Pilpres 2024
Sambil Tertawa Kecil, Ini Respons Jokowi saat Ditanya soal PDIP yang Merasa Ditinggalkan
Presiden Jokowi memberikan respons soal pernyataan elite PDIP yang menyatakan kesedihan dan kekecewaan karena merasa ditinggalkan olehnya.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pernyataan elite PDI Perjuangan (PDIP) yang menyatakan kesedihan dan kekecewaan karena merasa ditinggalkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) jadi perbincangan.
Presiden Jokowi lantas memberikan tanggapannya soal pernyataan elite PDIP yang merasa sedih dan kecewa karena ditinggalkan.
Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan keterangan pers selepas meninjau Pasar Bulan, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (31/10/2023).
Baca juga: Partai Gelora Ungkap Jokowi Sempat Dorong Prabowo Komunikasi dengan PDIP Jauh sebelum Gibran Muncul
Awalnya, Presiden menjelaskan soal harga beras dan stok beras di Tanah Air.
Presiden kemudian memberikan penekanan mengenai bagaimana cara menjaga harga beras tetap stabil.
Selain itu, Kepala Negara juga mengingatkan kepala daerah agar menggunakan beragam cara untuk menjaga stabilitas harga pangan di daerah masing-masing.
Setelah itu, wartawan menanyakan bagaimana tanggapan Presiden soal pernyataan PDIP yang merasa kecewa karena ditinggalkan.
Mendengar pertanyaan tersebut, Jokowi tertawa kecil.
Sesaat kemudian sambil tersenyum, dia memberikan jawaban tidak ingin berkomentar soal hal itu.
"Saya enggak ingin mengomentari," ujar Jokowi seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (1/11/2023).
Sambil terlihat beranjak akan meninggalkan lokasi, Presiden kemudian mengarahkan kedua tangan ke depan sebagai tanda berpamitan dan menyudahi sesi keterangan pers.
Namun, wartawan masih menanyakan satu pertanyaan lagi kepadanya.
Yakni soal pertemuan dengan tiga bakal calon presiden (capres) di Istana Merdeka pada Senin (30/10/2023).
Baca juga: Erick Thohir Beri Dukungan untuk Prabowo di Pilpres 2024, Beberkan Beberapa Pesan untuk sang Menhan
Presiden kemudian kembali memberikan atensi dan menjawab pertanyaan itu.
Menurut Presiden, saat bertemu para bakal capres dia mengajak untuk menjalani tahapan pemilihan umum (pemilu) secara damai.
Presiden juga menekankan agar capres tidak membuat kampanye negatif.
"Saya mengajak untuk menjaga bersama-sama agar pemilu berjalan dengan damai, tidak ada saling fitnah memfitnah, tidak ada kampanye negatif, tidak ada saling menjelekkan," ungkap Jokowi.
"Tidak ada saling merendahkan, tetapi dengan adu program, adu gagasan, saya kira itu. Rakyat menginginkan itu," kata dia.
Adapun belakangan ini, sejumlah elite PDIP nampak terang-terangan menyatakan kekecewaannya pada Jokowi.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, misalnya, mengatakan kader banteng tengah berduka karena ditinggalkan Jokowi.
Menurut dia, akar rumput PDIP awalnya tidak percaya Presiden Jokowi akan meninggalkan partai yang membesarkan namanya.
Hasto pun menyatakan para kader tak percaya bahwa Jokowi akan meninggalkan PDIP.
“Ketika DPP Partai bertemu dengan jajaran anak ranting dan ranting sebagai struktur Partai paling bawah, banyak yang tidak percaya bahwa ini bisa terjadi,” kata Hasto dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (29/10/2023).
Namun, kata Hasto, dengan kondisi yang saat ini terjadi, PDIP merasakan sedih yang mendalam.
Padahal, Jokowi telah diberikan dukungan oleh akar rumput dan seluruh simpatisan PDIP sejak menjadi Wali Kota Solo hingga menjabat sebagai Kepala Negara.
Baca juga: Prabowo-Anies-Ganjar Beberkan Alasan Cawapresnya Tak Ikut saat Dijamu Makan Siang Presiden Jokowi
Respons Prabowo
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto sebelumnya juga menanggapi kesedihan PDIP yang karena ditinggalkan Gibran dan keluarga Jokowi.
Prabowo Subianto menyebutkan hal yang dialami oleh PDIP merupakan bagian dari demokrasi.
"Ini kan proses demokrasi," kata Prabowo saat peresmian posko pemilih Prabowo-Gibran di Taman Gunawarman Barat nomor 23, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (30/10/2023) dilansir Tribunnews.com.
Ketua Umum Partai Gerindra itu pun mengungkit banyak kadernya yang juga diambil partai politik (parpol) lainnya.
Namun, hal ini tidak membuatnya dengan parpol itu menjadi masalah.
"Saya juga banyak kader saya juga yang diambil pihak lain, ya kita baik-baik aja ya kan. Kan kita satu bangsa satu negara," pungkasnya. (*)
Baca berita Pilpres 2024 lainnya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Jokowi Tertawa Ditanya soal PDIP yang Merasa Ditinggalkan..."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2-yang-ke-50-selasa-1012023.jpg)