Breaking News:

Pilpres 2024

Demokrat Naik Pitam Anies Diwacanakan Jadi Rekan Duet Ganjar Pranowo, Terungkap Sosok Inisiatornya

Terungkap sosok pengusul gagasan duet Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan di Pilpres 2024 yang membuat Partai Demokrat menjadi naik pitam.

Penulis: Aulia Majid
Editor: Lailatun Niqmah
KOMPAS.com/Haryantipuspasari
Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo di Badung, Bali, Senin (9/5/2021). Terungkap sosok pengusul gagasan duet Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan di Pilpres 2024 yang membuat Partai Demokrat menjadi naik pitam. 

TRIBUNWOW.COM - Partai Demokrat sempat dibuat naik pitam dengan wacana duet Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo jelang Pilpres 2024 untuk menjadi lawan dari Prabowo Subianto.

Dilansir TribunWow.com, munculnya usulan untuk menduetkan Anies Baswedan dengan Ganjar Pranowo sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2024 membuat Partai Demokrat mengeluarkan ultimatum kepada sosok yang diusung oleh NasDem tersebut.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Demokrat, yakni Andi Arief sempat memberi sindiran tajam dengan menyebut adanya partai pengkhianat koalisi setelah adanya isu duet Anies Baswedan dengan Ganjar Pranowo.

Baca juga: Jawaban Anies Baswedan jika Tidak Jadi Presiden 2024, Singgung Nama Jokowi

Diketahui lebih lanjut dari Tribunnews.com, munculnya ide duet Ganjar-Anies tak lain dan tak bukan berawal dari sang Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

Dikatakan oleh Wakil Ketua Umum Partai NasDem, yakni Ahmad Ali bahwa ide pasangan Ganjar-Anies oleh Surya Paloh sudah lama muncul sebelum Koalisi Perubahan terbentuk.

"Wacana itu dulu pernah disampaikan oleh Pak Surya ketika Partai NasDem dan koalisinya belum mengumumkan Anies Baswedan sebagai calon presiden," ujar Ahmad Ali, Rabu 23 Agustus 2023.

Namun, seiring berjalannya waktu, NasDem memilih bergabung dengan Partai Demokrat dan PKS untuk membentuk Koalisi Perubahan.

Partai Demokrat, Partai NasDem, dan PKS kompak mendukung Anies Baswedan sebagai capres mereka di Pilpres 2024 nanti.

Namun, menurut Ahmad Ali, ide Surya Paloh untuk menduetkan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo sudah tidak relevan.

"Dengan pencapresan mas Anies dan koalisinya, wacana itu menjadi tidak relevan lagi hari ini," tambahnya.

Ahmad Ali juga menegaskan komitmen dari NasDem untuk tetap mendukung Anies Baswedan sebagai capres dan tidak akan mengubahnya menjadi cawapres di Pilpres 2024 nanti.

"Apa alasan partai NasDem untuk mengalihkan dukungannya dari presiden ke wakil presiden. Di sisi lain partai pengusung Anies itu sudah memenuhi syarat," pungkas Ahmad Ali.

Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo di Badung, Bali, Senin (9/5/2021).
Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo di Badung, Bali, Senin (9/5/2021). (KOMPAS.com/Haryantipuspasari)

Baca juga: Demokrat Sindir Partai yang Berkhianat dengan Koalisi PKS, Taufik Basari: NasDem Tak akan Mundur

Meski Anies Baswedan telah diusung sebagai capres dari Koalisi Perubahan, gagasan duet Anies-Ganjar ini kembali mencuat baru-baru ini.

Hal ini terjadi setelah DPP PDIP Said Abdullah melontarkan pernyataan soal kemungkinan Ganjar dan Anies menjadi satu kekuatan di Pilpres 2024.

"Bagi kami, Anies Baswedan bukan kompetitor yang patut diremehkan. Beliau dengan Ganjar adalah sosok calon pemimpin yang cerdas. Keduanya sama sama dalam satu almamater, kampus terhebat di Indonesia, yakni Univ Gajah Mada," ujar Said, dikutip dari Tribunnews.com, Senin (21/8/2023).

"Apalagi jika keduanya bisa bergabung menjadi satu kekuatan, tentu akan makin bagus buat masa depan kepemimpinan nasional kita kedepan, sama sama masih muda, cerdas, dan enerjik," imbuhnya.

Bak gayung bersambut, Partai NasDem pun menanggapi dengan menyebut selalu ada kemungkinan bersatunya Anies dan Ganjar.

Partai NasDem lewat Sekretaris Fraksi, Saan Mustopa situasi saat ini masih sangat dinamis dan cair.

“Ya, Said Abdullah menyatakan bahwa ada kemungkinan Pak Ganjar dengan Pak Anies bergabung, semua kemungkinan selalu ada, apa lagi ini kan masih dinamis, masih cair,” kata Saan kepada wartawan Selasa (22/8/2023).

Meski demikian, ditegaskan Saan, keputusan Partai Nasdem saat ini belum berubah, yakni mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden. 

"Tapi sampai hari ini kita tetap konsisten mencapreskan pak Anies sebagai capres," pungkas Saan.

Demokrat Sindir Partai yang Berkhianat dengan Koalisi PKS

Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Andi Arief menyinggung partai yang berkhianat dalam berkoalisi.

Hal itu dikatakan Andi Arief melalui kicaun di Twitter miliknya, @andiarief_, Selasa 22 Agustus 2023.

Pada kicaunnya tersebut, Andi Arief mengatakan ada partai yang berkhianat pada Partai Demokrat dan PKS.

“Kami akan terus bersama PKS meski satu partai lain mengkhianati koalisi,” kata Andi Arief.

Namun ia tak menjelaskan siapa partai yang dimaksud.

Sementara diketahui koalisi Partai Demokrat hanyalah PKS dan Partai NasDem.

Sehingga sindiran tersebut tentunya ditujukan untuk Partai NasDem.

Ketiga partai itu kompak untuk mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden di Pemilu 2024.

Namun hubungan Partai Demokrat dan Partai NasDem sering kali rumit.

Terlebih Partai Demokrat menginginkan sang ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sebagai cawapres.

Partai NasDem pun tak kunjung mengumumkan siapa cawapresnya.

Tangkapan layar cuitan bernada sindiran dari anggota Partai Demokrat, Andi Arief seusai berhembusnya isu diduetkannya Anies Baswedan dengan Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024 mendatang.
Tangkapan layar cuitan bernada sindiran dari anggota Partai Demokrat, Andi Arief seusai berhembusnya isu diduetkannya Anies Baswedan dengan Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024 mendatang. (Twitter @andiarief__)

Sementara menanggapi kicauan dari Andi Arief, Ketua DPP Partai NasDem Taufik Basari mengatakan hubungan koalisi sedang baik-baik saja.

“Enggak ada (yang berkhianat)," kata Taufik Basari.

"Jadi kalau NasDem, kita sudah teruji komitemen kita ya. Itu tidak perlu kita sampaikan dengan kata-kata tapi cukup dilihat dari bukti,” kata pria yang karib disapa Tobas di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/8/2023).

Anggota Komisi III DPR RI itu juga memastikan bahwa partainya tetap setia terhadap KPP yang mengusung Anies Baswedan sebagai bakal capres di Pilpres 2024.

“Jadi, tidak ada cerita bahwa NasDem akan berbalik arah, NasDem akan mundur dan sebagainya itu."

"Di dalam sejarah perjalanan partai NasDem tidak pernah ada peristiwa yang menunjukan hal tersebut,” kata Taufik dikutip dari Kompas TV. (TribunWow.com)

Baca berita Pilpres 2024 lainnya

Tags:
Pilpres 2024Partai DemokratNasdemAnies BaswedanGanjar Pranowo
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved