Breaking News:

Perang Israel VS Hamas

Israel Serukan Lebanon Jadi Target Berikutnya: Siapkan Serangan Darat, Udara & Laut Gempur Hizbullah

Isarel menyerukan bahwa tentara mereka telah menyiapkan serangan darat, udara, dan laut untuk gempuran berkelanjutan ke Lebanon.

Penulis: ElfanNugg
Editor: Lailatun Niqmah
Kobi Wolf/Bloomberg
Lebanon mati listrik total akibat dari konflik serangan Israel Vs Hizbullah. Isarel menyerukan bahwa tentara mereka telah menyiapkan serangan darat, udara, dan laut untuk gempuran berkelanjutan ke Lebanon. 

TRIBUNWOW.COM - Yoav Gallant, Menteri Pertahanan Israel mengatakan bahwa ia akan menggunakan segala cara untuk menyerang Hizbullah di tengah gempuran serangan darat terhadap Lebanon.

Dilansir TribunWow.com dari Al Jazeera.com, Yoav Gallant dalam pertemuan para kepala dewan lokal di Israel utara pada Senin (30/9/2024), mengatakan "Fase berikutnya dalam perang melawan Hizbullah akan segera dimulai."

Selebihnya, Yoav Gallant mengatakan kepada pasukan di dekat perbatasan Lebanon bahwa Israel siap mengerahkan pasukan dari udara, laut, dan darat untuk menargetkan Hizbullah.

Baca juga: Israel Tak Mau Berhenti hingga AS Frustrasi, Kini Jutaan Rakyat Lebanon Mengungsi

Serangan yang tak kunjung henti ini bahkan menjalar hingga ke Lebanon, yang menandakan bahwa Israel sama sekali tidak berniat untuk melakukan gencatan senjata atau bahkan menghentikan perang yang sudah berlangsung selama setahun ini, sejak Oktober 2023 lalu. 

Meskipun Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-79 ditutup dengan seruan gencatan senjata bagi perang di wilayah Timur Tengah, hal itu terasa hanya sebagai angin lalu bagi Israel

Dikutip dari bbc.com, wakil pemimpin Hizbullah menyatakan kesiapan kelompoknya menghadapi operasi Israel di Lebanon.

Kelompok tersebut menegaskan bahwa mereka menargetkan pasukan Israel dengan "serangan roket" di kota Metula, Israel, dan wilayah Avivim, dekat perbatasan Lebanon.

Baca juga: Setelah Serang Hizbullah dan Hamas, Kini Israel Targetkan Houthi di Yaman

Dilansir dari Al Jazeera.com, Senin (30/9/2024), sudah sebanyak lebih dari 100 ribu orang telah melarikan diri ke Suriah dari Lebanon sejak konflik antara Israel dan Hizbullah semakin meningkat bulan ini.

Sekitar 118.466 orang tercatat mengungsi antara 23 dan 27 September, menurut laporan situasi Organisasi Kesehatan Dunia PBB, badan tersebut menyatakan bahwa sistem kesehatan Lebanon juga terpengaruh dan kelebihan beban akibat eskalasi kekerasan yang baru-baru ini terjadi di negara tersebut. 

Penjabat Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati telah menyatakan kesiapan pemerintah untuk sepenuhnya melaksanakan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006, yang bertujuan mengakhiri kehadiran bersenjata Hizbullah di selatan Sungai Litani sebagai bagian dari kesepakatan untuk menghentikan perang dengan Israel.

(Magang TribunWow.com/Ni Putu Marcilla)

Baca berita menarik lainnya di Google News

Sumber: TribunWow.com
Tags:
IsraelLebanonPerang Israel Vs HamasHizbullahYoav Gallant
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved