Dokter Kandungan Cabul
Reaksi dr Tirta Lihat CCTV Dokter Kandungan Diduga Cabuli Pasien, Analisis Alasan Korban Tak Teriak
Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap pasien yang dilakukan seorang dokter kandungan di Garut, Jawa Barat, membuat publik geram, sekaligus kecewa.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap pasien yang dilakukan seorang dokter kandungan di Garut, Jawa Barat, membuat publik geram, sekaligus kecewa.
Kekecewaan ini satu di antaranya dirasakan oleh rekan sejawat sesama dokter, yakni Dokter Tirta Mandira Hudhi alias Dokter Tirta.
Dokter Tirta menyoroti, kasus pelecehan oleh dokter ini bisa membuat kepercayaan masyarakat terhadap dokternya hancur.
Apalagi sebelum kasus dokter kandungan cabul ini, ada pula kejadian di mana dokter anestesi yang merudapaksa penunggu pasien ICU di sebuah rumah sakit.
Baca juga: Dedi Mulyadi Murka Ada Dokter Kandungan Lecehkan Pasien di Garut: Berhentikan, Cabut Izinnya
"Chaos banget ini. Lama-lama tambah remuk trust (kepercayaan,red) pasien ke dokternya," ujar dokter Tirta, dikutip dari akun X pribadinya, @tirta_cipeng, Rabu (16/4/2025).
Dokter Tirta pertama menyampaikan dukungannya untuk korban, sekaligus meminta kasus diinvestigasi tuntas.
"Support korban dulu yang sekarang. Investigasi wajib!," tegasnya.
Dokter Tirta dalam cuitannya meluapkan kekecewaannya.
Ia mempertanyakan aksi dokter kandungan tersebut, yang terekam kamera CCTV.
"Jujur melihat cctv ini ya mengecewakan, harus ada investigasi penting. Support korban dahulu. Penting."
"Dan dokter terkait harus menjelaskan kenapa dia melakukan itu, terkait pemeriksaan apa ga? Kalo bagian pemeriksaan harusnya dia informed consent dahulu. Ini wajib," tulis dia.
Dokter Tirta juga membagikan hasil pengamatannya terkait video kejadian viral.
Ia mencoba menjelaskan sekaligus menjawab pertanyaan warganet yang heran kenapa pasien tidak berteriak saat dilecehkan.
Pertama menurut Dokter Tirta, pasien ketika kejadian mengalami kebingungan.
"Karena pasien tentunya pasti trust dengan dokternya, mau negur juga bingung, serba kalut. Ngiranya itu prosedur pemeriksaan," tulisnya.
Kedua, Dokter Tirta menurut hematnya, pasien mengalami blank atau freeze.
"Analoginya yang mirip, kamu kecelakaan di jalan, sampe jatuh ngglasar ringan.
Itu di awal-awal tiba-tiba pasti linglung, blank. Karena otak butuh waktu buat reaksinya
Nah apalagi kejadian seperti CCTV tersebut, pasien itu campur aduk, panik, takut, bingung kalut. Jadi malah ngefreeze," tandas dia.
Baca juga: Korban Dokter Kandungan di Garut Bermunculan, Ada yang Ngaku Dilecehkan saat Menahan Sakit Kontraksi
Pelaku Ditangkap
Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin menjelaskan, pihaknya berhasil menangkap terduga pelaku M Syafril Firdaus alias MSF tidak lama setelah kasusnya viral.
"Sudah kami amankan terduga pelaku berinisial MSF, penangkapan kurang dari 24 jam," katanya, dikutip dari TribunJabar.id.
AKP Joko belum bisa membeberkan informasi lebih lanjut terkait kasus ini.
MSF hingga kini masih menjalani pemeriksaan oleh Polres Garut.
"Mohon waktu kita sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga," ungkapnya.
Informasi tambahan, sudah ada 2 korban yang mengaku telah menjadi korban pelecehan MSF.
Sedangkan aksi pelecehan terjadi di Klinik KH, Garut pada Juli 2024 silam.
(Tribunnews.com/Endra) (TribunJabar.id/Sidqi Al Ghifari)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dokter Tirta Kecewa Ada Dokter Kandungan Diduga Lecehkan Pasien: Lama-lama Tambah Remuk
Sumber: Tribunnews.com
Dokter Kandungan Cabul Pilih Korban Ibu Hamil Tua, Klinik Sudah Curiga hingga Pasang CCTV di Ruangan |
![]() |
---|
Dokter Kandungan Cabul Pilih-pilih Korbannya saat USG, Pasien Diminta Datang Jam Terakhir Praktek |
![]() |
---|
Dokter Kandungan Cabul Sudah Ditetapkan Tersangka, Korban dalam Video yang Viral Belum Lapor Polisi |
![]() |
---|
Fakta Baru Dokter Kandungan Cabul di Garut: Perawat Turut Jadi Korban, Ketakutan hingga Pilih Resign |
![]() |
---|
Reaksi dr Tirta Lihat CCTV Dokter Kandungan Diduga Cabuli Pasien, Analisis Alasan Korban Tak Teriak |
![]() |
---|