Pilpres 2024
Kata 5 Parpol soal Jatah Menteri Kabinet Prabowo-Gibran, dari PAN, NasDem, PKB, PBB, Golkar
Koalisi Indonesia Maju atau KIM semakin besar seusai PKB dan Partai NasDem menyatakan dukungannya untuk Prabowo-Gibran.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Beda respons partai politik (parpol) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) seusai PKB dan Partai NasDem menyatakan dukungannya untuk pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dilansir Tribunnews.com, KIM diketahui menjadi semakin besar setelah PKB dan Partai NasDem menyatakan dukungan ke pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Besarnya koalisi KIM membuat sejumlah parpol merasa khawatir terkait jatah menteri yang bakal diberikan Prabowo-Gibran.
Baca juga: NasDem dan PKB Dukung Prabowo-Gibran, Ketum PSI Kaesang Pangarep Singgung soal Sumbangan
Sebagai anggota baru, NasDem mengaku menyadari posisi partainya yang sejak awal tidak mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
NasDem bersama PKS dan PKB sebelumnya mengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di kontestasi politik lima tahunan tersebut.
Karena itu, meski menyatakan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, NasDem tidak meminta jatah menteri dan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Prabowo.
Hal itu disampaikan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, saat ditemui di Kantor DPP PKS di Jalan TB Simpatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (27/4/2024).
"Dari internal enggak ada juga masalahnya, memang, kita menyadari, siapa kita?" kata Paloh.
Baca juga: Kata 3 Partai Pengusung Prabowo-Gibran soal Merapatnya NasDem, Singgung Jatah Menteri
1. PAN Yakin Dapat Jatah Menteri
Berbeda dari NasDem, PAN justru yakin akan mendapat jatah menteri di kabinet Prabowo-Gibran.
Hal itu lantaran PAN sudah tiga kali mendukung Prabowo dalam gelaran Pilpres.
Wakil Ketua PAN, Yandri Suanto menyatakan pihaknya selalu mendukung Prabowo dalam keadaan kalah atau menang.
Ia lantas mengungkit pernyataan Prabowo dalam acara buka bersama di DPP PAN, Kamis (21/3/2024) lalu.
Dalam pernyataannya, Prabowo sempat menyinggung jatah menteri untuk PAN bisa lebih banyak dari dugaan.
"Pak Prabowo pidato di podium PAN (waktu) itu mengatakan, Pak Hatta (Hatta Rajasa), Pak Zul (Zulkifli Hasan) jangan kaget nanti kalau PAN minta X, bisa lebih dari X," ujar Yandri.
"Karena mencari teman ketika susah itu sulit. Nah, PAN itu salah satu yang setia. Di kala susah, PAN itu selalu bersama Pak Prabowo. Tapi kalau teman di waktu senang banyak kata Pak Prabowo," imbuhnya.
2. PSI Belum Dapat Tawaran
Di sisi lain, PSI mengaku belum mendapat tawaran kursi menteri di kabinet Prabowo-Gibran.
Partai yang diketuai Kaesang Pangarep itu merupakan satu di antara partai pendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
Meski belum mendapat tawaran jatah menteri, PSI menegaskan masih menjalin komunikasi dengan Prabowo-Gibran hingga kini.
"Belum ada, belum ada, tapi komunikasi politik silaturahim terus berjalan dengan baik," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI, Raja Juli saat ditemui di sebuah hotel di bilangan Menteng, Jakarta, Jumat (26/4/2024).
Raja Juli menyebut PSI sadar betul kapasitas partainya untuk mendapat jatah menteri.
Menurutnya, PSI enggan memaksakan Prabowo untuk memberikan jatah menteri.
"Kami tahu ukuran baju, tahu kapasitas, jadi semuanya kami serahkan kepada Pak Prabowo, mungkin juga dengan Mas Gibran untuk berdiskusi format kabinet apa yang ideal untuk mereka," jelas dia.
"Mereka yang mengetahui kriteria pembantunya, yang namanya menteri. Nah, sekali lagi itu adalah hak prerogatif Pak Prabowo."
Meski begitu, Raja Juli menegaskan PSI akan siap jika suatu saat diminta mengisi jabatan menteri atau wakil menteri di kabinet Prabowo-Gibran.
Baca juga: Nasdem-PKB Dukung Prabowo-Gibran, Golkar, PAN, hingga PBB Buka Suara soal Jatah Kursi Menteri
3. Kekhawatiran PBB
Berbeda dari PSI, PBB merasa khawatir jatah menteri KIM berkurang setelah NasDem dan PKB memutuskan bergabung dalam koalisi.
Padahal, PBB sejak awal sudah bekerja keras untuk memenangkan Prabowo-Gibran.
Hal itu diungkap Ketua Majelis Syuro PBB, Masrur Anhar sata ditemui di kantor PBB, Jakarta, pada Jumat (26/4/2024) lalu.
"Mudah-mudahan yang sudah bekerja keras kayak PBB tidak ketinggalan. Jangan sampai yang berseberangan malah dapat, yang bekerja keras terlupakan begitu," terang Masrur.
"Bagaimanapun kami yang sudah berkeringat dan bekerja keras, jangan sampai diabaikan, dan saya yakin beliau tidak mengabaikan. Pasti beliau akan memperhatikan betul karena kita kenal siapa itu Pak Prabowo, siapa itu Pak Gibran."
"Artinya tetap Pak Prabowo dan Gibran itu proporsional siapa sih yang sudah bekerja keras, siapa yang tadinya berseberangan, mudah-mudahan ada proporsional."
PBB berharap mendapat sang ketua umum, Yusril Ihza Mahendra mendapat kursi menteri.
Yakni untuk Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) atau Menteri Hukum dan HAM (Menkumham).
Kendati demikian, PBB menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Prabowo selaku presiden terpilih.
4. Bocoran Golkar Dapat 5 Jatah Menteri
Ketua Dewan Pembina Bappilu Partai Golkar, Idrus Marham mengaku mendapat bocoran bahwa partainya mendapat jatah lima menteri di kabinet Prabowo-Gibran.
Kendati demikian, Idrus belum bisa memastikan kebenaran kabar tersebut.
Idrus menyebut Golkar menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Prabowo.
"Tidak ada masalah, tetapi Golkar dia di samping ada peran-peran struktural dengan jabatan-jabatan yang ada. Yang disampaikan itu (5 kursi) dengar-dengarnya begitu. Kalau tambah alhamdulillah, enggak tambah kita ada peran-peran lain ya Golkar itu," ujar Idrus, Kamis.
Idrus belum mau berkomentar perihal siapa saja kader Golkar yang bakal duduk di kursi menteri.
Menurutnya, hal tersebut menjadi kewenangan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum.
5. PKB Belum Bahas Jatah Menteri
Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menyerahkan sepenuhnya jatah kursi pemerintahan baru kepada Prabowo Subianto.
Ia menjelaskan, sejatinya menteri adalah pembantu presiden untuk menjalankan amanah masyarakat.
"Kalau menteri itu kan pembantu presiden untuk menjalankan amanat titipan rakyat yang diberikan kepada Pak Prabowo," kata Jazilul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/4/2024).
Jazilul menyebut partai politik tidak boleh mengatur Prabowo terkait penentuan jatah menteri.
Sebagai presiden nanti, eks Danjen Kopassus itu memiliki hak prerogatif untuk menentukan siapa saja para menterinya.
"Bahwa berasal dari kalangan apa pun itu haknya Pak Prabowo, tidak ada partai yang boleh ngatur kan, enggak ada itu enggak ada di aturan konstitusi maksudnya, yang boleh mengangkat itu hanya Pak Prabowo," ujarnya.
Selain itu, Jazilul juga membeberkan bahwa PKB belum membahas pembagian jatah menteri dengan Prabowo.
"Tidak ada, tidak ada pembahasan bagi-bagi kursi menteri, dan dari dulu PKB setiap koalisi juga tidak pernah membahas syarat dan bagi-bagi kursi," ucapnya.
(Tribunnews.com/Jayanti Tri Utami/Fersianus Waku/Dewi Agustina/Rahmat Fajar Nugraha/Rizki Sandi Saputra/Deni)
Baca berita terkait Pilpres 2024 lainnya
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Beda Respons PAN, NasDem, PBB, hingga PKB soal Jatah Menteri Kabinet Prabowo, Ada yang Khawatir
Sumber: Tribunnews.com
Sapa 3 Partai Pendukung Ganjar-Mahfud, Megawati Sebut Tak Ada Koalisi dan Oposisi: Kerjasama |
![]() |
---|
Anies Baswedan Kaget Dirinya Cetak Sejarah dengan Datang ke Agenda Penetapan Presiden Terpilih |
![]() |
---|
Momen Jokowi Kenalkan Prabowo saat Membuka World Water Forum di Depan Para Negara Delegasi |
![]() |
---|
Reaksi 2 Kepala Negara saat Prabowo Kenalkan Gibran sebagai Wakil Presiden Terpilih: Sangat Muda |
![]() |
---|
2 Faktor Penyebab Prabowo dan Megawati Tak Kunjung Bertemu seusai Pilpres 2024 Menurut Pengamat |
![]() |
---|