Breaking News:

Liga 1

Persebaya 'Maksa' Jadikan Uston Nawawi Pelatih Tetap, Berkirim Surat ke PT LIB dan PSSI

Di tengah pergerakan mencari sosok pelatih anyar, Persebaya masih 'memaksakan' untuk tetap memakai Uston Nawawi sebagai pelatih kepala.

Instagram/officialpersebaya
Uston Nawawi saat memimpin Persebaya Surabaya pada laga melawan PSM Makassar pada pekan kesembilan Liga 1 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (18/8/2023). 

TRIBUNWOW.COM - Persebaya nampaknya mengalami dilema dalam menentukan posisi pelatih kepala pengganti Aji Santoso di Liga 1 2023.

Setelah berpisah dengan Aji Santoso, Persebaya dipercayakan kepada Uston Nawawi.

Di tengah pergerakan mencari sosok pelatih anyar, Persebaya masih 'memaksakan' untuk tetap memakai Uston Nawawi sebagai pelatih kepala.

Oleh karenanya, manajemen Persebaya Surabaya tidak buru-buru dalam mendatangkan pelatih anyar.

Baca juga: Bukan Bruno Moreira, Persebaya Surabaya Punya Pelayan Ulung di Bawah Uston Nawawi, PSS Sleman Siaga

Pasalnya di satu sisi, Uston Nawawi justru mampu membangkitkan permainan Ze Valente dkk.

Bersama Uston Nawawi, Persebaya Surabaya selalu menang dalam tiga laga terakhir.

 

Tidak heran jika manajemen menginginkan sang Legenda tersebut tetap memimpin Persebaya Surabaya.

Hanya saja persoalannya adalah ada pada lisensi yang dimiliki Uston Nawawi.

Uston Nawawi saat ini belum memiliki lisensi AFC Pro, sebagai syarat minimal pelatih di Liga 1 2023.

Meski begitu, Manajemen Persebaya Surabaya Yahya Alkatiri. menyebut hal itu sedang ditempuh dan menyisakan modul terakhir yang jadwal pelaksanannya diundsur oleh PSSI.

Akibat kendala itu, Persebaya Surabaya sudah berkirim surat pada PT LIB dan PSSI untuk meminta dispensasi.

"Yang jelas kami sudah menyiapkan beberapa langkah. Langkah pertama ingin mengusahakan coach Uston menjadi pelatih tetap. Tapi tentunya kami sudah berkirim surat ke PT LIB dan kami berharap segera ada balasan," ungkap Yahya Alkatiri.

Persebaya harus cepat menyodorkan pelatih kepala baru maksimal 30 hari dari pergantian pelatih lama tertanggal 6 Agustus lalu.

Jika belum menyodorkan pelatih baru sesuai masa tenggat waktu, maka tim berjuluk Bajol Ijo itu akan mendapat sanksi 100 juta.

Baca juga: Persija dan Persebaya Minati Gustavo Almeida? Segini Durasi Kontraknya di Arema FC, Wajib Jor-joran

Yahya berharap ada dispensasi dari PSSI atau PT LIB terkait persyaratan pelatih kepala.

"Masalahnya orang ini bukan tidak melakukan langkah, coach Uston sudah melakukan langkah, mengikuti lisensi kepelatihan. Sudah modul 6, modul 6 itu seharusnya bulan Juli, tapi diundur dan hingga saat ini belum ada kabar. Ini juga bagian lisensi di PSSI ini juga harus komit. Kalau mereka yang salah kenapa kok yang jadi korban akhirnya pelatih-pelatih lokal," kata Yahya Alkatiri.

Yahya berpendapat, jika jadwal pelaksanaan modul lisensi kepelatihan tidak mundur, maka Uston saat ini sudah merampungkan lisensi kepelatihan AFC Pro-nya.

"Saya berharap adanya kebijakan. Jangan gara-gara salahnya di PSSI terus mengorbankan pelatih-pelatih lokal yang harusnya bisa berkarya," ucap Yahya.

Namun, jika akhirnya surat permintaan dispensasi yang dilayangkan pada PT LIB tidak ada jawaban, Yahya menyebut sudah menyiapkan opsi kedua, yakni mendaftarkan pelatih kepala baru yang sudah disiapkan.

"Kalau gak ada (balasan PT LIB), maka kami akan ke opsi kedua, yang mana insyaallah pelatih baru sudah ada, tinggal meneruskan omongan. Memang sudah kami bicarakan ke pelatih (baru) plan A nya menunggu ini (balasan LIB) dan dia mau menunggu," tambahnya.

Mengenai calon pelatih baru, Yahya enggan memberi bocoran.

Namun ia memastikan pelatih baru merupakan pelatih asing.

"Pelatih asing. Ya nantilah dilihat, tapi yang jelas sudah ada," pungkas Yahya Alkatiri. (*)

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Manajemen Persebaya Surabaya Tetap Prioritaskan untuk Permanenkan Uston Nawawi, Sudah Surati PT LIB

Sumber: Surya
Tags:
Liga 1 2023Persebaya SurabayaUston NawawiPSSIPT LIB
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved