Breaking News:

Perang Israel Vs Hamas

Perang Palestina dan Israel Memanas, Prabowo Subianto Gelar Rapat Terbatas, RS Indonesia Terdampak

Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas menyusul memanasnya hubungan Palestina dan Israel, Minggu (9/10/2023).

Instagram/@prabowo
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto @prabowo memberikan pengarahan pada acara Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Bagi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Tahun 2023, di Lemhannas RI, Jakarta, Senin (19/6). Perang Palestina dan Israel Memanas, Prabowo Subianto Gelar Rapat Terbatas, RS Indonesia Terdampak 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas menyusul memanasnya hubungan Palestina dan Israel, Minggu (9/10/2023).

Perang kedua negara tersebut kembali memanas setelah Hamas Palestina memulai serangan ke wilayah Israel, Sabtu (8/10/2023) dan langsung dibalas oleh Israel ke Jalur Gaza.

Prabowo Subianto yang rencananya mengikuti acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jakarta Selatan mendadak tidak ikut menghadiri.

Calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu harus menggelar rapat terbatas.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Noor.

Baca juga: Prabowo Dinilai Sosok yang Mendekati Kriteria Jokowi soal Pemimpin Ideal, Ini Kata Pengamat

Baca juga: Siapa Hamas? Kelompok di Palestina yang Didirikan oleh Imam hingga Dapat Dukungan dari Negara Islam

"Saya baru dapat WA (Whatsapp), Bapak Prabowo tidak bisa hadir. Dan beliau memimpin rapat kabinet terbatas soal Timur Tengah," ujar Afriansyah.

Afriansyah mengungkapkan, rapat terkait perang antara Israel dan Palestina.

Menurutnya, Rumah Sakit (RS) Indonesia di sana turut terkena bom.

Terbaru, 250 orang tewas akibat perang ini.

 

"Jadi ada kejadian hari ini... Apa namanya... Terjadi perang di Israel, di Palestina, rumah sakit dibom. Rumah Sakit Indonesia dibom di Palestina," katanya.

Oleh karena itu, Afriansyah sekaligus meminta doa untuk keselamatan orang-orang di Palestina.

"Kita doakan keluarga besar kita yang berada di seluruh dunia baik, termasuk di Palestina selamat dalam lindungan Allah SWT," ujar Afriansyah.

Sebelumnya, kelompok militan Palestina, Hamas, melancarkan serangan ke Israel pada Sabtu (7/10/2023) pagi.

Hamas mengklaim, pihaknya telah menembakkan 5.000 roket.

Sedangkan Israel menyebutkan bahwa pesawat tempur kelompok ini sudah memasuki wilayahnya.

Baca juga: UPDATE Serangan Hamas ke Israel, Korban Tewas Capai 350 Orang, Puluhan Warga Diculik dan Disandera

Juru Bicara Hamas Khaled Qadomi mengatakan, serangan kelompoknya ke Israel dilakukan sebagai respons atas kekejaman yang dirasakan rakyat Palestina selama beberapa tahun belakangan.

"Kami ingin masyarakat internasional menghentikan kekejaman di Gaza, terhadap rakyat Palestina, situs-situs suci kami seperti Al-Aqsa. Semua hal ini adalah alasan di balik dimulainya pertempuran ini," ujarnya dikutip dari Al Jazeera.

Serangan balasan Israel ke Jalur Gaza Palestina, Sabtu (7/10/2023).
Serangan balasan Israel ke Jalur Gaza Palestina, Sabtu (7/10/2023). (Al Jazeera via Tribunnews.com)

Sementara itu, Komandan Militer Hamas Mohammed Deif mengatakan, serangan ke Israel merupakan respons atas blokade yang terjadi di Gaza selama 16 tahun.

Ia juga menyoroti serangan Israel ke kota-kota di Tepi Barat selama setahun terakhir, termasuk tindak kekerasan di Al Aqsa.

Deif mengungkapkan, serangan ini sebagai 'Operasi Badai Al Aqsa' dan mengajak warga Palestina dari Yerusalem Timur dan Palestina untuk bergabung dalam perlawanan ini.

"Cukup sudah. Hari ini rakyat mendapatkan kembali revolusi mereka," ujarnya Deif dikutip dari Associated Press, Sabtu.

Israel seperti diketahui telah melancarkan apa yang disebutnya "Operasi Pedang Besi" sebagai tanggapan atas serangan Hamas.

Juru bicara militer Israel mengakui pihaknya telah menyerang sasaran di Gaza dari udara.

Sementara itu, AFP melaporkan, jet tempur Israel menyerang tiga gedung bertingkat di Gaza pada Sabtu.

“Organisasi teroris Hamas dengan sengaja menempatkan aset militernya di jantung penduduk sipil di Jalur Gaza,” kata Militer Israel dalam sebuah pernyataan yang mengkonfirmasi serangan tersebut.

"Sebelum serangan, IDF (Pasukan Pertahanan Israel) memberikan peringatan dini kepada para penghuninya... dan meminta mereka untuk mengungsi," ujar mereka.

Baca berita lainnya

Sebagian artikel ini telah diolah dari Kompas.com dengan judul Prabowo Disebut Pimpin Rapat Kabinet Terbatas Buntut Memanasnya Lagi Israel-Hamas

Sumber: Kompas.com
Tags:
Perang Israel Vs HamasPalestinaIsraelHamasGazaPrabowo Subianto
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved