Breaking News:

Pemilu 2024

Anies Baswedan Dapat Spanduk Penolakan di Yogyakarta, Politisi PKS Siap Ajak Koalisi untuk Mengusut

Huda Tri Yudiana menyebut bahwa spanduk atau baliho penolakan Anies Baswedan adalah bentuk kampanye hitam.

Akhdi martin pratama
Mantan gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat (24/2/2017). 

TRIBUNWOW.COM - Calon presiden yang diusung oleh Partai Nasdem, Anies Baswedan mendapat penolakan ketika berada di Yogyakarta.

Hal ini terlihat dari adanya spanduk yang berisi penolakan kedatangan Anies Baswedan sempat terbentang.

Spanduk itu berada di simpang tiga Jalan Kolonel Sugiono, Kota Yogyakarta, pada kemarin Kamis (19/5/2023).

Baca juga: Johnny G Plate Tersangka, Bagaimana Nasib Pencapresan Anies Baswedan Bersama NasDem dan Koalisinya?

Namun, saat Kompas.com mendatangi lokasi, spanduk tersebut sudah dicopot.

Terkait hal ini, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga Wakil DPRD DIY, Huda Tri Yudiana menyebut bahwa spanduk atau baliho penolakan Anies Baswedan adalah bentuk kampanye hitam.

"Saya kira baliho-baliho tolak Anies itu sebagai salah satu bentuk kampanye hitam yang kurang mendidik," kata Huda, saat dihubungi, pada Jumat (19/5/2023).

Huda mengatakan, dilihat dari pola pemasangan, baliho penolakan ini sudah terorganisasi oleh suatu kelompok tertentu dan bukan murni dari warga Yogyakarta.

"Warga Yogyakarta terkenal santun tidak menggunakan cara-cara seperti itu," kata dia.

Baca juga: Jawaban AHY jika Tidak Jadi Cawapres Anies Baswedan, Bagaimana Nasib Koalisinya?

Ia berharap, Pemilu 2024 mendatang dilakukan dengan cara-cara elegan tidak menggunakan kampanye hitam.

Bahkan, menurut dia, kompetisi hanya saat Pemilu 2024 saja setelah itu para calon akan bekerja sama bahu membahu membangun Indonesia.

"Sama-sama anak bangsa yang punya tujuan baik. Semestinya bekerja sama untuk hal-hal yang disepakati dan toleransi untuk hal yang berbeda," kata dia.  

Ia menambahkan, jangan sampai kontestasi politik saling melukai sehingga dapat mengganggu komunikasi untuk kerja sama ke depannya.

Baca juga: Momen Prabowo, Ganjar dan Anies Kompak Hadiri Resepsi Pernikahan Jessica Milla-Yakup Hasibuan

Calon presiden (capres) Anies Baswedan saat berfoto bersama ibu-ibu di acara acara Tasyakur Milad ke-42 Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT)di Istora Senayan. Berbeda dari Megawati Soekarnoputri, Anies Baswedan justru puji ibu-ibu pengajian.
Calon presiden (capres) Anies Baswedan saat berfoto bersama ibu-ibu di acara acara Tasyakur Milad ke-42 Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT)di Istora Senayan. Berbeda dari Megawati Soekarnoputri, Anies Baswedan justru puji ibu-ibu pengajian. (Instagram @aniesbaswedan)

Huda meminta kepada para simpatisan Anies Baswedan dan PKS agar tak terpancing kampanye-kampanye hitam.

"Utamakan kebersamaan dan cara yang simpatik. Mengkomunikasikan program dan pendekatan yang simpatik," kata dia.

Pihaknya sedang berkomunikasi dengan partai lain untuk melakukan pengusutan siapa pemasang baliho penolak Anies.

"Terkait pengusutan kami akan koordinasikan dengan rekan rekan partai lain dalam koalisi," pungkas Huda.

Sebelumnya, Anies Baswedan sempat menghadiri acara milad ke-21 PKS di Kota Yogyakarta pada Kamis (19/5/2023). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Spanduk Penolakan Anies Baswedan di Yogyakarta, PKS: Bentuk Kampanye Hitam."

Sumber: Kompas.com
Tags:
Anies BaswedanPartai NasdemKampanyeYogyakarta
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved