Liga 1
Nasib di Luar Dugaan Pemain Bersejarah Persija Jakarta-Persib Bandung: Cadangan Mati, Liga 3 Menanti
Nasib di luar dugaan pemain bersejarah Persija Jakarta dan Persib Bandung, cadangan mati hingga kini Liga 3 menanti.
Editor: adisaputro
TRIBUNWOW.COM - Nasib di luar dugaan pemain bersejarah Persija Jakarta dan Persib Bandung, cadangan mati hingga kini Liga 3 menanti, Jakmania-Bobotoh cek sosoknya.
Dilansir TribunWow.com, mantan pemain yang pernah berjaya bersama Persija Jakarta dan Persib Bandung, Shahar Ginanjar, kini tengah alami nasib apes.
Kariernya terus alami kemerosotan dan kerap menjadi cadangan mati bahkan sejak membela Persija Jakarta dan Persib Bandung.
Saat membela Persija Jakarta, Shahar Ginanjar menjadi cadangan mati kiper Macan Kemayoran, Andritany Ardhyasa.
Baca juga: Nasib Legenda Persija & Persis: Menghilang dari Kedalaman Skuad Arema FC, Ternyata Ini Penyebabnya
Meski begitu, Shahar Ginanjar masih terbilang cukup mendapatkan caps dan menit bermain sebanyak 29 pertandingan dengan 2.628 menit bermain.
Dengan catatkan 11 cleansheet dan 31 kebobolan.
Catatan itu ditorehkan Shahar Ginanjar selama dua musim sejak 2019 sampai dengan 2021 membela Persija Jakarta.
Meskipun jadi cadangan mati Andritany Ardhyasa, Shahar Ginanjar patut berbangga dengan mampu mengantarkan Persija Jakarta juara Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2018.
Jauh sebelum membela Persija Jakarta, image spesialis pelapis sudah dirasakan kiper kelahiran Purwakarta tersebut.
Kala itu, gabung bersama Persib Bandung sejak 2012 sampai dengan 2015, Shahar Ginanjar selalu dalam bayang-bayang I Made Wirawan.
Meski selalu kesulitan, Shahar Ginanjar mampu membawa Persib Bandung menjuarai Indonesia Super League (ISL) 2014 atau edisi terakhir.
Sekaligus menggondol Piala Presiden 2015 pada saat itu.
Usai memperkuat Persib Bandung, Shahar Ginanjar tercatat pernah memperkuat beberapa tim lainnya seperti Mitra Kukar, Barito Putera, dan PSM Makassar.
Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk mencari pelabuhan baru bersama klub Liga 2, Dewa United FC.
Shahar Ginanjar pun sukses membawa Dewa United lolos ke Liga 1 2022 sebagai juara ketiga.
Satu musim bersama Dewa United, Shahar Ginanjar putuskan bergabung ke Borneo FC.
Kembali, nasib apes Shahar Ginanjar terjadi lagi.

Baca juga: Sinyal Daisuke Sato Segera Angkat Kaki dari Persib Bandung, 2 Klub Beda Kasta Thailand Destinasinya?
Sosoknya yang digadang-gadang bakal jadi kiper utama justru tergusur oleh Angga Saputro.
Dan pada akhirnya, Borneo FC memilih untuk memulangkan kembali Nadeo Argawinata dari Bali United.
Shahar Ginanjar pun memutuskan untuk angkat kaki dan kembali banting setir kedua kalinya ke klub Liga 2 bersama Kalteng Putra.
Kali ini, nasib sebagai cadangan mati kembali melekat.
Kiper berusia 33 tahun itu kalah dengan Jandia Eka di bawah mistar.
Shahar Ginanjar hanya bermain empat pertandingan dengan kebobolan 5 gol dari 360 menit bermainnya.
Tak hanya kembali ukir sebagai cadangan mati, Shahar Ginanjar kini harus puas melihat Kalteng Putra potensi terjun bebas ke Liga 3.
Skuad bintang Kalteng Putra tak jadi jaminan mereka dapat melenggang mulus ke Liga 1 dan malah jsutru sebaliknya.
Kepastian itu bisa saja terjadi andai kata Kalteng Putra gagal lolos dari babak play off Liga 2.
Mengingat saat ini, Kalteng Putra berada di posisi ke-6 klasemen Liga 2 2023/2024 grup D.
Menarik dinantikan akankah tuah Shahar Ginanjar yang kerap beri gelar tim yang ia bela berbuah lolosnya Kalteng Putra dari jeratan zona merah, atau justru sebaliknya.

Baca juga: Skema Dadakan Unik Thomas Doll di Persija Jakarta: Coba Munculkan Kolaborasi Tsubasa dan Misaki Baru
Profil Shahar Ginanjar
Dikutip TribunWow.com dari Transfermarkt, berikut profil lengkap Shahar Ginanjar:
Nama Lengkap : Shahar Ginanjar
Tanggal Lahir : 4 November 1990
Tempat Kelahiran : Purwakarta, Indonesia
Usia : 33 Tahun
Tinggi : 1,86 m
Kewarganegaraan : Indonesia
Posisi : Goalkeeper/Kiper
Kaki : Right/Kanan
Klub saat ini : Kalteng Putra
Bergabung : 10 Juli 2023
Rekam Jejak Karier
1. Persipo Purwakarta (2005-2007)
2. Pelita Jabar Junior (2008-2011)
3. Pelita Jaya (2011-2012)
4. Pelita Bandung Raya (2012)
5. Persib Bandung (2012-2015)
6. Mitra Kukar (2015-2017)
7. Barito Putera (1 Januari - 6 Desember 2017)
8. PSM Makassar (2017-2018)
9. Persija Jakarta (23 Juli - 31 Desember 2018)
10. PSM Makassar ( 31 Desember 2018- 1 Januari 2019)
11. Persija Jakarta (2019-2021)
12. Dewa United (2021-2022)
13. Borneo FC (2022-2023)
14. Kalteng Putra (2023-hingga saat ini).
(TribunWow.com/Adi Manggala S)