjatuh," tulis Bruno Silva.
Sebagai informasi, Bruno Silva memperkuat PSIS Semarang pada musim 2017/2018 sampai dengan 2021/2022.

Ia mengemas 59 laga dengan koleksi 26 gol dan 14 assists selama hampir memperkuat PSIS Semarang empat musim.
Sayang, momen perpisahannya dengan PSIS Semarang di paruh musim 2021/2022 tak begitu indah.
Perpisahannya diwarnai drama dan kontroversi karena merasa diri tak dihargai di PSIS Semarang.
Bahkan, ia dituding melakukan tindakan indisipliner selama berada di PSIS Semarang.
Akan tetapi, tudingan-tudingan miring tersebut dibantah oleh Bruno Silva.
Hal itu diketahui dari unggahan Instagram Bruno Silva pada 27 Januari 2022 silam.
"Sebelum kembali ke Brasil pada bulan Desember (2021) saya meminta izin kepada Dewan untuk dapat melihat keluarga saya lagi dan dalam dokumen ini ada tanggal untuk saya meninggalkan negara saya.
Saya mematuhi seperti yang disepakati dalam dokumen, dan tidak ada tindakan indispliner karena semua orang tahu dan semua yang mereka katakan tentang tindakan indisipliner adalah argumen untuk melakukan apa yang semua orang sudah tahu!!!
Setibanya di Indonesia, saya terkejut mengetahui beberapa jam sebelum bursa transfer ditutup bahwa saya tidak akan digunakan lagi dan sulit untuk mengasimilasi dan memahami mengapa mereka melakukan ini kepada saya.
Saya tidak punya waktu yang cukup untuk mencari klub dan kenyataannya adalah saya tidak memiliki reaksi apapun dan sampai hari ini saya mencoba untuk memahami alasan dari semua ini.
Hanya Tuhan yang tahu....," tulis sepenggal curhatan dari Bruno Silva.

Jalannya Pertandingan PSIS Semarang Vs PSS Sleman
Babak Pertama
PSIS Semarang dan PSS Sleman langsung bermain agresif sejak menit awal.
Laga baru berjalan lima menit, satu pemain PSIS Semarang Sandy Ferizal mengalami cedera dan diganti Faqih Maulana.
Gol!!! Gustavo Tocantins mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-7 setelah mendapat celah terbuka di depan gawang PSIS Semarang.
Setelah tertinggal, PSIS Semarang mencoba membangun serangan untuk mencetak gol guna menyamakan kedudukan.
Pada menit ke-18, kerja sama Cirino dan Gustavo Tocantins hampir membenamkan PSIS Semarang.
Cirino mengirim umpan kepada Gustavo Tocantins yang berdiri bebas di depan gawang dan dikawal Lucas Barreto.
Gustavo Tocantins mampu menerima umpan dari Cirino tetapi eksekusinya masih melenceng.
Abdallah Sudi mengobrak-abrik lini pertahanan PSS Sleman pada menit ke-28.
Ia berdiri bebas di dalam kotak penalti PSS Sleman setelah menerima umpan terobosan dari rekannya.
Abdallah Sudi mengirim umpan cut back ke Ridho Syuhada tetapi bola berhasil dibuang oleh Betinho.
Pada menit ke-36, wasit menghentikan laga sementara waktu untuk me-review pelanggaran Gustavo Tocantins di kotak penalti PSIS Semarang.
Wasit kemudian melihat tayangan ulang pelanggaran Gustavo Tocantins lewat VAR di lapangan sebelum membuat keputusan.
Namun, wasit memutuskan untuk memberi hadiah penalti untuk PSS Sleman.
Gustavo Tocantins kemudian ditunjuk menjadi eksekutornya dan berhasil memngoyak jala gawang PSIS Semarang untuk kedua kalinya.
Berkat Gustavo Tocantins, PSS Semarang menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-42.
Kedua tim tampil saling menekan setelah skor laga berubah menjadi 0-2.
PSIS Semarang dan PSS Sleman saling jual beli serangan demi merubah kedudukan.
Sayangnya, hingga babak pertama usai, tak ada gol tambahan tercipta.
Babak Kedua
PSIS Semarang tampil menekan di babak kedua setelah tertinggal 0-2 dari PSS Sleman di babak pertama.
Anak asuh M.Ridwan berupaya mencetak gol untuk menyamakan kedudukan dan memenangkan laga.
Namun, hingga laga memasuki menit ke-55, tak ada peluang berarti yang datang dari PSIS Semarang.
Begitu pula PSS Sleman yang tak banyak menekan dan memberi ancaman di babak kedua.
Penampilan Riko Simanjuntak cs di 10 menit babak kedua tak begitu agresif seperti di babak pertama.
Gol!!!, Lucas Baretto mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-67 dan membuat skor laga berubah menjadi 1-2.
Ia berhasil menjebol gawang PSS Sleman setelah berhasil memanfaatkan kesalahan Cleberson yang gagal memotong umpan pemain PSIS Semarang.
Di menit ke-73, Dominikus Dion nyaris membuat PSIS Semarang tertinggal jauh 1-3.
Ia mendapat celah terbuka di luar kotak penalti dan melesatkan tendangan keras ke gawang PSIS Semarang.
Namun, tendangannya berhasil ditepis oleh Adi Satryo.
Pada menit ke-81, PSIS Semarang mendapat peluang lewat tendangan bebas di dekat kotak penalti PSS Sleman.
Septian David Maulana yang menjadi eksekutor gagal memanfaatkan peluang menjadi gol.
Tendangan Septian David Maulana terlalu pelan sehingga berhasil ditangkap dengan baik oleh Alan Jose.
Pada menit akhir babak kedua, PSS Sleman nyaris kill the game lewat Hokky Caraka.
Namun, sepakan Hokky Caraka berhasil ditangkap baik oleh Adi Satryo.
Susunan Pemain PSIS Semarang Vs PSS Sleman
PSIS Semarang
Pelatih: M Ridwan (Caretaker)
Starter: Adi Staryo, Joao Ferrari, Lucas Barreto, Sandy Ferizal, Haykal Alhafiz, Rahmat Syawal, Reiva Apriliansyah, Tri Setiawan, Riyan Ardiansyah (C) dan Sudi Abdallah
Cadangan: Septian David Maulana, Nur Faizin Madilesa, Faqih Maulana, Gali Freitas, Gustavo Moura, Zico Febrianatta, Gustavo Moura, Wilran Ramdhani, Delfin Rumbino, Rizky Darmawan, Syahrul Trisna dan Syiha Buddin
PSS Sleman
Pelatih: Pieter Huistra
Starter: Alan Jose, Cleberson (C), Dia Syayid Alhawari, Kevin Gomes, Dominikus Dion, Pulo Sitanggang, Betinho, Vico Duarte, Gutavo Tocantins, Marcelo Cirino dan Riko Simanjuntak
Cadangan: Hokky Caraka, Achmad Zidan, Gilang Oktavana, Safa'at Arif Alan, Relosa Rivan, Rezin Diop, Nicolao Dumitru, Cloudio Faiera, Muhammad Bimazawawi, Wahyu Setiawan, Abduh Lesltauluhu
(TribunWow.com/Yonatan Krisna Halman Tri Santosa)
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News