Perang Israel Vs Hamas
Hamas Lakukan Perekrutan Anggota di Lebanon, Hizbullah yang Jadi Sekutu Punya Peluang Lebarkan Sayap
saat ini Hizbullah kelompok pejuang Lebanon berusaha menggaet suara dari kelompok Sunni dengan kebutuhan Hamas yang ingin merekrut warga Lebanon
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Hamas menyerukan untuk merekrut pasukan dari Lebanon sejak 4 Desember 2023,
Namun, beberapa anggota partai politik dan pejabat utama di Lebanon mengecam tindakan Hamas itu.
Dikutip dari Al Jazeera, Hamas dituding telah melanggar hak asasi manusia, Senin (18/12/2023).
Baca juga: Israel Mulai Memompa Air ke Terowongan di Gaza untuk Tutup Jalan Hamas, AS Pertanyakan Nasib Sandera
Hamas dianggap melanggar kedaulatan nasional suatu negara.
Kelompok militan Palestina itu diyakini melakukan perekrutan di Lebanon melalui pengumuman di kamp pengungsi Palestina dan masjid di sana.
Hal ini juga tak terlepas dari keberadaan Hizbullah dan politik di Lebanon.
Profesor Ilmu Politik di American University of Beirut Hilal Khashan mengatakan saat ini Hizbullah kelompok pejuang Lebanon berusaha menggaet suara dari kelompok Sunni.
Baca juga: Keluarga Sandera Israel Marah dengan Netanyahu, Sebut Pimpinan Hamas-lah yang Telah Bebaskan Mereka
Selain itu, Lebanon juga telah mendapatkan dampak serangan dari Israel di sisi selatan.
“Hizbullah mencoba mendapatkan dukungan dari kelompok Sunni (seperti Hamas di Lebanon) dalam perjuangannya melawan Israel dari Lebanon selatan,” ujar Hilal Khashan.
Namun hal itu tak akan mudah lantaran Hizbullah saat ini sepenuhnya telah mengendalikan situasi di perbatasan.
Diketahui, hubungan Hamas dan Hizbullah kembali terjalin dalam beberapa tahun terakhir setelah perpecahan perang saudara di Suriah.
Baca juga: Terowongan Gaza yang Jadi Markas Hamas Terancam Ditenggelamkan oleh Israel, Ini Rencana IDF

Anggota kepemimpinan Hamas meninggalkan markas mereka sebelumnya di Damaskus pada tahun 2012 setelah mengutuk tindakan brutal Presiden Suriah Bashar al-Assad terhadap protes.
Mulai tahun 2017 dan seterusnya, beberapa anggota Hamas kembali ke Lebanon, termasuk Zaher Jabarin, yang bertanggung jawab atas isu-isu terkait tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.
Hizbullah telah mempertahankan dominasinya di Lebanon selatan selama beberapa dekade.
Namun para pejabat Israel baru-baru ini mengatakan mereka tidak bisa lagi menerima kehadiran kelompok tersebut, atau unit elit al-Radwan mereka, di perbatasan utara Israel.
Itu sebabnya meningkatnya kehadiran Hamas di Lebanon bisa menjadi keputusan taktis yang juga menguntungkan Hizbullah, menurut beberapa analis.
Hizbullah tengah mencari sekutu dalam periode perang karena Israel. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)
Sumber: TribunWow.com
Hamas akan Nyatakan Kemenangan dalam Perang Gaza Lawan Israel setelah Kesepakatan Gencatan Senjata |
![]() |
---|
Tentara Israel IDF Diklaim Alami Rugi Besar di Jabalia, Disebut Lakukan Serangan Tanpa Arah |
![]() |
---|
Kegagalan Intelijen Israel pada 7 Oktober Buktikan Hamas Sulit Disusupi |
![]() |
---|
Ali Khamenei Sebut Tak Butuh Pasukan Proksi: Pejuang Perlawanan Bertempur atas Keyakinan Sendiri |
![]() |
---|
Ali Khamenei Tegas Teheran Katakan Tidak Butuh Pasukan Proksi seperti Hizbullah-Houthi |
![]() |
---|