Timnas Indonesia
Disorot Tajam & IGnya Hilang, Kees Kwakman Klarifikasi soal Cibir Timnas Indonesia di Pildun 2026
Kees Kwakman memberi komentar ketus jika Timnas Indonesia lolos Piala Dunia 2026.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Yonatan Krisna
TRIBUNWOW.COM - Pengamat sepak bola asal Belanda, Kees Kwakman klarifikasi soal cibirannya tentang Timnas Indonesia.
Dilansir TribunWow.com, Kees Kwakman memberi komentar ketus jika Timnas Indonesia lolos Piala Dunia 2026.
Komentar pedas tersebut membuat Kees Kwakman disorot dan Instagramnya hilang.
Kees Kwakman mengatakan bahwa apa yang ia katakan berbeda arti dengan pemberitaan di Indonesia.
"Situasinya cukup intens."
"Mereka menerjemahkan kata-kata saya dari minggu lalu dan sayangnya berita itu muncul sedikit berbeda di sana," kata Kees Kwakman dilansir TribunWow.com dari Voetbal Primeur.
Kees Kwakman paham, sepak bola adalah olahraga favorit di Indonesia dan memiliki euforia yang luar biasa.
Baca juga: Catat Jadwal Timnas U-17 Indonesia di Piala Asia U-17 2025:Lawan Negara STY hingga Afghanistan
Baca juga: PSSI Yakin Naturalisasi Tristan Gooijer? Riwayat Cedera Memprihatinkan, Fan Timnas Indonesia Cek
Ia sadar bahwa ucapannya menyakiti pendukung Timnas Indonesia.
Namun, ia sebenarnya tak bermaksud untuk menyinggung suporter Timnas Indonesia.
"Mereka adalah orang-orang yang bangga tentu saja. Mereka merasa agak tersinggung, tetapi tentu saja bukan itu maksud saya," ucap Kees Kwakman.
Selanjutntya, Kees Kwakman berdoa agar Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
"Saya katakan minggu lalu bahwa apa yang terjadi di sana (Indonesia) sungguh luar biasa," jelas Kees Kwakman.
"Saya benar-benar mendoakan mereka agar sukses."
"Semoga saja ini juga akan menghasilkan sesuatu untuk (sepak bola) Indonesia dalam jangka panjang," sambung Kees Kwakman.
Lebih lanjut, Kees Kwakman mengaku mengenal baik dua asisten pelatih Timnas Indonesia, Denny Landzaat dan Alex Pastoor.
Baca juga: Seusai Bela Timnas Indonesia, Kiper Maarten Paes Menang Bersama FC Dallas di MLS 2025
"Juga hebat bahwa Belanda bisa terlibat."
"Saya kenal baik dengan Denny Landzaat serta Alex Pastoor, jadi saya harap mereka berhasil."
"Dan jika mereka lolos, mereka layak berada di Piala Dunia 2026, sesederhana itu," kata Kees Kwakman.
Sentil Timnas Indonesia
Sebelumnya, Kees Kwakman awalnya menjadi sorotan karena menyebut Timnas Indonesia tak layak tampil di Piala Dunia 2026.
Sorotan itu ia berikan pasca-kemenangan 1-0 Timnas Indonesia atas Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta dalam dalam lanjutan babak penyisihan grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ronde ketiga, Selasa, 25 Maret lalu.
Pria yang saat ini menjadi pundit sepak bola di Belanda itu mengatakan, Timnas Indonesia dan Sudan tak layak bermain di Piala Dunia 2026.
Ia juga menyinggung soal Selandia Baru yang sudah memastikan satu tempat di Piala Dunia 2026.
"Selandia Baru harus mengalahkan negara-negara seperti Fiji dan Samoa, kualifikasi berlangsung setiap tahun mulai dari sekarang," kata Kwakman, dikutip TribunWow.com dari laman VoetbalPrimeur.
"Hal spesial soal Piala Dunia adalah tidak semua bisa berpartisipasi," lanjutnya.
Kemudian ia tak tertarik melihat laga Timnas Indonesia vs Bahrain.
"Tidak, saya tidak tertarik ketika melihatnya (Laga Timnas Indonesia vs Bahrain)."
"Saya berharap yang terbaik untuk para pemain dan tentu saja mereka mengejar impian mereka dan jika berhasil, akan luar biasa, tetapi ya Tuhan."
Bahkan, ia memilih untuk bekerja ketimbang melihat Piala Dunia 2026 jika Timnas Indonesia lolos.
"Jika Anda menonton sore ini, Anda berharap anak saya bertanya apakah saya ingin bermain Rummikup (permainan kartu). Tentu saja, itu bukan level tinggi," ujarnya.
Baca juga: Sosok Marselino Ferdinan: Viral Cosplay Cristiano Ronaldo di Laga Timnas Indonesia Kontra Bahrain
“Saya mendoakan yang terbaik untuk mereka yang mengejar impian. Tapi jika nanti harus menonton (Ole) Romeny melawan Sudan di Piala Dunia, saya lebih memilih bekerja saja.”
Menurutnya, banyak pemain Timnas Indonesia yang tumbang saat menghadapi Bahrain.
"Mereka mengalami kram dan jatuh di lapangan. Tidak ada kecepatan sama sekali, tetapi tentu itu sulit. Dengan penambahan di Piala Dunia menjadi 48 negara, Anda akan mendapat negara peserta seperti Indonesia," tuturnya.
(TribunWow.com/Yonatan Krisna Halman Tri Santosa)
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News