Breaking News:

Liga 1

Arema FC Belum Bisa Kembali ke Stadion Kanjuruhan, 2 Laga Kandang Lawan PSS dan PSIS Main di Blitar

Arema FC juga sempat direncanakan sudah bisa berkandang di Stadion Kanjuruhan pada awal tahun ini.

Dok. Kementerian PU via Kompas.com
Penampakan markas Arema FC, Stadion Kanjuruhan setelah selesai renovasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Arema FC Belum Bisa Kembali ke Stadion Kanjuruhan, 2 Laga Kandang Lawan PSS dan PSIS Main di Blitar 

TRIBUNWOW.COM - Arema FC nampaknya masih belum bisa memakai Stadion Kanjuruhan untuk beberapa laga kandang di Liga 1 2024/2025.

Stadion Kanjuruhan sejatinya sudah selesai direnovasi pada akhir tahun 2024 lalu.

Arema FC juga sempat direncanakan sudah bisa berkandang di Stadion Kanjuruhan pada awal tahun ini.

Termasuk saat menjamu Persib Bandung pada pekan ke- 20.

Baca juga: Nasib Kontras Evan Dimas, Eks Arema FC hingga Persija Jadi Pelatih SSB setelah Tak Laku di Liga 1

Baca juga: Sosok Pemain Termahal Arema FC Bernasib Apes di Era Ze Gomes, Persija Jakarta Pantau Situasinya

Namun hingga sekarang, belum ada tanda-tanda Arema FC bakal kembali bermarkas di Stadion Kanjuruhan.

Kabar terbaru, Arema FC justru masih akan memakai Stadion Soepriadi, Blitar untuk dua laga kandang ke depan.

 

Tersisa 12 pertandingan lagi sebelum Liga 1 2024-2025 berakhir di pekan ke-34. 

Namun untuk 2 laga kandang berikutnya, manajemen Arema FC kembali mengajukan izin peminjaman di Stadion Soepriadi Blitar.

Peminjaman berlanjut untuk menjamu PSS Sleman dan PSIS Semarang seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Blitar, M Aminur Cholis. 

“Betul. Suratnya meminta perpanjangan izin untuk dua pertandingan, melawan PSS Sleman pada tanggal 17 Februari 2025 dan PSIS Semarang pada tanggal 24 Februari 2025,” ujar Cholis saat dikonfirmasi Rabu (12/2/2025).

Permohonan ini diajukan Arema FC karena Stadion Kanjuruhan dinilai belum memenuhi syarat untuk digunakan.

Hasil asesmen risiko dari pihak kepolisian menyatakan Stadion Kanjuruhan belum memenuhi syarat untuk menggelar laga Liga 1. 

“Alasannya karena lapangan Stadion Kanjuruhan belum dapat digunakan sesuai hasil asesmen. Belum memenuhi standar minimal Liga 1,” ungkapnya.

Baca juga: Sesi Latihan Arema FC Jelang Kontra PSS Dikritik, Aremania Desak Ze Gomes Pasang Anak Emas Cornelli

Merujuk pada sikap Wali Kota Blitar, Santoso, Cholis menegaskan Pemkot Blitar siap memberikan izin bagi Arema FC kembali menggunakan Stadion Soepriadi.

Cholis menambahkan Arema FC telah menggunakan stadion tersebut sebagai homebase selama putaran pertama Liga 1 musim kompetisi 2024-2025 tahun lalu tanpa menimbulkan masalah berarti, khususnya di bidang keamanan.

“Kalau sikap Pemkot Blitar, sikap Pak Wali, mempersilahkan Arema FC memperpanjang izin penggunaan Stadion Soepriadi" ungkap Cholis.

"Izin resmi akan diberikan setelah ada rekomendasi dari pihak kepolisian. Kami persilahkan Arema FC berkomunikasi dengan pihak kepolisian,” imbuhnya. 

Cholis juga menanggapi pernyataan pelatih PSM Makasar, Bernardo Tavares, yang menyebut kualitas lapangan Stadion Soepriadi buruk.

Hal itu membuat PSM Makasar tidak dapat bermain optimal saat dijamu Arema FC pada Senin, 10 Februari 2025.

“Ah, itu kan biasa. Ketika tidak dapat bermain maksimal, mereka mencari kambing hitam. Nyatanya tidak ada yang mengeluhkan kualitas lapangan selain PSM Makasar,” ujar Cholis.

Menurut Cholis, kualitas lapangan Stadion Soepriadi saat ini berada dalam kondisi baik dari segi kualitas rumput maupun kerataan permukaan lapangan.

Cholis menambahkan, setelah lapangan diperbaiki Arema FC melalui pihak ketiga yang profesional, kualitas lapangan justru semakin baik dengan pemeliharaan rutin.

Baca juga: 2 Sosok Kondang yang Bisa Jadi Jalan Pintas Arema FC Ganti Ze Gomes, 1 Kans Bikin Persib Tercengang

“Kualitas lapangan saat ini sangat baik. Rumput tumbuh subur karena dipupuk dan dipangkas secara rutin,” pungkasnya.

Sementara itu terkait pengajuan izin pertandingan, Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly, menyatakan hingga saat ini pihak Arema FC belum melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. 

“Sampai saat ini belum ada penyampaian atau surat resmi (Arema FC) kepada kami,” ujar Yudho melalui pesan tertulis mengutip Kompas.com.

Sebelumnya, Arema FC telah melaksanakan tiga laga kandang di Stadion Soepriadi selama putaran kedua Liga 1 musim kompetisi 2024-2025.

Laga Kandang Tanpa Penonton

Selain belum bisa menghuni Stadion Kanjuruhan, manajemen Arema FC juga baru saja mengeluarkan rilis perihal efisiensi anggaran. 

Efiesiensi itu menyebabkan dua laga Arema FC dalam di kandang Stadion Soepriadi Blitar digelar tanpa penonton.

Jika melihat jadwal pertandingan, ada dua laga kandang tersisa pada Februari ini yakni menghadapi PSS Sleman pada 17 Februari 2025 dan PSIS Semarang pada 24 Februari 2025.

Akibat dari efisiensi anggaran ini, dua pertandingan Arema FC itu akan digelar tanpa penonton.

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir anggaran penyelenggaraan laga kandang karena jika tetap menggelar laga dengan penonton, ada dana tambahan hampir 100 juta rupiah yang harus dikeluarkan.

Seperti untuk pengamanan, ground handling, dan tambahan personil ke-panpelan. 

Baca juga: Sinyal Eksodus Madura United Semakin Nyata: 6 Bintang Potensi Masuk Bidikan Arema FC dan Persebaya

“Jujur ini keputusan yang terasa sangat berat, namun, kami harus realistis," ucap General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi pada Kamis (13/2/2025).

"Karena ada skala prioritas yang kami gunakan terkait finansial klub," lanjutnya. 

Sebenarnya, tiket pertandingan menjadi salah satu sumber pemasukan bagi manajemen Arema FC, namun untuk saat ini jumlah pemasukan laga home dari tiket sangat kecil. 

Tidak cukup menutup biaya penyelenggaraan laga kandang. 

Padahal, upaya memindah homebase agar lebih dekat dengan Malang sudah dilakukan karena musim lalu, Arema bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. 

Harapannya, saat berpindah ke Stadion Soepriadi, Kota Blitar, animo Aremania jauh lebih tinggi tapi hal itu hanya terjadi ketika laga big match.

Diharapkan, setelah bermain di Stadion Kanjuruhan nanti, Aremania bisa memberikan dukungan penuh karena itu jadi kontribusi nyata untuk menjaga eksistensi klub.

"Yang jelas harus ada objek dalam operasional yang diefisiensikan," jelas Yusrinal.

"Tujuannya agar manajemen tetap bisa memenuhi kewajiban gaji dan bonus untuk tim,” tandasnya.

Artikel ini telah tayang di SuryaMalang.com dengan judul Tertunda Misi Arema FC Huni Stadion Kanjuruhan Belum Penuhi Syarat, 2 Laga Kandang Tetap di Blitar

Tags:
Liga 1 2024Arema FCStadion KanjuruhanPersib Bandung
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved