Liga 1
Sinyal Bernardo Tavares Out dari PSM: Pulang Duluan Meski Lawan Persik Belum Kelar, Join Persebaya?
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares sempat pulang lebih cepat ketika laga melawan Persik Kediri belum selesai, sinyal hengkang?
Penulis: Aulia Majid
Editor: auliamajd
TRIBUNWOW.COM - Pertandingan PSM Makassar yang menyambangi markas Persik Kediri di pekan ke-23 Liga 1 2023 diwarnai beberapa kejadian unik, di mana sang juru taktik dari Juku Eja, yakni Bernardo Tavares pulang terlebih dahulu meski laga belum usai.
Dilansir TribunWow.com, pada penghujung pertandingan pekan ke-23 Liga 1 2023 tersebut, PSM Makassar sejatinya sempat mencetak gol lewat tandukan dari Yuran Fernandes, namun bola yang sudah sepenuhnya masuk gawang berhasil ditepis oleh Dikri Yusron.
Alhasil, wasit Yudi Nurcahya sempat menunda pertandingan hampir satu jam lamanya sembari berdiskusi perihal gol PSM Makassar ke gawang Persik Kediri tersebut.
Baca juga: PSM Makassar Masih Belum Konsisten di Liga 1 2023, Asa Juku Eja Lolos ke Champions Series Terbuka?
Akan tetapi, proses diskusi gol dari Yuran Fernandes untuk PSM Makassar yang memakan waktu cukup lama membuat Bernardo Tavares pulang duluan dari Stadion Brawijaya, Kediri.
Dilansir TribunWow.com dari BolaSport.com pada Selasa, 19 Desember 2023 tak hanya Bernardo Tavares saja yang pulang duluan, namun juga Yuran Fernandes dan sejumlah staf pelatih asing dari PSM Makassar karena hendak mengejar pesawat mereka.
Kompetisi Liga 1 2023 yang bakal diliburkan karena adanya Piala Asia 2023 membuat beberapa pihak dari PSM Makassar seperti Bernardo Tavares dan Yuran Fernandes memilih untuk pulang kampung.
Namun, pertandingan PSM Makassar melawan Persik Kediri yang sempat terhenti lebih dari satu jam tersebut membuat Bernardo Tavares dan Yuran Fernandes memilih untuk pergi lebih cepat dari rekan setimnya di Juku Eja demi mengejar pesawat mereka.
Nahas, pertandingan PSM Makassar melawan Persik Kediri di pekan ke-23 Liga 1 2023 tersebut akhirnya berakhir imbang dengan skor 1-1 tanpa adanya sosok Bernardo Tavares dan Yuran Fernandes.
Meski memilih untuk meninggalkan PSM Makassar untuk pulang kampung di jeda kompetisi Liga 1 2023, Bernardo Tavares justru dirumorkan menjadi satu dari tiga kandidat pelatih baru dari Persebaya Surabaya.

Baca juga: Penghentian Laga Persik Vs PSM Timbulkan Polemik, Panpel Sebut Alat Komunikasi Wasit Rusak
Tak hanya Bernardo Tavares di PSM Makassar saja yang menjadi kandidat pelatih baru Persebaya Surabaya, melainkan ada dua nama lain seperti Sergio Farias serta Fabio Lefundes.
Namun, jika melihat nasib dari Bernardo Tavares di PSM Makassar belakangan ini, tak menutup kemungkinan Pria asal Portugal tersebut bakal memikirkan tawaran dari Persebaya Surabaya.
Dilansir TribunWow.com, beberapa waktu lalu, Bernardo Tavares sempat melelang barang pribadinya serta trofi yang ia miliki untuk membayar gaji para pemain dan staf PSM Makassar yang sempat tertunggak.
Sedangkan baru-baru ini, Bernardo Tavares menyebut Liga Malaysia memiliki kekuatan finansial yang lebih baik seusai PSM Makassar melawan Sabah FC di Piala AFC 2023 lalu.
"Kita realistis, Malaysia kondisinya lebih bagus. Tim di Malaysia itu memiliki keuangan yang baik dan benar," tutur Bernardo Tavares dikutip dari unggahan Instagram story @liga_dagelann beberapa waktu lalu.
Melihat situasi dari Bernardo Tavares di PSM Makassar tersebut, Persebaya Surabaya tentu bisa melancarkan pendekatan demi mendapatkan jasa pelatih yang berhasil menjuarai Liga 1 2022 lalu.
Namun, godaan dari Persebaya Surabaya haruslah besar, mengingat kontrak dari Bernardo Tavares di PSM Makassar masih berlaku hingga 2026 mendatang jika melihat dari Transfermarkt.
Patut dinantikan apakah Bernardo Tavares bakal membelot ke Persebaya Surabaya atau tetap bertahan di PSM Makassar hingga kontraknya habis kelak.

Baca juga: 4 Kejanggalan Laga Persik Kediri Vs PSM Makassar di Liga 1 2023, Kinerja Wasit Jadi Sorotan
Penghentian Laga Persik Kediri Vs PSM Makassar Timbulkan Polemik
Pertandingan Persik Kediri vs PSM Makassar dalam pekan ke-23 Liga 1 2023/2024 menimbulkan kontroversi dan membuat kinerja wasit dipertanyakan.
Seperti diketahui, laga Persik Kediri vs PSM Makassar yang tersaji di Stadion Brawijaya Kediri, Jawa Timur Senin (18/12/2023) sore berakhir imbang 1-1.
Dikutip dari Kompas.com, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Tri Widodo angkat suara terkait polemik penghentian laga Persik Kediri vs PSM Makassar.
Penghentian tersebut membuat laga ternodai dengan kontroversi.
Cerita Tri Widodo dimulai pada gol Yuran Fernandes pada menit ke-86.
Ia menyebut bola tandukan bek PSM tersebut sudah melewati garis gawang sebelum kemudian ditepis Dikri Yusron saat masih di tengah udara.
"Memang itu masuk dan terjadi gol, ketika bola sudah di dalam berhasil ditepis keluar oleh kiper, tetapi sudah melewati garis putih, berarti kan gol," tuturnya kepada Kompas.com.
Masalahnya, setelah itu, wasit Yudi Nurcahya tidak langsung mengesahkan gol tersebut.
Namun, dia membiarkan bola tepisan Dikri Yusron tersebut bergulir dan dimainkan dalam penguasaan bola Persik.
Persik pun melanjutkan permainan karena wasit tidak membunyikan peluit tanda terjadinya gol.
Pertandingan pun terus berjalan.
Baru setelah bola keluar lapangan, wasit berkoordinasi dengan hakim garis.
Dari hasil koordinasi tersebut, kemudian baru diputuskan bahwa gol dari Yuran Fernandes merupakan gol yang sah dan membuat PSM berhak unggul 1-0.
"Mungkin yang menjadi pemicu keributan adalah terlalu lama pengambilan keputusan itu, antara gol itu sah atau tidak," kata pria yang biasa disapa Widodo Hunter itu.
"Jadi, bagaimana bola itu masuk, kemudian ditepis ke tengah lapangan dan dimainkan lagi. Persik bermain menyerang, kemudian bola keluar dan baru terjadi diskusi gol itu," imbuhnya.

Setelah itu, pemain Persik melakukan protes keras kepada wasit.
Tri Widodo mengatakan, situasinya memang serba-ambigu.
Selain wasit utama terlambat memutuskan gol, hakim garis saat kejadian juga tidak menunjukkan tanda terjadinya gol atau mengambil tanda untuk menghentikan pertandingan.
"Nah, waktu mediasi atau meeting darurat di ruang wasit, alasannya wasit alat komunikasinya tidak jalan," katanya.
Hal ini kemudian memicu reaksi dari arah tribune suporter.
Suporter tentu mempertanyakan dan menuntut kejelasan dari keputusan yang tidak biasa ini.
"Itu kemudian yang menjadi pemicu penonton ikut memberikan reaksi keras dan setelah itu kita ketahui bersama kondisinya," katanya.
Kontroversi tidak berhenti sampai di situ.
Wasit ternyata tetap melanjutkan pertandingan sekalipun laga terjeda selama 76 menit.
Pada saat yang sama, pelatih PSM Bernardo Tavares dan Yuran Fernandes pergi terlebih dahulu karena mengejar penerbangan menuju negaranya masing-masing.
Begitu pula dengan pemain PSM yang sudah mempersiapkan diri untuk meninggalkan stadion.
Sebab, PSM berpegang pada regulasi Liga 1 2023/2024 yang menyebutkan bahwa jika dalam kurun 2 x 30 menit laga tidak dilanjutkan, laga dihentikan karena alasan force majeure.
Akibatnya, tim berjuluk Juku Eja itu terpaksa menyelesaikan pertandingan dengan persiapan kurang dan tanpa Bernardo Tavares dan Yuran Fernandes. (TribunWow.com)
Sebagian artikel ini telah diolah dari Kompas.com dengan judul "Kronologi Panpel Terkait Polemik Penghentian Laga Persik Vs PSM " dan BolaSport.com dengan judul Kocak! Bernardo Tavares dan Yuran Fernandes Cabut Duluan Kejar Pesawat saat Laga Persik Vs PSM Dihentikan