Liga 1
PSS Sleman Kian Cemberut: Sulit Gaet Sho Yamamoto dari Persebaya, Kini Pemainnya Dicomot Arema FC
Arema FC dan Persebaya Surabaya disinyalir bakal membuat PSS Sleman bersedih jelang putaran kedua Liga 1 2023.
Editor: auliamajd
TRIBUNWOW.COM - PSS Sleman berpotensi cemberut pada putaran kedua Liga 1 2023 berkat siasat dari Persebaya Surabaya dan Arema FC.
Dilansir TribunWow.com, PSS Sleman yang tengah berusaha bangkit kembali ke papan atas klasemen sementara Liga 1 2023 tengah berusaha mendatangkan beberapa pemain baru di putaran kedua nanti.
Satu nama yang santer diincar oleh PSS Sleman adalah pilar Persebaya Surabaya asal Jepang, yakni Sho Yamamoto.
Baca juga: PSS Sleman Full Gigit Jari? Persebaya Sukses Goda Sosok Rp 4,78 Miliar, Opsi Ini Bisa Dilirik Mihail
Sho Yamamoto sendiri berpotensi keluar dari Persebaya Surabaya setelah sempat dikabarkan tidak selaras dengan sang pelatih, yakni Josep Gombau dan PSS Sleman santer menjadi klub yang berminat untuk menampung pemain Bajul Ijo tersebut.
Akan tetapi, keinginan PSS Sleman untuk menggaet Sho Yamamoto dari Persebaya Surabaya besar kemungkinan bakal terganjal.
Pasalnya, Persikabo 1973 yang dilatih oleh Aji Santoso kabarnya juga meminati Sho Yamamoto dari Persebaya Surabaya dan bakal menjadi pesaing PSS Sleman.
"RUMOURS!!! Selain Paulo Victor, Persikabo dikabarkan mengincar Sho Yamamoto," tulis @gozipbola terkait rumor Persikabo 1973 yang bakal menjadi penghalang PSS Sleman tersebut.
PSS Sleman yang santer melepas Kei Sano di putaran kedua Liga 1 2023 tersebut memang dikabarkan menaruh minat kepada Sho Yamamoto.

Baca juga: Info Bursa Transfer Liga 1: Perputaran Pemain Asing Persebaya, Arema FC, PSIS Semarang, PSS dan PSM
Selain semakin berat mendatangkan Sho Yamamoto dari Persebaya Surabaya, PSS Sleman juga berpotensi kehilangan pilarnya di putaran kedua Liga 1 2023.
Dilansir TribunWow.com dari unggahan Instastory @liga_dagelann pada Sabtu, 14 Oktober 2023, sosok gelandang pengangkut air dari PSS Sleman, yakni Wahyudi Hamisi dikabarkan merapat ke Arema FC.
"Wahyudi Hamisi dari PSS menuju Arema FC," tulis @liga_dagelann yang merupakan akun pengamat sekaligus gosip sepak bola Indonesia tersebut.
Wahyudi Hamisi sendiri memegang peranan penting di PSS Sleman setelah digaet dari Borneo FC di Liga 1 2023 ini.
Melirik dari Transfermarkt, Wahyudi Hamisi sudah tampil sebanyak 13 pertandingan dan mencetak satu gol untuk PSS Sleman.
Besar kemungkinan, Wahyudi Hamisi tengah diproyeksikan oleh Arema FC sebagai pengganti Arkhan Fikri yang santer dikabarkan bakal abroad ke luar negeri.
Patut dinantikan nasib PSS Sleman selanjutnya dalam berburu pemain jelang putaran kedua Liga 1 2023 mendatang.

Baca juga: Dibidik PSIS Semarang, Wonderkid PSS Sleman Tak Tutup Kemungkinan Gabung
PSS Sleman Diliputi Dugaan Match Fixing di Liga 2 2018
PSS Sleman yang kini tengah terkena dugaan pengaturan skor (match fixing) di Liga 2 2018 lalu tengah terancam sanksi berat apabila merujuk kepada pernyataan sang Ketua Umum PSSI, yakni Erick Thohir beberapa waktu lalu.
Dilansir TribunWow.com dari BolaSport.com pada Kamis, 12 Oktober 2023 lalu, Satgas Anti Mafia Polri baru-baru ini mengungkapkan temuan terbarunya terkait kasus pengaturan skor yang sempat terjadi pada Liga 2 2018.
Menurut penuturan Kepala Satgas Anti Mafia Bola Polri Asep Edi pada Kamis, 12 Oktober 2023 lalu, ada dugaan bahwa satu klub yang ikut kompetisi Liga 2 2018 mengatur hasil pertandingan secara sengaja untuk meraih tiket promosi ke kasta pertama di musim depannya.
Pada kompetisi Liga 2 2018 lalu, terdapat tiga tim yang mendapat jatah promosi, yakni PSS Sleman, Kalteng Putra, serta Semen Padang.
"Dalam beberapa pertandingan klub Y menang, dan naik ke Liga 1," ujar Asep Edi, Kamis 12 Oktober 2023 lalu.
"Dari delapan pertandingan, tujuh menang, satu kalah," lanjut Asep Edi.
Pada kompetisi Liga 2 2018, PSS Sleman lah yang berhasil menjadi kampiun setelah mengalahkan Semen Padang dengan skor 2-0 pada pertandingan yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor.
Akan tetapi, menurut penuturan terbaru dari Asep Edi, pelaku pengaturan skor tersebut masih bermain di kompetisi Liga 1 2023 ini.
Apabila dirunut, indikasi pengaturan skor di Liga 2 2018 lalu kini mengarah ke PSS Sleman, mengingat Semen Padang dan Kalteng Putra masih bermain di Liga 2 2023.
PSS Sleman kini berada di peringkat ke-14 klasemen sementara Liga 1 2023 dengan torehan 18 poin.

"Masih di Liga 1 (klub Y yang terlibat match fixing)," lanjut Asep Edi.
"Dari 2018-2023 (kasus match fixing yang diselidiki)."
"Namun kan 2020-2021 akhir tidak ada pertandingan karena COVID-19," tambah Asep Edi.
Apabila benar adanya terbukti melakukan match fixing di Liga 2 2018 lalu, maka PSS Sleman kini terancam sanksi berat sesuai yang diutarakan oleh Erick Thohir beberapa waktu lalu.
Melansir dari Kompas.com pada Rabu, 19 April 2023 lalu, Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI sempat menyatakan bahwa pelaku match fixing di Liga Indonesia harus didegradasi.
“Jadi, kalau ada kejadian di lapangan apakah aturan yang ditabrak, jangan main main match fixing, kalau match fixing, langsung degradasi saja. Kalau ada match fixing, ditangkap, lalu degradasi,” tutur Erick Thohir saat berada di GBK Arena, Rabu 19 April 2023 lalu.
"Dan wasit, pemain, hukum semua," tandas Erick Thohir.
Sedangkan pada 26 Juni 2023 lalu, Erick Thohir juga menyatakan bahwa pelaku pengaturan skor bakal dilarang berkecimpung di dunia sepak bola seumur hidupnya.
"Kita sudah sepakat yang namanya pemain, wasit, pemilik, pengurus, termasuk saya, kalau memang ada main-main tidak boleh berkecimpung dalam sepak bola seumur hidup," tutur Erick Thohir.
"Kalau olahraga lain seperti bola basket bisa, masa sepak bola yang nomor satu kalah sama basket, ya?" lanjut Erick Thohir.
Tentu, akan menjadi kerugian besar bagi PSS Sleman apabila terbukti menjadi pelaku pengaturan skor di Liga 2 2018 lalu.
Selain terdegradasi, pemain-pemain penting PSS Sleman di Liga 1 2023 ini seperti Jonathan Bustos, Hokky Caraka, hingga Thales Lira bisa saja hengkang menuju klub rival di musim ini.
Patut dinantikan bagaimana kelanjutan dari kasus pengaturan skor di Liga 2 2018 selanjutnya. (TribunWow.com/Aulia)
Baca berita Liga 1 lainnya
Sebagian artikel ini telah diolah dari BolaSport.com dengan judul Klub Liga 2 yang Terlibat Match Fixing pada 2018 Masih Tampil di Liga 1 dan Kompas.com dengan judul Erick Thohir Ancam Pelaku "Match Fixing" Akan Dihukum Seumur Hidup