Breaking News:

Pilpres 2024

Muncul Isu PKB Bakal Hengkang dari Koalisi Prabowo, Airlangga Beri Jawaban: Belum Pernah Bicara Itu

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto langsung menepis isu hengkangnya PKB dari kubu Prabowo jelang Pilpres 2024.

Penulis: Aulia Majid
Editor: Lailatun Niqmah
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar bertumpu tangan usai menandatangani kerjasama politik di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/8/2023). Pada momen tersebut Golkar dan PAN resmi mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden (bacapres) 2024.  

TRIBUNWOW.COM - Munculnya isu hengkangnya PKB dari koalisi Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024 langsung ditepis oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

Dilansir TribunWow.com dari Tribunnews.com, Airlangga Hartarto buka suara terkait isu hengkangnya PKB seusai Rakornas Pengendalian Inflasi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 31 Agustus 2023.

Airlangga mengaku belum pernah mendengar dan langsung menepis isu hengkangnya PKB dari koalisi Prabowo karena kecewa.

Baca juga: Nasib Koalisi KKIR antara Partai Gerindra dan PKB Bubar? Prabowo: Cak Imin Enggak Mungkin Lepas

"(Cak Imin) belum pernah bicara itu. Sampai sekarang belum ada pembicaraan seperti itu," ujar Airlangga Hartarto.

Sebelumnya, sempat beredar rumor hubungan Prabowo dan Cak Imin selaku Ketua Umum PKB dianggap sedang tak bagus, buntut dari bergantinya nama Koalisi Kebangsaan Indonesia Raya (KKIR) menjadi Koalisi Indonesia Maju.

Menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, yakni Ujang Komarudin, Cak Imin atau PKB bisa saja kecewa karena tak diikutkan dalam diskusi pergantian nama koalisi milik Prabowo.

"Cak Imin atau PKB tentu kelihatannya bisa saja kecewa karena tidak diajak, tidak rembuk terkait dengan pergantian nama koalisi itu," tutur Ujang Komarudin.

"Bisa jadi karena memang saya melihat hubungan antara Prabowo dan Cak Imin sedang tidak bagus atau tidak baik-baik saja," lanjut Ujang.

Momen Cak Imin tengah berbincang-bincang dengan Puan Maharani dalam harlah ke-25 tahun PKB di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Minggu (23/7/2023).
Momen Cak Imin tengah berbincang-bincang dengan Puan Maharani dalam harlah ke-25 tahun PKB di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Minggu (23/7/2023). (Instagram @cakiminow)

Baca juga: Elektabilitas Tinggi, Erick Thohir Disebut Wakil Pas untuk Prabowo, Pengamat: Tapi dengan Syarat

Menurut Ujang, kencangnya dinamika politik jelang Pilpres 2024 bisa membuat Cak Imin merasa kecewa.

"Tentu bisa saja Cak Imin merasa kecewa, gusar dalam konteks itu. Tapi apa boleh buat politik selalu menghadirkan dinamikanya sendiri yang begitu cepat, kencang, bisa berubah-ubah setiap saat," tambah Ujang.

Ujang juga menilai masuknya Golkar dan PAN dalam koalisi Prabowo bakal membuat Cak Imin memiliki saingan.

"Yang dulu ketika PAN dan Golkar belum masuk. Cak Imin menjadi sangat tinggi daya tawarannya di mata Prabowo. Karena begitu Cak Imin loncat ketika tidak dijadikan cawapres, pasti Pak Prabowo tidak bisa jadi capres karena kurang dari 20 persen (Presidential Threshold)," tutur Ujang.

"Tetapi pasca masuknya PAN dan Golkar, Prabowo sudah lebih dari 20 persen kalau dihitung 4 parpol koalisi," pungkasnya.

Sebelumnya, di lain pihak, Cak Imin sempat baru mengetahui bahwa nama Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya berubah menjadi Koalisi Indonesia Maju.

Cak Imin baru mengetahui berubahnya nama koalisinya dengan Prabowo saat acara HUT ke-25 PAN yang dihelat pada Senin, 28 Agustus 2023 lalu.

Halaman
123
Tags:
Pilpres 2024Prabowo SubiantoAirlangga HartartoCak IminPKB
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved