Breaking News:

Doa Mandi Wajib

8 Urutan Mandi Wajib bagi Pria dan Wanita, Beda dengan Mandi Keramas Biasa, Dilengkapi Doa

Inilah tata cara atau urutan mandi wajib yang benar, dilengkapi doa niat, dan penyebab orang islam harus mandi junub.

Tayang:
Editor: Lailatun Niqmah
TribunWow.com/Lailatun Niqmah
Ilustrasi Mandi Wajib. Inilah tata cara atau urutan mandi wajib yang benar, dilengkapi doa niat, dan penyebab orang islam harus mandi junub. 

TRIBUNWOW.COM - Mandi wajib adalah cara untuk mensucikan diri dari hadast besar, yang menjadi syarat sah bagi seorang Muslim untuk kembali melaksanakan ibadah seperti sholat atau puasa.

Bila seorang Muslim berada dalam keadaan junub dan ingin segera mensucikan diri, mandi wajib perlu dilakukan sesuai tata cara yang telah diajarkan dalam Islam.

Mandi Wajib dengan Air Hangat, Apakah Boleh?

Dilansir dari bali.kemenag.go.id, mandi wajib boleh dilakukan menggunakan air hangat, terutama jika cuaca sedang dingin atau untuk keperluan tertentu, seperti menjelang waktu subuh.

Pendapat ini diperkuat oleh Ibnu Hajar al-Asqallani dalam kitab Fathul Bari, yang menjelaskan, boleh hukumnya melaksanakan mandi wajib menggunakan air hangat.

Bahkan, praktik ini juga pernah dilakukan oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Bacaan Doa Niat Puasa Senin Kamis, Puasa Rajab, hingga Qadha Puasa Ramadhan, Bahasa Arab dan Artinya

Niat dan Tata Cara Mandi Wajib

Dilansir laman sulsel.kemenag.go.id, simak bacaan niat dan tata cara mandi wajib:

1. Niat mandi wajib

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhal Lillahi Ta'aala.

Artinya: "Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta'aala."

2. Mencuci kedua tangan

Urutan kedua dari tata cara mandi wajib adalah mencuci tangan sampai tiga kali.

Tujuan utamanya adalah membersihkan tangan dari najis.

3. Membersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor

Selanjutnya mendahulukan bagian tubuh yang dianggap kotor, misalnya bagian kemaluan.

4. Mencuci kembali tangan

Setelah membersihkan bagian kotor, harus mencuci kembali tangan pakai sabun.

5. Berwudhu

Setelah mencuci bagian tubuh yang kotor dan mencuci kembali tangan, harus wudhu dengan tata cara wudhu seperti biasa untuk melakukan sholat.

6. Membasahi kepala

Setelah berwudhu, harus membasahi kepala dengan air sebanyak tiga kali dari pangkal rambut.

Tata caranya sama seperti hendak keramas biasanya.

7. Mengurai rambut

Caranya gunakan jari untuk mengurai rambut untuk membersihkan rambut dari kotoran yang mungkin menempel di rambut.

8. Membasahi seluruh tubuh

Setelah itu mengguyurkan air ke seluruh tubuh mulai dari bahu kanan, dilanjutkan dari bahu kiri.

Setelah itu, bisa membersihkan seluruh bagian tubuh dengan sabun, dan dilanjutkan dengan rutinitas mandi seperti biasa.

Baca juga: Doa Niat Mandi Wajib, Apakah Boleh Dibaca di Kamar Mandi yang Ada WC-nya? Ini Kata Ustaz Abdul Somad

Penyebab Mandi Wajib

Dirangkum dari laman dki.kemenag.go.id, ada 6 hal yang menyebabkan seseorang harus melaksanakan mandi wajib yakni:

1. Mandi wajib karena masuknya alat kelamin laki-laki ke perempuan.

Mandi wajib sangat disarankan untuk dilakukan agar bisa melakukan ibadah dalam keadaan bersih.

2. Keluarnya air mani dari laki-laki karena telah melalui mimpi basah.

Maka wajiblah membersihkan diri dengan melakukan mandi wajib.

3. Keluar haid dari perempuan setelah baliq.

Setelah darah haid habis, maka wajiblah bagi perempuan untuk melakukan mandi wajib.

4. Setelah nifas bagi wanita yang setelah 40 hari melahirkan baik yang melahirkan normal maupun proses sesar.

Mereka wajib mandi untuk membersihkan diri.

5. Wajib mandi setelah melahirkan.

6. Ketika seseorang wafat, maka wajib dimandikan oleh orang yang hidup atau keluarganya.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Niat dan Tata Cara Mandi Wajib, Berikut Penyebab Mandi Wajib bagi Pria dan Wanita

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Bacaan doamandi wajibTata cara mandi wajib
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved