Breaking News:

Pilpres 2024

Mungkinkah Sindiran Jokowi soal Parpol Ngalor Ngidul Itu untuk PKB? Berikut 3 Sinyal Indikasinya

Mungkinkah sindiran Presiden Jokowi soal partai politik ngalor ngidul ditujukan untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)? Ini 3 indikasinya.

Instagram @jokowi @aniesbaswedan @cakiminow
Presiden Jokowi (kiri), Anies Baswedan (tengah) dan Cak Imin (kanan). Mungkinkah sindiran Presiden Jokowi soal partai politik ngalor ngidul ditujukan untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)? Ini 3 indikasinya. 

TRIBUNWOW.COM - Mungkinkah sindiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal partai politik ngalor ngidul ditujukan untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)? 

Dilansir TribunWow.com, sebelum munculnya isu Anies Baswedan dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin bersatu, Presiden Jokowi sudah cium kecurigaan.

Presiden Jokowi sudah mencium kejanggalan dan menyebut jika ada partai politik yang masih ngalor ngidul dalam bersikap.

Presiden ketujuh Indonesia itu mengaku tak ingin tergesa-gesa dalam bersikap.

Baca juga: Gelagat Panggilan Dadakan untuk Anies Baswedan Sinyal Koalisi Perubahan Bubar? Berikut Kronologinya

Ia mengaku masih mengamati roda politik yang saat ini dinamis untuk bisa mengambil tindakan.

Oleh karenanya, Jokowi meminta para kader tak perlu buru-buru dalam menentukan sikapnya.

Mantan Wali Kota Solo itu mengaku lebih baik fokus kerja dulu untuk meningkatkan ekonomi Indonesia.

"Urusan 2024 tidak usah tergesa-gesa. Kita kerja dulu saja untuk ekonomi negara kita," papar Jokowi.

Menurut pengamatannya, Jokowi melihat masih akan ada atraksi politik yang akan dipertontonkan.

"Karena kita lihat, atraksi politiknya belum selesai. Saya tidak tahu partai anu ke sana, partai anu ke sini, masih ngalor-ngidul, saya mengamati dulu dari jauh," tutur Jokowi.

Atas dasar itu, ia lebih memilih untuk giat terlebih dahulu bekerja agar tetap produktif ketimbang langsung mengambil sikap atas adanya atraksi partai politik yang menurutnya ngalor ngidul.

"Jadi kita giat bekerja saja, jadi produktif," pungkasnya.

Jokowi Ngalor Ngidul 22
Presiden Joko Widodo, Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (29/9/2023).

Baca juga: Manuver Politik Anies Baswedan-NasDem: Bikin Demokrat Naik Pitam hingga Sowan ke Ibunda Cak Imin

Lantas, mungkinkah sindiran Jokowi untuk partai yang ngalor ngidul itu diperuntukkan untuk PKB?

Berikut ini tiga indikasi yang bisa menggambarkan partai ngalor ngidul yang disindir Jokowi adalah PKB:

1. Anies Baswedan Dapat Panggilan Dadakan

Di tengah gaduhnya kondisi politik imbas manuver Anies Baswedan yang santer bersatu dengan Cak Imin, sinyal hal itu benar adanya terjadi terendus dari keputusannya batal hadir dalam Ideafest 2023.

Menurut pihak panitia, pembatalan Anies Baswedan menghadiri Ideafest 2023 karena mendapatkan panggilan mendadak.

"Pak Anies batal, katanya ada panggilan mendadak," ujar anggota panitia penyelenggara tersebut kepada Kompas.com di lokasi acara.

Meski Anies Baswedan batal hadir, dua bacapres lainnya yakni Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto bakal tetap hadir dalam acara tersebut.

2. Tiba-tiba Dekat dengan Cak Imin

Indikasi kedua tentu saja manuver Anies Baswedan yang secara tiba-tiba dekat dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Cak Imin.

Seperti diketahui, belum lama ini, Anies Baswedan telah melakukan kunjungan ke beberapa pondok pesantren yang ada di Jombang, Jawa Timur.

Dalam kunjungannya itu, Anies dikabarkan turut sowan atau menemui Ibunda dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Cak Imin, Nyai Hj. Muhassonah Hasbullah.

"Kami alhamdulillah bersyukur sekali bisa sampai di sini (Jombang)," tutur dalam keterangan resmi yang diterima Tribunnews, Kamis (31/8/2023).

Dalam rilis keterangan itu, turut terlihat foto Anies Baswedan tengah berfoto bersama orang tua atau Ibunda Cak Imin.

Pertemuan itu terjadi di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang.

Kala itu, Anies tampak mengenakan setelan baju koko putih dan peci hitam.

Anies tak sendiri, ia juga mengajak istrinya, Fery Farhati.

Pada momen itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan tentang maksud dan tujuannya mendatangi ibunda Cak Imin.

Anies menuturkan jika pihaknya datang hanya untuk bersilturahmi dan meminta doa.

Sesekali, dalam lantunan doa Ibunda Cak Imin, Anies dan Fery turut mengamininya.

Seusai berdoa dan berbincang dengan penuh kehangatan dan keakraban, Anies memutuskan untuk tak banyak memberikan penjelasan.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memilih untuk segera bergegas menemui tokoh-tokoh NU lainnya.

Bakal Capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan bertemu dengan Ibunda Cak Imin, Muhassonah Hasbullah di kompleks Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Kamis (31/8/2023).
Bakal Capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan bertemu dengan Ibunda Cak Imin, Muhassonah Hasbullah di kompleks Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Kamis (31/8/2023). (Tribunnews.com)

Baca juga: BREAKING NEWS Demokrat Sebut Anies Setuju Jadikan Cak Imin Cawapres: Sepihak Inisiatif Surya Paloh

3. Murkanya Partai Demokrat

Indikasi ketiga muncul dari cuitan politisi Demokrat, Andi Arief yang terang-terangan murka kepada bacapresnya, Anies Baswedan.

Dalam cuitan twitter nya, Andi Arief membeberkan adanya pengkhianatan yang dilakukan oleh bacapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan.

Awalnya, Andi Arief mencuitkan sindiran tentang seseorang yang bukan berhati bersih.

Cuitan itu pun sempat menyisakan tanda tanya besar, mengingat Andi Arief secara tiba-tiba mengungkapkan sesuatu di luar dugaan.

Cuitan Twitter Andi Arief itu ia cuitkan pada Kamis (31/8/2023).

"Tuhan menunjukkan jalan Partai Demokrat berjalan ke depan dengan yang bersih hatinya," isi cuitan pertama Andi Arief.

Tak berselang lama dari cuitan pertamanya, Andi Arief kembali mengejutkan dengan membeberkan statement keduanya yang lebih fulgar.

Andi Arief terang-terangan mengklaim Anies Baswedan sebagai orang berdarah dingin tapi pengecut.

Cuitan itu dicuitkan Andi Arief berselang enam jam dari cuitan pertamanya.

"Saya tidak menyangka @aniesbaswedan berdarah dingin tapi pengecut," tulis @Andiarief_.

Andi Arief 22
Cuitan Andi Arief soal Anies Baswedan berdarah dingin tapi pengecut.

Baca juga: Demokrat Naik Pitam Anies Diwacanakan Jadi Rekan Duet Ganjar Pranowo, Terungkap Sosok Inisiatornya

Menguatkan cuitan Andi Arief, politisi Partai Nasdem, Akbar Faizal, membeberkan fakta terkait adanya perubahan komposisi Koalisi Perubahan mengalami perubahan.

Tak tanggung-tanggung, Akbar Faizal juga turut melakukan tag kepada akun Twitter Presiden Jokowi, Partai Nasdem, Agus Yudhoyono, Cak Imin, PKS dan Anies Baswedan.

"BREAKING NEWS: Koalisi PERUBAHAN telah berubah. Berubah komposisi partai dan bacapres-nya. Kita tunggu pengumumannya. Seru ! @agusyudhoyono @Nasdem @aniesbaswedan @cakiminnow @pkssejahtera @jokowi @nagara_inst," tulis Akbar Faizal.

Santer dikabarkan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masuk ke dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan dan mengubah ritme peta politik.

Dengan mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

(TribunWow.com/Adi Manggala S)

Baca Berita Terkait

 

Sumber: Kompas.com
Tags:
Pilpres 2024JokowiPKBCak IminAnies BaswedanPartai DemokratNasdem
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved