Konflik Rusia Vs Ukraina
TEGAS! Begini Jawaban Prabowo Subianto saat Dituding Pro Rusia
Viral di media sosial pernyataan tegas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang menjawab tudingan pro Rusia.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Viral di media sosial pernyataan tegas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang menjawab tudingan pro Rusia.
Cuplikan video yang beredar memperlihatkan ketika Prabowo Subianto menjelaskan proposal damai Rusia-Ukraina yang ia ajukan di forum International Institute for Strategic Studied Shangri-La Dialogue di Singapura, Sabtu (3/6/2023) lalu.
"Karena posisi Indonesia sangat jelas. Di PBB kami memvoting menentang invasi Rusia," ungkap Prabowo.
"Kami memvote, kalian boleh cek rekaman votingnya."
Baca juga: Dedi Mulyadi Sebut Sikap Prabowo Subianto soal Rusia-Ukraina Cerminan Bung Karno
Prabowo kemudian menjelaskan, pihaknya hanya mengusulkan sebuah resolusi konflik, dan secara historis ini sudah pernah dilakukan.
"Tolonglah, rekan-rekan di Eropa, tolong, jangan hanya memikirkan untuk 5 atau 10 tahun saja, pikirkan dalam 50 tahun" ucap Prabowo.
Prabowo juga mengungkit pengalaman Indonesia dan negara lain dalam perang di Asia, yang bahkan lebih parah dari perang Rusia vs Ukraina saat ini.
"Lebih ngeri dengan apa yang terjadi seperti yang dialami di Ukraina," kata Prabowo.
"Tanyakan pada sahabat kita Vietnam, tanyakan pada sahabat kita di Kamboja, tanya mereka."
"Berapa kali mereka diinvasi, tanya ke sahabat kita Vietnam, berapa kali mereka diinvasi."
"Tanyakan pada Indonesia berapa kali kami diinvasi!"
"Kami tahu peperangan, kita ingin memecahkan, kita ingin membantu."
"Tapi sekali lagi ya terserah pada khalayak umum," sambungnya.
Sementara itu, Ukraina yang awalnya menolak dengan tegas usulan Prabowo Subianto, karena menganggap seperti ide Rusia, akhirnya berubah pandangan.
Hal ini terjadi setelah Dubes Ukraina Vasyl Hamianin menemui Prabowo untuk meminta klarifikasi terkait proposal damai ini.
"Secara positif, posisi Indonesia terkait agresi brutal Rusia di Ukraina tetap tidak berubah: kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina harus dihormati melalui 1991 borders (perjanjian perbatasan 1991)," ungkap Dubes Vasyl Hamianin di laman Instagramnya.
Baca juga: Bukannya Rebutan, Prabowo dan Bahlil Malah Viral Dorong-dorongan untuk Duduk di Kursi Ini
Sementara itu, Rusia sendiri mengaku menghargai usulan Prabowo Subianto.
Dikutip dari Tass, Rabu (7/6/2023), Menteri Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menggelar jumpa pers menanggapi usulan Prabowo.
Maria kemudian menekankan bahwa Rusia telah mencatat proposal Prabowo Subianto yang berupaya membantu menyelesaikan krisis di Ukraina.
"Langkah-langkah yang dia usulkan sejalan dengan perjanjian Minsk, yang, seperti yang Anda ketahui, telah ditorpedo oleh Kiev selama delapan tahun dengan dukungan dari Barat," ungkap Maria.
"Secara khusus, ketentuan seperti gencatan senjata dan mundurnya pasukan dan senjata dari garis pertempuran."
"Apa alasan untuk percaya bahwa Kiev akan berperilaku berbeda kali ini? Menurut pendapat saya, itu hanya menegaskan bahwa, pertama, itu tidak akan mengimplementasikan perjanjian Minsk."
"Kedua, esensi terorisnya yang sebenarnya, esensi ekstremisnya telah terungkap. Ideologi ini tidak akan hilang," imbuhnya.
Kedutaan Besar Rusia di Indonesia pun mengatakan bahwa Moskow menghargai upaya Jakarta untuk membantu menyelesaikan krisis di Ukraina.
Akan tetapi, penolakan atas inisiatif Prabowo oleh Ukraina ini justru menunjukkan bahwa Kiev dan sekutunya tidak mau mempertimbangkan opsi perdamaian untuk menyelesaikan konflik.
Diketahui, pada konferensi keamanan Dialog Shangri-La di Singapura, Prabowo mengusulkan sejumlah hal terkait perdamaian Rusia-Ukraina.
Dikutip dari akun Instagram @indonesiaadilmakmur, berikut ini lima poin usual Prabowo terkait konflik Rusia vs Ukraina.
"Akhiri peperangan Rusia-Ukraina, Pak @Prabowo mengusulkan saran berikut di IISS Shangri-la Dialogue 2023;
01. Kedua belah pihak yang berkonflik segera menyepakati gencatan senjata dan menghentikan permusuhan.
02. Pasukan pemantau dan pengamat PBB segera dibentuk dan diterjunkan di sepanjang zona demiliterisasi tersebut.
03. Pasukan pemantau dan ahli dari PBB tersebut perlu terdiri dari kontingen dari negara- negara yang disepakati oleh baik Ukraina maupun Rusia.
04. Kedua belah pihak segera menarik mundur pasukan dari posisi masing-masing saat ini sejauh 15 kilometer dari garis depan ke zona demiliterisasi yang baru.
05. PBB segera mengorganisir dan melaksanakan referendum di wilayah yang menjadi sengketa untuk memastikan secara objektif aspirasi mayoritas dari penduduk di wilayah- wilayah tersebut," tulis akun resmi @indonesiaadilmakmur, Sabtu (3/6/2023). (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)
Sumber: TribunWow.com
Demi Hilangkan Bukti, Tentara Korut yang Tewas saat Berperang di Kursk Dibakar |
![]() |
---|
Ukraina Terpojok Diserang Rusia, Jenderal Syrsky: Pertempuran Sengit Membentang Sejauh 1.170 KM |
![]() |
---|
Detik-detik Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina: 4 Rumah Rusak hingga Puing-puing Berserakan |
![]() |
---|
Perang Rusia Ukraina Masih Memanas, Zelensky: Tentara Kiev yang Tewas Tak Mati Sia-sia Lawan Moskow |
![]() |
---|
Ukraina Membara, Drone Rusia Hantam 3 Pemukiman di Odessa, 7 Orang Terluka, 13 Rumah Rusak |
![]() |
---|