Breaking News:

Pemilu 2024

Mahfud MD Bantah Penjegalan Bacapres Anies Baswedan, Sebut Sosok yang Bisa Batalkan Pencapresannya

Mahfud MD menduga, penjegalan pencapresan Anies Baswedan justru sangat mungkin dilakukan oleh internal koalisi.

Instagram @pk_sejahtera
Anies Baswedan saat berpidato dalam acara Milad ke-21 PKS, Sabtu (20/5/2023). Mahfud MD menduga, penjegalan pencapresan Anies Baswedan justru sangat mungkin dilakukan oleh internal koalisi. 

TRIBUNWOW.COM - Anies Baswedan menjadi satu-satunya bakal calon presiden yang tak disentil oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan diprediksi bakal digagalkan.

Memberikan saran untuk Anies Baswedan, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD meminta koalisi pendukung Anies Baswedan tetap kompak agar bisa mendapat tiket capres.

Mahfud MD menegaskan, tidak ada penjegalan Anies Baswedan untuk menjadi capres seperti yang diprediksi mantan wakil menteri hukum dan HAM Denny Indrayana.

Baca juga: Ulasan Bursa Cawapres Pendamping Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan di Pilpres 2024

"Ndak ada, itu isu politik, itu bagian dari perlombaan kontestasi politik yang mengatakan ini dijegal, mungkin biar pendukungnya muncul atau mungkin biar yang milih sedikit, kenapa dijegal,’ ujar Mahfud MD seusai memimpin upacara di Lapangan Pancasila, Ende, NTT pada Kamis (1/6/2023).

Mahfud MD menduga, penjegalan itu justru sangat mungkin dilakukan oleh internal koalisi.

Namun, kata dia, pihak yang merasa dijegal malu untuk mengumumkan bahwa kegagalan untuk menjadi capres justru dari internal.  

"Kalau pemerintah tidak menjegal, mungkin saudara sih, cuma ndak enak mau bilang terus terang, mungkin dari tulisan-tulisan dan pernyataan Denny Indrayana," katanya.

"Ndak, ndak ada yang akan menjegal. Malah saya katakan kepada dia, kamu harus usahakan di dalam berbagai forum agar koalisi yang mendukung Anies itu kompak agar Anies dapat tiket, tidak dijegal oleh internalnya sendiri," tambahnya.

Baca juga: Jawaban Ganjar saat Anies Baswedan Khawatir Dijegal Cawe-cawe Jokowi: Kalau Nyalon Jangan Takut

Sebelumnya, Denny Indrayana mengatakan proses Peninjauan Kembali (PK) kepengurusan Partai Demokrat oleh Kepala Staf Presiden Moeldoko adalah pembajakan partai politik.

Dia mengatakan, jika Mahkamah Agung mengabulkan PK tersebut, Partai Demokrat senyata-nyatanya dibajak dan pencapresan Anies Baswedan digagalkan oleh orang yang memiliki jabatan dekat dengan Presiden Joko Widodo.

"Kita mengerti jika PK Kepala Staf Presiden Moeldoko sampai dikabulkan MA, Partai Demokrat nyata-nyata dibajak, dan pencapresan Anies dijegal kekuasaan," ujar Denny lewat keterangan tertulis, Selasa (30/5/2023).

Denny mengatakan, seharusnya Jokowi membiarkan rakyat bebas memilih langsung presidennya sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 6A: Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat.

Baca juga: Hasil Pertemuan Anies Baswedan dan SBY di Pacitan: Ungkap 4 Poin Perubahan, Indikasi AHY Cawapres?

Menko Polhukam Mahfud MD
Menko Polhukam Mahfud MD (Instagram/@mohmahfudmd)

Cawe-cawe Presiden

Sebelumnya, sejumlah pemimpin redaksi (pemred) mengungkapkan bahwa Jokowi mengaku bakal ikut campur atau cawe-cawe dalam Pemilu 2024 demi kepentingan bangsa dan negara.

Hal ini disampaikan oleh para pemred seusai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/5/2023) sore kemarin. 

"Untuk kepentingan negara, tadi Presiden bilang cawe-cawe. Cawe-cawe untuk kepentingan negara," kata Pemred Harian Kompas Sutta Dharmasaputra, seusai pertemuan.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menekankan bahwa Indonesia hanya diberi kesempatan satu kali untuk menjadi negara maju, yakni dalam kurun waktu 13 tahun ke depan, dan hal itu sangat ditentukan oleh kepemimpinan nasional ke depan.

Baca juga: Survei Fixpoll: Elektabilitas Prabowo Subianto Tertinggi di Jawa Timur, Lampaui Ganjar dan Anies

"Republik Indonesia hanya diberi waktu 13 tahun ke depan. Kalau bisa melompat, bisa jadi negara maju," kata Sutta, mengutip pernyataan Jokowi.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menyatakan, cawe-cawe Presiden dilakukan untuk kepentingan pemilu yang demokratis.

"Terkait penjelasan tentang cawe-cawe untuk negara dalam pemilu, konteksnya adalah, Presiden ingin memastikan Pemilu serentak 2024 dapat berlangsung secara demokratis, jujur dan adil," ujar Bey, Senin malam.

"Kedua, Presiden berkepentingan terselenggaranya pemilu dengan baik dan aman, tanpa meninggalkan polarisasi atau konflik sosial di masyarakat," kata dia.

Selanjutnya, kata Bey, Presiden ingin pemimpin nasional ke depan dapat mengawal dan melanjutkan kebijakan-kebijakan strategis seperti pembangunan IKN, hilirisasi, dan transisi energi bersih. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mahfud Tegaskan Tak Ada Penjegalan Capres, Sebut Anies Bisa Gagal karena Internal."

Sumber: Kompas.com
Tags:
Mahfud MDAnies BaswedanPemiluDenny IndrayanaJokowi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved