Breaking News:

Pilpres 2024

Semprot Balik Pernyataan Anies tentang PSN, Jokowi Tantang dan Minta Bacapres NasDem untuk Buktikan

Presiden Jokowi meminta Anies Baswedan untuk menunjuk langsung siapa yang memberi titipan di PSN buntut pernyataan dari sang bacapres Partai NasDem.

Penulis: Aulia Majid
Editor: Lailatun Niqmah
Warta Kota/Yulianto dan Dok.Kompas.com
Foto kiri: Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan dan Persatuan Anies Baswedan memberikan pidato politik saat menghadiri peringatan Milad Ke-21 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/5/2023). Terbaru, Anies Baswedan telah menanggapi pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang akan cawe-cawe dalam Pilpres 2024. 

TRIBUNWOW.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyemprot balik kritikan yang sempat dilontarkan oleh bacapres dari Partai NasDem, yakni Anies Baswedant terkait Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dilansir TribunWow.com, Senin 2 Oktober 2023, Anies Baswedan sebelumnya menyebut PSN berpotensi jadi titipan dari berbagai pihak.

Anies Baswedan menyatakan juga bahwa apabila PSN tidak dikendalikan dengan baik maka akan menjadi titipan dari kanan maupun kiri.

Baca juga: Tak Pernah Puncaki Hasil Survei Pilpres, Anies Baswedan Tanggapi dengan Santai, Ungkit Pilkada DKI

Menanggapi kritikan Anies tersebut, Presiden Jokowi langsung buka suara dan meminta bacapres NasDem tersebut untuk membuktikan PSN mana yang menjadi titipan.

Dilansir TribunWow.com dari kanal YouTube Kompas TV pada Senin, 2 Oktober 2023, Jokowi juga meminta Anies Baswedan untuk menunjukkan juga siapa yang menitipkan dalam PSN.

"Ya ditunjuk saja, proyek yang mana, yang titip siapa?," ujar Presiden Jokowi, dalam acara Istana Berbatik di Istana Merdeka Minggu 1 Oktober 2023 lalu.

Di sisi lain, kritikan Anies Baswedan tentang PSN di era pemerintahan Presiden Jokowi tersebut dilontarkan saat Rakornas Partai Masyumi di Jakarta, pada Sabtu 30 September 2023 lalu.

Dilansir TribunWow.com dari TribunJateng.com, Anies Baswedan menilai PSN adalah sebuah proyek yang baik secara substansial dan harusnya disusun secara transparan dan melibatkan publik.

"Tapi kalau itu tak dilakukan dengan baik, PSN itu kemudian jadi titipan kanan kiri yang masuk tanpa kita ketahui bagaimana proses itu disusun," tutur Anies Baswedan.

"Dan ketika titipan kanan-kiri, konsekuensinya dirasakan oleh masyarakat. Ini kita kembali perlu luruskan, sehingga apa yang menjadi kebijakan-kebijakan itu mencerminkan tujuan awal," tandasnya.

Presiden Joko Widodo didampingi Mensesneg Pratikno dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi memberi keterangan usai acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/7/2023). Presiden melantik Budi Arie Setiadi yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) menggantikan Johnny G Plate. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo didampingi Mensesneg Pratikno dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi memberi keterangan usai acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/7/2023). Presiden melantik Budi Arie Setiadi yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) menggantikan Johnny G Plate. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Baca juga: Ganjar dan Prabowo Ketar-ketir? Anies-Cak Imin Panen Dukungan Kiai di Jatim, Berikut Daftar Sosoknya

Tak Pernah Puncaki Hasil Survei Pilpres, Anies Baswedan Tanggapi dengan Santai

Bakal capres yang diusung oleh Partai NasDem dan Koalisi Perubahan, yakni Anies Baswedan tanggapi santai dirinya yang tak menonjol di hasil survei Pilpres 2024.

Dilansir TribunWow.com, Anies Baswedan menjadi bacapres yang dipilih Partai NasDem untuk kontestasi Pilpres 2024 mendatang dan dipasangkan dengan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Langkah Anies Baswedan untuk mengganden Cak Imin tersebut belum diikuti Ganjar dan Prabowo yang belum memiliki wakil untuk Pilpres 2024 kelak.

Kini, Anies Baswedan sempat buka suara terkait hasil survei Pilpres 2024 yang menyatakan dirinya kalah saing dari Prabowo maupun Ganjar.

Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com pada Senin, 2 Oktober 2023, Anies Baswedan mengaku hanya ingin fokus pada pungutan suara Pilpres yang baru dihelat pada 14 Februari 2024 kelak.

"Bulan lalu saya ditanya survei, dua bulan lalu ditanya survei, satu bulan lalu juga ditanya survei. Setiap survei itu menggambarkan potret hari ini. Angkanya bisa gonta ganti. Sementara, pemilu itu potret di tanggal 14 Februari," tutur Anies Baswedan.

Anies Baswedan pun sempat mengungkit pencapaiannya saat mengikuti Pilkada DKI 2017 lalu, di mana ia mengaku tak diunggulkan lembaga survei manapun.

"Pengalaman kami ketika Pilkada DKI tidak ada satu lembaga survei pun yang menempatkan kami nomor dua, apalagi nomor satu. Semua menempatkan nomor 3. Apakah benar hasilnya seperti itu? Ternyata tidak," tutur Anies.

Anies Baswedan optimis karena menganggap rakyat membutuhkan keadilan dan pembaharuan.

"Saya yakin bahwa rakyat Indonesia menginginkan adanya keadilan, menginginkan adanya pembaharuan," lanjut Anies.

Bacapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan.
Bacapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan. (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

Dilansir lebih lanjut dari Kompas.com, dalam survei sebulan terakhir, Anies Baswedan tidak bisa bersaing di papan atas.

Menurut survei Lembaga Indikator yang dihelat pada 25 Agustus-3 September 2023, dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia, Ganjar memimpin tipis atas Prabowo, di mana 37,4 persen berbanding dengan 33 persen.

Sedangkan Anies Baswedan hanya mendapat suara 21,5 persen.

Pada hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas pada 27 Juli hingga 7 Agustus 2023 lalu menyebut Ganjar memiliki elektabilitas tertinggi di kalangan perempuan, yakni sebesar Rp 36,6 persen.

Di sisi lain, Prabowo menempati dengan raihan 30,5 pertsen, disusul Anies dengan raihan 23,2 persen meski ada prosentase 9,7 persen tak menjawab.

Sedangkan pada kategori perempuan yang masih bisa berubah pikiran, Prabowo ada di puncak dengan raihan suara 31,9 persen, sedangkan Ganjar memperoleh 27,2 persen dan Anies sebesar 17,3 persen.

Menurut survei Indoriset yang digelar pada September 2023 lalu, Prabowo memimpin dengan perolehan 38,4 persen disusul Ganjar 34,4 persen, dan Anies sebesar 25,2 persen.

Survei lain yang digelar oleh Denny JA pada Agustus 2023, di kalangan pemilih dari Nahdlatul Ulama, Prabowo tertinggi dengan angka 36,2 persen, unggul tipis dari Ganjar yang berada di level 35,5 persen dan Anies yang terendah dengan torehan 17,9 persen.

Anis Baswedan sendiri unggul di survei kalangan Muhammadiyah, di mana ia mendapat suara sebesar 45,2 persen, disusul Ganjar dengan 33 persen dan Prabowo 20,8 persen. (TribunWow.com)

Baca berita Pilpres 2024 lainnya

Tags:
Anies BaswedanPilpres 2024JokowiPartai Nasdem
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved