Pilpres 2024
Anies Singgung Etik di Debat Capres, Prabowo: Terus Terang Aja Saya Menilai Anda Tidak Pantas Bicara
Pertanyaan etik dari Anies Baswedan mendapat jawaban dari Prabowo Subianto di Debat Pilpres 2024 yang ketiga.
Penulis: Aulia Majid
Editor: auliamajd
TRIBUNWOW.COM - Capres nomor tiga, yakni Prabowo Subianto menanggapi pertanyaan Anies Baswedan terkait etik di Debat Pilpres Ketiga 2024.
Dilansir TribunWow.com, debat capres ketiga yang digelar di Istora Senayan, Jakarta pada Minggu, 7 Januari 2024 tersebut memiliki tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik dan disiarkan langsung oleh YouTube Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Pada saat sesi tanya jawab antar capres, Anies Baswedan sempat menanyakan perihal etik kepada Prabowo Subianto.
Baca juga: Anies-Prabowo Saling Serang di Debat Capres: Food Estate Jadi Sorotan, sang Menhan Sampai Interupsi
"Semakin tinggi jenjang kepemimpinan, semakin luas cakupannya, semakin kompleks organisasinya, maka pemimpin makin mengandalkan pada nilai bukan lagi teknis-teknis, tapi makin mengandalkan pada nilai," tutur Anies kepada Prabowo.
"Itu yang membedakan antara kepemimpinan yang kompleks dengan yang sederhana. Nah pertanyaan yang ingin saya sampaikan ke Bapak, apa hubungan standar etika seorang pemimpin negara dengan kemampuannya dalam menjaga pertahanan, keamanan, dan kedaulatan negara, terima kasih," lanjutnya.
"Saya sependapat bahwa semakin tinggi semakin kompleks memang kepemimpinan itu butuh nilai, nilai-nilai yang sangat fundamental. Pertama, nilai adalah cinta tanah air, kedua kejujuran, ketiga kebersihan yang Bapak bolak-balik ngomong, harus memberi contoh, tidak boleh korupsi dengan bentuk apapun."
"Jadi saya sepakat harus ada kepemimpinan berdasarkan nilai ya, jadi hubungan dengan etik benar. Yah kita harus beretik, beretik dengan benar. Jujur, apa yang kita katakan itu yah yang ada di hati kita. Jangan lain di mulut lain di hati. Dan harus cinta tanah air. Pertahanan ini sakral bagi kita, ini menyangkut keselamatan kita," jawab Prabowo.
"Jangan karena ambisi pribadi, kita menghasut dan menyesatkan rakyat. Itu etik yang tertinggi sodara Profesor Anies Baswedan. Itu etik yang tertinggi, kebersihan jiwa, kejujuran, kesetiaan kepada rakyat."
"Sekali lagi jangan karena ambisi pribadi, kita menyesatkan rakyat, kita menghasut rakyat, kita membahayakan pertahanan keamanan rakyat. Kasihan prajurit-prajurit yang sedang berjuang menjaga kita. Polisi-polisi yang menjaga kita, kasihan. Kalo ada calon pemimpin hanya kerjanya menghasut saja," lanjut Prabowo.

Baca juga: Makan Bersama, Zulkifli Hasan Lapor soal Kampanye Prabowo-Gibran hingga Janji Satu Putaran ke Jokowi
Anies Baswedan pun masih melanjutkan pertanyaan perihal etik kepada Prabowo.
"Tapi dalam kenyataannya Pak, ketika Bapak memimpin di Kementrian Pertahanan, banyak orang dalam dalam pengadaan alutsista. PT Teknologi Militer Indonesia, Indonesia Defense Security. Lalu orang dalam dalam pengelolaan Food Estate."
"Lalu ada kejadian-kejadian di mana kita semua menyaksikan ketika ada pelanggaran etika dan Bapak tetap jalan terus dengan cawapres yang melanggar etika. Artinya ada kompromi atas standar etika, ini fakta, dan kemudian dalam pidato Bapak mengolok-olok tentang pentingnya etika saya tidak tega mengulanginya, pertanyaannya apa penjelasan Pak Prabowo atas itu semua," tanya Anies lagi.
"Jadi sodara-sodara, semua data yang sodara ungkapkan itu keliru semua. Jadi saya bersedia kita duduk kita buka-bukaan. Mau bicara food estate, mau bicara apa PT Teknologi Militer Indonesia, kita buka, iya kan?," jawab Prabowo.
"Jadi di mana masalahnya, sodara bicara etik-etik ya kan. Saya itu keberatan karena saya menilai maaf ya karena anda desak saya, saya terus terang aja saya menilai anda tidak pantas bicara soal etik. Itu saja, saya merasa bahwa anda itu posturing, anda itu menyesatkan, itu aja."
"Saya boleh berpendapat kan? Saya menilai anda tidak berhak bicara soal etik karena anda memberi contoh yang tidak baik soal etik, terima kasih," pungkas Prabowo seiring waktu untuk menjawab telah habis. (TribunWow.com)