Pilkada Jakarta 2024
3 Survei Terbaru Elektabilitas Ridwan Kamil Vs Dharma Vs Pramono di Pilgub Jakarta, Siapa Unggul?
Dalam hasil survei tiga lembaga, pasangan Ridwan Kamil-Suswono unggul, meski mengalami penurunan angka versi lembaga Charta politika.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Jelang Pilkada Jakarta yang akan digelar pada 27 November 2024, elektabilitas para calon gubernur dan wakil gubernur mengalami perubahan.
Diketahui, dalam Pilkada Jakarta 2024 nanti, ada tiga pasangan calon yang berkontestasi.
Nomor urut 1 ada paslon Ridwan Kamil-Suswono, yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus berisi 14 partai Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat, NasDem, PSI, PKB, Gelora, PBB, Perindo, PAN, PPP, PKN serta Garuda.
Nomor urut 2 ditempati paslon independen, Dharma Pongrekun-Kun Wardhana Abyoto, yang telah memenuhi persyaratan dukungan 677.468 KTP warga Jakarta.
Kemudian paslon nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno, yang diusung PDIP dan Hanura.
Dalam hasil survei tiga lembaga, pasangan Ridwan Kamil-Suswono unggul, meski mengalami penurunan angka versi lembaga Charta politika.
Bagaimana dengan hasil survei lembaga lain? Berikut survei elektabilitas 3 paslon di Pilgub Jakarta, versi Lembaga Survei Indonesia (LSI), Poltracking Indonesia dan Charta Politika.
Charta Politika
Baca juga: Menanti Arah Dukungan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024, Dinilai Lebih Condong ke Pramono-Rano
Charta Politika merilis hasil surveinya soal Pilkada Jakarta, Kamis (3/10/2024).
Survei ini dilakukan pada 19-24 September 2024.
Elektabilitas ketiga paslon naik jika dibandingkan dengan dua survei sebelumnya.
Elektabilitas Rk-Suswono 48,30 persen, Pramono-Rano 31,50 persen dan Dharma-Kun 5,60 persen.
Sedangkan responden yang tidak menjawab sebanyak 9.70 persen.
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, memaparkan tren elektabilitas ketiga paslon membandingkan tiga hasil survei termasuk yang ia kerjakan.
"Trennya agak menarik, Kang Emil masih bisa mempertahankan posisinya di nomor satu, tetapi terjadi tren penurunan paling tidak dari survei pertama dibandingkan dengan survei kedua atau dari survei pertama dibandingkan dengan survei ketiga," papar Yunarto saat merilis hasil surveinya di Youtube Charta Politika Indonesia.
Yunarto mengatakan, tren penurunan ini menjadi peringatan bagi tim di belakang RK-Suswono.
"Jadi ini catatan buat Kang Emil, lampu kuning buat timses harus lebih semangat lagi dan terkait dengan evaluasi proses branding, pekerjaan di lapangan," kata dia.
Sementara, Pramono-Rano menunjukkan tren kenaikan elektabilitas.
"Dalam selisih waktu sekitar dua minggu, dari survei pertama 28,4 persen lalu naik sekarang ke angka 36,50 persen," jelas Yunarto.
Namun, dengan waktu kampanye yang tidak lama, kemampuan Pramono-Rano mengejar RK-Suswono masih menjadi tanda tanya.
"Tinggal pertanyaannya, waktunya cukup atau tidak untuk mengejar," kata Yunarto.
Paslon Dharma-Kun juga mengalami kenaikan, namun belum cukup untuk bersaing dengan dua paslon lain.
"Tetap ada kenaikan, walaupun jauh sekali dari angka yang bisa kita katakan kompetitif," kata Yunarto.
Survei ini dilakukan dengan metode wawancara tatap muka secara langsung menggunakan kuesioner terstruktur.
Jumlah sampel sebanyak 1200 responden, yang tersebar di 5 Wilayah Provinsi Jakarta.
Metodelogi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± (2.9 persen persen) pada tingkat kepercayaan 95%.
Baca juga: Profil Dharma Pongrekun, Cagub Jakarta Jalur Independen, Cek Rekam Jejak hingga Riwayat Pendidikan
LSI
Pada pertanyaan soal keterpilihan dan simulasi tiga paslon, RK-Suswono paling banyak dipilih, 51,8 persen.
Sedangkan paslon Pramono Anung-Rano Karno dipilih 28,4 responden.
Paslon independen Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto hanya mendapat elektabilitas 3,2 persen.
Elektabilitas Dharma-Kun lebih kecil dari angka golput yang mencapai 3,9 persen dan angka responden yang belum menentukan jawaban, 12,8 persen.
Angka elektabilitas RK-Suswono sudah cukup membawanya untuk menang Pilkada Jakarta 2024 hanya dalam satu putaran.
Survei ini dirilis pada Rabu (18/9/2024), dan dilakukan pada periode 6-12 September 2024.
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yaitu mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Sampel sebanyak 1200 orang diambil dengan menggunakan metode multistage dengan toleransi kesalahan (margin of error)±2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling.
Sampel berasal dari seluruh Kota Administratif di Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang terdistribusi secara proporsional.
Wawancara tatap muka dilakukan oleh pewawancara yang telah dilatih terhadap responden terpilih.
Kendali mutu hasil wawancara dilakukan secara random pada 20 persen total sampel oleh supervisor lapangan dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam kendali mutu ini tidak ditemukan kesalahan berarti.
Baca juga: Struktural Tim Sukses Telah Rampung, Ridwan Kamil Yakin Bisa Menang Satu Putaran
Poltracking
Sementara itu, Poltracking Indonesia merilis hasil surveinya soal Pilkada Jakarta 2024 pada Jumat (27/9/2024).
Pada simulasi 3 paslon, RK-Suswono unggul dengan angka elektabilitas 47,5 persen.
Sedangkan Pramono-Rano elektabilitasnya 31,5 persen dan Dharma-Kun 5,1 persen.
Yang belum menentukan jawaban sebanyak 15,9 persen.
Selisih elektabilitas RK-Suswono dan Pramono-Rano mencapai 16 persen.
Survei ini menggunakan metode stratified multistage random sampling.
Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 9-15 September 2024.
Sampel pada survei ini adalah 1200 responden dengan margin
of error +/- 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Klaster survei menjangkau 6 kabupaten/kota di Daerah Khusus Jakarta secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT)
2024, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.
Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan teknologi aplikasi terhadap responden yang telah terpilih secara acak.
Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta dengan judul Survei Pilkada Jakarta LSI, Poltracking dan Charta Politika: Elektabilitas RK Turun, Pramono Naik
Sumber: Tribun Jakarta
Pramono Anung Pasrah Pelantikan Kepala Daerah Diundur, Hanya Bisa Tunduk pada Pemerintah Pusat |
![]() |
---|
Prabowo Beri Masukan ke Ridwan Kamil-Suswono sebelum RIDO Batal Gugat Hasil Pilkada Jakarta ke MK |
![]() |
---|
Terima Kekalahan Pilgub Jakarta, RK dan Dharma Tak Ajukan Gugatan ke MK, Ini Reaksi Kubu Pram-Rano |
![]() |
---|
Momen Tim RK Pilih Walk Out saat KPU Umumkan Pramono-Rano Karno Menang di Pilkada 2024 |
![]() |
---|
Cawe-cawe Anies Baswedan di Pilkada Jakarta untuk Pramono-Rano, Adakah Timbal Balik yang Dijanjikan? |
![]() |
---|