Terkini Nasional
25 Tahun Jadi Klien, Prabowo Dapat Peringatan Khusus dari Hotman Paris: Hari Esok Kita Tidak Tahu
Sudah jadi kliennya selama 25 tahun, Prabowo yang menjadi Presiden Terpilih tengah mendapat peringatan khusus dari Hotman Paris.
Editor: auliamajd
TRIBUNWOW.COM - Pengacara kondang Indonesia, Hotman Paris belakangan tengah mengunggah momen keakrabannya dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Lewat Instagram pribadinya @hotmanparisofficial pada Minggu (15/9), tampak Hotman Paris mengunggah fotonya yang memegang tangan dari Prabowo.
Pada unggahan Instagram tersebut, Hotman Paris juga memamerkan bahwa Prabowo sudah menjadi kliennya selama 25 tahun terakhir.
Baca juga: Didatangi Keluarga Siswi SMP yang Dibunuh & Dirudapaksa, Hotman Paris: Hakim Lakukan Terobosan Hukum
"Kamu klienku selama ini!! Tapi hari esok kita tdk tau!!," tulis Hotman Paris terkait Prabowo dalam Instagram pribadinya.
Hotman Paris juga mengingatkan kepada Prabowo bahwa dunia birokrasi bukanlah sesuatu yang ia sukai.
"Dunia Birokrasi bukan dunia Hotman! Nanti saat suarakan Hotman 911 mudah mudahan Bapak mengerti posisiku! Dulu kamu klienku 25 tahun!," lanjut Hotman Paris.
Hotman Paris juga mengingatkan kepada rakyat apabila merasakan ketidakadilan, maka bisa menghubunginya secara langsung.
"Saat nanti semua mungkin krn ada mungkin rakyat tdk merasa adil akan datang ke Hotman 911," pungkas Hotman Paris.
Beberapa warganet pun memberikan reaksinya terkait unggahan dari Hotman Paris kepada Prabowo.
Baca juga: Wacana Susu Ikan dalam Program Makan Gratis Prabowo, Ahli Gizi Beri Kritikan hingga Respons Istana
Tak sedikit warganet yang mengapresiasi Hotman Paris karena tetap netral meski telah lama berteman dengan Prabowo.
"Kereeen emang bisa memposisikan lawyer sebagai profesi independen," ujar akun @riandaharry_associa***.
"Hari Esok pak Prabowo tetap Sahabat Bang Hotman," tulis akun @yakob.sin***.
"Temen sahabat n klien Tetap bang,tapi demi tegak keadilan bang tetap bersuara smoga pak Prabowo akan mengerti dengan propesi bang Hotman," ungkap akun @edo.francisco***.
"Ini yang saya suka, tetap konsisten dengan profesinya," komentar akun @hasrinzber***.
Kedekatan dari Hotman Paris dan Prabowo memang sudah terjalin cukup lama.
Terbaru, Hotman Paris menjadi bagian dari Tim hukum dari Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka yang berjuang di sengketa Pilpres 2024 lalu di Mahkamah Konstitusi (MK) lalu.

Baca juga: Dinyatakan Bebas oleh PN Bandung, Pegi Setiawan Diajak Hotman Paris Makan Bareng: Ayo Makan Ramen
Wacana Susu Ikan dalam Program Makan Gratis Prabowo Dikritik Banyak Pihak
Wacana penggunaan susu ikan sebagai alternatif pengganti susu sapi dalam menu program makan bergizi gratis pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menuai sorotan.
Wacana penggunaan susu ikan tersebut, muncul setelah diperkirakan produksi susu sapi nasional tak memadai untuk program tersebut.
Namun, wacana penggunaan susu ikan ini menuai kontroversi.
Sejumlah pihak mengkritik wacana ini lantaran dinilai mengandung gizi yang tidak sebanding dengan susu sapi.
Kritik di antaranya disampaikan oleh dokter dan ahli gizi masyarakat, Tan Shot Yen.
Ia menyebut, manusia memang butuh mengonsumsi ikan sebagai satu di antara sumber protein.
Namun, menurutnya ikan harus dikonsumsi secara utuh, bukan dari ekstraknya.
"Sependek yang saya tahu, manusia itu perlu makan ikan, bukan ekstrak ikannya. Kalau ngomong ekstrak ikan, tentu akan digunakan kondisi-kondisi tertentu," ujar Tan, Rabu (11/9/2024) seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Menurut Tan, pembuat kebijakan harus memahami tujuan program nasional sebelum benar-benar menggunakan susu ikan dalam menu makan bergizi gratis.
Ia mengatakan, apabila penggunaan susu ikan bertujuan meningkatkan gizi masyarakat, harus mempertimbangkan hal lain.
Satu di antaranya, beragam karakteristik panganan lokal yang dimiliki masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
"Kita kaya dengan pangan lokal, dan semua berhak untuk hidup sehat berdasarkan apa yang paling baik dari alam. Jadi sekali lagi kita makan, bukan minum susu," imbuhnya.
Kritikan Ahli Biokimia Susu
Kritik juga dilayangkan ahli biokimia susu dan dosen Fakultas Peternakan IPB, Dr. Epi Taufik.
Epi mengatakan, definisi susu berdasarkan standar internasional merupakan cairan dari ambing sapi, kerbau, kuda, kambing, domba dan hewan penghasil lainnya baik segar maupun dipanaskan melalui proses pasteurisasi, UHT atau sterilisasi.
Karena itu, menurutnya penyebutan susu ikan tidak tepat.
"Penyebutan susu ada peraturannya. Harus kita ikuti, supaya juga tidak membingungkan masyarakat," kata dia, Rabu (11/9/2024).
Epi mengatakan, susu ikan bukanlah susu dalam artian konvensional, namun merujuk pada inovasi komersil.
Susu ikan merupakan minuman hasil yang diolah dari ikan, bukan dari susu hewan mamalia pada umumnya.
“Susu itu makanan pertamanya manusia dalam bentuk yang cair yang mengandung banyak khasiat, vitamin dan mineral. Komponen susu itu memudahkan untuk diserap oleh tubuh. Namun dari sisi protein ternyata belum cukup meski susu dikenal memiliki protein tinggi, susu selalu disebut melengkapi, bukan gizi utama," jelasnya.
Epi juga menyatakan, susu ikan belum tepat jika masuk dalam program makan siang Prabowo-Gibran.
Komentar Wamentan
Di sisi lain, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, mengaku belum tahu pasti maksud istilah susu ikan yang kabarnya bakal masuk dalam menu makan gratis Prabowo-Gibran.
Namun, Sudaryono menegaskan, bahwa tujuan program makan bergizi gratis adalah memberikan protein yang cukup bagi anak-anak.
Kendati demikian, program andalan Prabowo-Gibran ini terkendala produksi susu sapi di Indonesia yang belum mencukupi.
"Nah intinya begini, kita ini kan belum cukup susu dan dagingnya. Maka kita kalau bisa, dan arahannya jelas, jangan impor susu," kata.
Untuk memenuhi kebutuhan susu sapi, ke depan pemerintah bakal mengadakan impor besar-besaran untuk mendatangkan sapi hidup.
Menurutnya, sembari menunggu jumlah sapi hidup dalam negeri mencukupi, tidak ada salahnya untuk dilakukan substitusi.
Hal itu dianggap lebih baik ketimbang impor susu sapi.
“Kan kita kan sudah surplus, sudah swasembada di telur dan ikan, ayam, ya kan terus barangkali itu jadi sumber. Jadi subtitusi, bukan dipaksakan impor susu bubuk dan lain-lain."
"Kita tidak arahkan ke sana, kita lebih ke momen makan bergizi gratis ini pemerintah bisa trigger kemandirian pangan, bukan hanya beras, tapi telur ayam daging dan susu yang kita harus raih,” pungkasnya.
Istana: Susu Ikan Bukan Pengganti Susu Sapi
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Hasbi, memastikan susu ikan tidak akan menggantikan susu dalam program makan bergizi gratis.
Hasan berujar, pemerintah belum memiliki rencana resmi untuk menggunakan susu ikan dalam program tersebut.
"Silakan saja dulu diuji coba. Kalau nanti sudah melalui proses uji coba dan ternyata hasilnya baik, bisa jadi alternatif pengayaan nutrisi, tapi bukan untuk pengganti susu," ungkap Hasan, dikutip dari Kompas.com.
Hasan menegaskan, Badan Gizi Nasional terbuka terhadap berbagai ide dari pihak luar asalkan terbukti efektif dan dapat diimplementasikan.
Namun, ia menyatakan, ide penggunaan susu ikan berasal dari pihak lain dan tidak masuk dalam skenario awal pemerintah.
(TribunWow.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kontroversi Susu Ikan dalam Program Makan Gratis Prabowo, Dikritik Ahli Gizi hingga Kata Istana