Ponpes Al Zaytun dan Ajarannya
Profil Panji Gumilang, Pimpinan Ponpes Al Zaytun yang Penuh Kontroversi, Pernah Dijebloskan Penjara
Kontroversi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun dan pimpinannya, Panji Gumilang, tak kunjung berakhir.
Penulis: Magang TribunWow
Editor: Jayanti Tri Utam
TRIBUNWOW.COM – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun saat ini tengah mengundang kontroversi.
Keberadaan Ponpes Al Zaytun mengundang sorotan publik seusai beredar pernyataan dari sang pimpinan, Panji Gumilang, yang meragukan Al-Quran.
Selain itu, beredar isu Panji Gumilang meminta sejumlah uang kepada pengikutnya dengan dalih tebus dosa.
Akibat pernyataan tersebut, Panji Gumilang diduga menyebarkan agama sesat kepada pengikutnya di Ponpes Al Zaytun.
Baca juga: Lihat Penampakan Panji Gumilang saat Penuhi Panggilan Bareskrim terkait Dugaan Penistaan Agama
Baca juga: Ketar-ketir Nasib Al Zaytun, Ponpes Panji Gumilang Direkomendasikan Ditutup, Ridwan Kamil Bersuara
Nama Panji Gumilang mulai ramai diperbincangkan usai dilaporkan oleh Forum Advokat Pembela Pancasila (FAPP) atas dugaan penistaan agama.
Selain penistaan agama, FAPP juga menilai Panji Gumilang melanggar nilai-nilai pancasila hingga dapat memecah belah bangsa.
“Apa yang kami didikkan di sini sesungguhnya adalah aplikasi bagaimana hidup berketuhanan, memiliki jiwa kemanusiaan yang berkeadilan dan beradap,” ujar Panji Gumilang dalam wawancaranya dengan Kompas, 5 Mei 2011 silam.
Lalu siapakah Panji Gumilang, pemimpin Ponpes Al-Zaytun ini?

Dikutip dari Wikipedia, Panji Gumilang memiliki nama dan gelar Prof. Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, MP.
Ia lahir di Gresik, Jawa Timur 30 Juli 1946 silam.
Pria bernama lengkap Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang ini merupakan pendiri sekaligus pendidik Yayasan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat sejak 13 Agustus 1996 silam.
Panji Gumilang lahir di Desa Sembung Anyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.
Petinggi Ponpes Al Zaytun itu merupakan guru yang mengandalkan manajemen ‘kekitaan’ bukan ‘keakuan’.
Sejak kecil, Panji Gumilang telah dituntut untuk belajar mengaji.
Ia juga pernah belajar di Ponpes Gontor dan merupakan Alumni jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Saat di bangku perkuliahan, Panji Gumilang sudah aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat.
Dikutip TribunWow.com dari TribunKaltim.co, Mantan Petugas Rabithoh ‘Alam Islami itu mengklaim bahwa sistem pendidikan yang diterapkan di Al-Zaytun murni mengikuti kurikulum dari Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama.
Namun, kurikulum terdapat tambahan materi muatan lokal yakni pendidikan hak asasi manusia (HAM) dan Jurnalistik.
Baca juga: Dibidik Sejak 2002, MUI Ungkit Sejumlah Alasan Kasus Ponpes Al Zaytun Baru Dapat Perhatian Publik
Sederet Kasus Panji Gumilang
Dalam rekam jejaknya, pada 2011 Panji Gumilang pernah menjadi tersangka terkait kasus pemalsuan dokumen.
Hingga pada 2015, ia dijebloskan ke penjara selama 10 bulan.
Bukan hanya itu, Panji Gumilang juga pernah memecat 116 guru pengajar yang menduganya melakukan korupsi terhadap Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Ratusan guru tersebut bahkan tidak diizinkan untuk masuk ke kawasan pesantren, hingga mereka melaporkan Panji Gumilang ke Ombudsman.
Terkait kontroversi Ponpes Al Zaytun hingga dugaan penistaan agama, Panji Gumilang telah dipanggil Bareskrim Polri, Senin (3/7/2023).
Panji Gumilang memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk mengklarifikasi sejumlah tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro juga mengatakan pihaknya sudah memeriksa saksi ahli mulai dari Kementerian Agama hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Baca juga: Dibidik Sejak 2002, MUI Ungkit Sejumlah Alasan Kasus Ponpes Al Zaytun Baru Dapat Perhatian Publik
3 Kontroversi Ponpes Al Zaytun
Berikut sederet kontroversi yang menyeret nama Panji Gumilang hingga Ponpes Al Zaytun:
1. Lagu Yahudi
Memimpin para jamaah Pondok pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang dengan lantang mengajak menyanyikan lagu Yahudi 'Hevenu Shalom Aleichem'.
Video Panji saat menyanyikan lagu tersebut viral di media sosial dan menimbulkan banyak protes serta hujatan.
Lantas sebenarnya apa lagu yang dinyanyikan oleh Panji tersebut?
Dikutip TribunWow dari media asing Jewish Telegraphic Agency, lagu 'Hevenu Shalom Aleichem' adalah lagu daerah kaum Yahudi.
Faktanya lagu ini bukan lah lagu ibadah kaum Yahudi.
Lagu ini justru kerap dinyanyikan saat acara-acara pernikahan para kaum Yahudi.
2. Madinahnya Indonesia
Pengakuan mengejutkan diungkap eks pengikut pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Panji Gumilang, Anto.
Anto mengungkap ajaran yang diduga sesat yang disebarkan Panji Gumilang kepada para pengikutnya.
Tak sedikit, pengikut Panji Gumilang ditaksir hingga lebih dari 200 ribu orang.
Anto menyebut Panji Gumilang mengajarkan bahwa Ponpes Al Zaytun merupakan Madinah-nya Indonesia.
Ia pun membongkar ritual pengikut Panji Gumilang setiap bulan Muharram tiba.
Hal tersebut diungkap Anto dalam acara FAKTA tvOne, Senin (19/6/2023).
Menurut Anto, Panji Gumilang mengeruk harta fantastis dari ratusan ribu pengikutnya.
Ia lantas mengungkap kepercayaan pengikut Panji Gumilang.
Mereka meyakini Ponpes Al Zaytun merupakan Madinah-nya Indonesia.
"Inilah ibu kota NII, Madinah Indonesia itu di Al Zaytun," ucapnya.
"Makanya jangan heran kalau Muharram kumpul seratus ribu orang, dua ratus ribu orang."
3. Salat Idul Fitri
Sebelumnya juga sempat viral beredarnya video salat Idul Fitri Idul Fitri yang tak lazim.
Dalam unggahan akun Instagram @palembang.terciduk, Senin (24/4/2023), tampak ada seorang wanita di barisan depan.
Tak hanya bercampurnya wanita dan pria, shaf Sholat Idul Fitri itu juga menjadi kontroversi, lantaran berjarak, dan di sampingnya diberi kursi.
Setelah salat, para jemaah lantas duduk di kursi masing-masing yang berada di samping sajadah.
Rupanya, Sholat Idul Fitri ini digelar di Pondok Pesantren di Al-Zaytun Indramayu, Jawa Barat, tepatnya di Masjid Rahmatan Lil Alamin.
Akun Instagram @kepanitiaanalzaytun pun sempat mengunggah foto-foto momen Sholat Idul Fitri Idul Fitri di ponpes mereka, Sabtu (22/4/2023).
Video ini pun langsung menuai kontroversi publik. (TribunWow Magang/Novema Kumalasari)