Berita Viral
Viral Rumah Pria di Malang Rusak karena Sound System yang Terlalu Keras, Kini Malah Buat Klarifikasi
Seorang pria di Malang membuat klarifikasi setelah viralnya rumahnya yang sempat rusak karena sound system yang terlalu keras volumenya.
Penulis: Aulia Majid
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Sesosok pria di Malang akhirnya membuat klarifikasi seusai viralnya video rumahnya yang rusak karena terkena suara keras dari sound system yang ada di sekitar lingkungannya.
Dilansir TribunWow.com dari unggahan Instagram @fakta.indo pada Selasa, 8 Agustus 2023 lalu, tampak sebuah potongan video dari sebuah rumah yang plafonnya rusak dan berceceran di beranda karena getaran yang ditimbulkan dari sound system yang terlalu keras volumenya.
Dalam potongan video tersebut, terlihat di sekitar rumah pria tersebut sedang ada sebuah karnaval yang melintas dan menggunakan sound system yang cukup keras suaranya.
Baca juga: Inilah Sosok Para Mahasiswa yang Viral Pilih Anies Baswedan, Bupati Banyumas Dibuat Menyesal: Aduh
"Seorang warga Desa Urek-Urek, Gondanglegi, Kabupaten Malang mengeluhkan adanya kerusakan di rumahnya akibat getaran dari parade sound yang melintas tepat di depan rumahnya.," tulis @fakta.indo.
Dalam unggahan video tersebut, tampak seorang yang tengah merekam kejadian tersebut berkeluh kesah karena rumahnya harus rusak karena adanya parade yang menggunakan sound system yang cukup kencang volumenya itu.
"Bos iki umahku bos (bos ini rumahku)," tutur sang perekam sambil memperlihatkan bagian halaman rumahnya yang sudah berceceran plafon.
Tampak beberapa potongan plafon yang berukuran keicl hingga besar telah berceceran di halaman pria tersebut.
Diketahui dalam unggahan tersebut, video tersebut direkam di daerah Gondanglegi, Malang, Jawa Timur.
Sontak saja, video yang viral di media sosial tersebut mendapat berbagai reaksi dari para warganet yang turut kasihan dengan kondisi rumah pria yang rusak karena sound system yang terlalu keras itu.
Baca juga: Viral Driver Ojol Rudapaksa WNA Brasil di Bali, Korban Dicekik hingga Dibanting, Ini Kronologinya
Namun, belakangan ini sang empunya rumah justru meminta maaf dan mengunggah pernyataan klarifikasi atas kejadian yang menimpa rumahnya tersebut.
Dilansir dari TribunJateng.com, si pemilik rumah mengaku tak keberatan rumahnya rusak karena sudah adanya kesepakatan bersama terkait gelaran karnaval tersebut.
"Saya Ari Nur Alamsyah warga RT 21 RW 03, Desa Urek-urek, Kecamatan Gondanglegi, Malang. Ingin menyampaikan klarifikasi.
Saya selaku pemilik rumah merasa tidak keberatan dengan kerusakan rumah saya sebagaimana yang viral di medsos. Dan saya pribadi bukan pembuatan video tersebut," tuturnya.
Pernyataan klarifikasi dari Ari Nur Alamsyah tersebut justru menuai kontra dari warganet yang menganggap ia tak perlu meminta maaf karena ia adalah korban.
"Njir rumah lu yg rusak lu yg klarifikasi,harga dirimu di mana," ujar akun @iamya**** .
"Dia yang jadi korban masa dia juga yang harus minta maaf?," tulis akun @liliapr**** .
"Hahaha yg rumahnya rusak mnta maaf," tulis akun @khaldiva_****.
"Klo lu punya rumah, rumah lu yg rusak, lu yg minta maaf, klo tdak minta gabti rugi okelah, pihak acara lah yg minta maaf, lahh, eh saya bingung," ungkap akun @yuhi****.
"Hut RI tapi lagu bassboosted remik tiktod gak jelas, upacara noh sama ziarah ke makam pahlawan," jelas akun @hvxrts****.
"Daerah urek urek gondanglegi malang udh biasa karnaval. Dan anehnya klo ada genteng rontok, kaca pecah,plavon ambrol malah suka,brarti sukses acaranya," komentar akun @angkringan_jur***.
Hingga artikel ini diturunkan, unggahan @fakta.indo terkait rumah yang rusak karena sound system karnaval tersebut sudah disukai sebanyak 25 ribu warganet.
Baca juga: Kadispora Lubuklinggau Terobos Jalan Cor Basah dan Diteriaki Pekerja, Kini Buka Suara seusai Viral
Penjelasan Polisi
Kasi Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik membenarkan bahwa ada kerusakan ringan di langit-langit rumah salah satu warga akibat parade sound system di Desa Urek-urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
"Kerusakan ringan, di rumah salah satu warga atas nama Ari Nur Alamsyah," ungkap Taufik, Rabu (9/8/2023) seperti dikutip dari Kompas.com.
Taufik mengatakan, kegiatan parade sound system itu dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia yang digelar oleh masyarakat setempat pada Senin (7/8/2023) malam.
Pemerintah desa setempat sudah mendatangi rumah warga yang rusak itu untuk bermusyawarah.
Pemilik rumah, Ari Nur Alamsyah, menyatakan tidak akan meminta ganti rugi.
"Menurut Ari Nur Alamsyah, pihaknya tidak tahu-menahu dengan adanya video viral itu, dan tidak merasa memposting video itu. Tapi diduga orang lain," pungkasnya.
Kapolsek Gondanglegi Kompol Pujiyono mengatakan, tidak ada aduan terkait kerusakan rumah tersebut.
"Tidak ada aduan masyarakat terkait hal itu," ungkapnya melalui sambungan telepon, Rabu (9/8/2023).
Pujiyono juga menyebut, tidak ada izin ke Polsek Gondanglegi soal kegiatan parade sound system tersebut. Izin yang diterima pihak Polsek hanya kegiatan karnaval.
"Tidak ada izin terkait parade sound system. Jadi kami tidak tahu kalau ada kegiatan sound system. Izinnya hanya karnaval," jelasnya.
Pujiyono mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban, Masyarakat diharapkan untuk tidak melaksanakan parade sound system di perkampungan warga.
"Kalaupun memang harus dilaksanakan di perkampungan, saya harap volumenya disesuaikan sekiranya tidak sampai mengganggu ketertiban," ujarnya.
"Begitupun, saya berharap masyarakat tidak melaksanakan minum-minuman keras saat mengikuti kegiatan tersebut," imbuhnya.
(TribunWow.com)
Baca berita viral lainnya