Timnas Indonesia
3 Plus Minus Ian Maatsen dan Thomas Poll yang Kans Dinaturalisasi Timnas Indonesia, Fans Garuda Cek
Dua bek kiri asal Belanda ini santer masuk daftar pemain yang bakal dinaturalisasi oleh Timnas Indonesia.
Penulis: Aulia Majid
Editor: auliamajd
TRIBUNWOW.COM - Timnas Indonesia dikabarkan mengantongi dua nama bek kiri untuk dinaturalisasi dalam waktu dekat.
Dilansir TribunWow.com, Timnas Indonesia memang sedang gencar mendatangkan amunisi baru berlabel naturalisasi untuk menjadi tumpuan utama skuad Garuda di ajang internasional kelak.
Kini, dua nama yang santer bergabung ke Timnas Indonesia ialah Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen yang dikabarkan menjadi prioritas.
Baca juga: Profil Thomas Poll: Fullback Bidikan Timnas Indonesia, Shayne dan Alumnus PSIS Semarang Siaga
Namun, selain dua sosok tersebut, ternyata Timnas Indonesia tengah dikaitkan dengan dua sosok bek kiri asal Belanda untuk dinaturalisasi di masa depan.
Dilansir TribunWow.com, dua nama bek kiri yang santer dinaturalisasi oleh Timnas Indonesia tersebut ialah wonderkid Borussia Dortmund, yakni Ian Maatsen dan pilar Almere City FC yang dipinjamkan ke SC Cambuur, Thomas Poll.
Sosok Ian Maatsen digadang-gadang bisa menjadi pemain naturalisasi Timnas Indonesia karena darah dari nenek moyangnya yang disebut-sebut berasal dari Jawa.
Sedangkan Thomas Poll bisa saja dinaturalisasi oleh Timnas Indonesia seusai dikabarkan memiliki darah Indonesia dari sang kakek yang berasal dari Bogor, Jawa Barat.
Meski berpeluang untuk dinaturalisasi oleh Timnas Indonesia, namun baik Thomas Poll maupun Ian Maatsen sama-sama memiliki kelebihan maupun kekurangan yang mampu berdampak kepada skuad Garuda.
Dirangkum TribunWow.com, berikut plus dan minus yang bisa dipertimbangkan oleh Timnas Indonesia apabila menaturalisasi Ian Maatsen mapupun Thomas Poll:
Baca juga: Habis Kontrak di Persija Jakarta, 4 Pemain Berlabel Timnas Indonesia Potensi Out di Akhir Musim
1. Peluang Naturalisasi yang Berbeda
Baik Thomas Poll maupun Ian Maatsen ternyata memiliki peluang naturalisasi yang cukup berbeda untuk Timnas Indonesia.
Pasalnya, Ian Maatsen sempat mendapat panggilan Timnas Belanda dalam level umur maupun senior yang berpotensi menjadi penghalang proses naturalisasi Timnas Indonesia kelak.
Sedangkan Thomas Poll sendiri belum pernah mendapat panggilan Timnas Belanda, sehingga mempermudah peluang Timnas Indonesia untuk menaturalisasi pemain berusia 22 tahun tersebut.
Apabila melirik pada kasus naturalisasi Maarten Paes, kiper Dallas FC tersebut sempat bermain untuk Timnas Belanda senior dan membuatnya berpotensi gagal bergabung ke Timnas Indonesia kelak.
Baca juga: Bek Berlabel Timnas Indonesia Dikabarkan akan Gabung United City FC, Mengaku Masih Fokus di Liga 2
2. Jam Terbang yang Kontras
Ian Maatsen dan Thomas Poll diketahui memiliki jam terbang yang cukup kontras dan bisa menjadi pertimbangan Timnas Indonesia.
Dilansir dari Transfermarkt, Ian Maatsen yang kini dipinjamkan ke Borussia Dortmund tersebut sempat menjadi andalan Chelsea selama putaran pertama Liga Inggris 2023/2024 ini.
Sebelumnya, Ian Maatsen juga sempat dipinjamkan ke Burnley, Coventry City, serta Charlton Athletic sebelum kini mencicipi atmosfer Bundesliga Jerman.
Sedangkan sosok Thomas Poll sempat membawa Almere City FC meraih tiket promosi ke Eredivisie Belanda di musim lalu sebelum kini dipinjamkan ke SC Cambuur.
Thomas Poll sendiri lebih sering berkutat di Liga Belanda, di mana ia sempat bermain untuk FC Groningen juga sebelum bergabung ke Almere City FC.
Tentu, dibandingkan dengan Ian Maatsen yang sudah menjajal dua liga yang berbeda di Benua Eropa, sosok berusia 21 tahun tersebut bakal lebih kenyang pengalaman ketimbang Thomas Poll yang masih berkutat di Liga Belanda.
Baca juga: Mengapa Asnawi Lebih Sering Dimainkan di Timnas Indonesia daripada Sandy Walsh? Ini Penjelasannya
3. Faktor Kegunaan di Lapangan
Ian Maatsen dan Thomas Poll sama-sama berposisi sebagai bek kiri, namun wonderkid Chelsea ternyata lebih unggul di bidang kegunaan di atas lapangan hijau.
Ian Maatsen sendiri bisa dipasang sebagai bek kiri, sayap kiri, hingga winger kiri.
Sedangkan Thomas Poll hanya bisa diplot sebagai bek kiri dan winger kiri.
Produktivitas gol dan kontribusi assist dari Ian Maatsen dan Thomas Poll pun cukup berbeda.
Ian Maatsen yang baru bergabung ke Borussia Dortmund tersebut sudah mencetak dua assist dari tujuh pertandingan.
Sedangkan Thomas Poll mengoleksi dua assist dari 19 pertandingan di SC Cambuur.
Patut dinantikan siapakah yang bakal dinaturalisasi Timnas Indonesia dalam waktu dekat kelak.
Baca juga: Sosok Rizky Ridho: Bek Timnas Indonesia Santer Dikabarkan Balik ke Persebaya, Persija Dibuat Bingung
Profil Thomas Poll
Nama Lengkap : Thomas Poll
Tanggal lahir / Umur : 28 Agustus 2001 (22)
Tempat kelahiran : Amsterdam, Belanda
Kewarganegaraan : Belanda
Posisi : Bek - Bek-Kiri
Kaki dominan : kiri
Agen pemain : Chin International Consultancy
Klub Saat Ini : SC Cambuur Leeuwarden
Bergabung : 1 September 2023
Kontrak berakhir : 30 Juni 2024
Dipinjam Dari : Almere City FC
Kontrak disana berakhir : 30 Juni 2024
Statistik Thomas Poll
Almere City: 62 pertandingan, 3 gol, 4 assist, 6 kartu kuning, 4.155 menit bermain
FC Groningen U-19: 57 pertandingan, 1 gol, 1 kartu kuning, 4.220 menit bermain
SC Cambuur: 19 pertandingan, 2 assist, 2 kartu kuning, 935 menit bermain
Baca juga: Sosok Satoru Mochizuki: Pelatih Anyar Timnas Indonesia Wanita, Rekam Jejak Bukan Kaleng-kaleng
Profil Ian Maatsen
Nama lengkap : Ian Ethan Maatsen
Tanggal lahir : 10 Maret 2002
Tempat kelahiran : Vlaardingen
Usia : 21 tahun
Tinggi : 1,78 m
Kewarganegaraan : Belanda - Suriname
Posisi : Bek - Bek Kiri
Klub Saat Ini : Borussia Dortmund
Bergabung : 12 Januari 2024
Kontrak berakhir : 30 Juni 2024
Statistik Ian Maatsen
Burnley FC: 42 pertandingan, 4 gol, 6 assist, 8 kartu kuning, 1 kartu merah, 3.522 menit bermain
Conventry City: 42 pertandingan, 3 gol, 1 assist, 9 kartu kuning, 1 kartu merah, 3.247 menit bermain
Charlton Athletic: 35 pertandingan, 1 gol, 3 assist, 9 kartu kuning, 2.796 menit bermain
PSV Eindhoven U17: 21 pertandingan, 2 assist, 1.833 menit bermain
Chelsea FC: 16 pertandingan, 2 kartu kuning, 400 menit bermain
Borussia Dortmund: 7 pertandingan, 2 assist, 4 kartu kuning, 628 menit bermain.
(TribunWow.com/Aulia)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/Thomas-Poll-dan-Ian-Maatsen.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.