Breaking News:

Terkini Internasional

India Lewati China sebagai Negara Terpadat di Dunia, Populasinya Capai Lebih dari 1 Miliar Jiwa

India mengungguli China karena pertumbuhan pesat populasinya sendiri dan China yang mengalami penurunan

Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Anung
YouTube/BBC News
Lalu lintas di negara bagian Karnataka, India selatan. Masalah lalu lintas sudah lama ada di India, hingga dikatakan sebagai negara paling berisik di dunia dengan adanya kendaraan seperti becak, bus, taksi, sepeda motor, dan mobil pribadi memenuhi jalanan di kota-kota. 

TRIBUNWOW.COM - India akan menyusul China sebagai negara terpadat di dunia dalam beberapa minggu mendatang.

Dikutip TribunWow.com dari Channel News Asia, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengatakan India memiliki populasi hampir 1,43 miliar orang, Senin (24/4/2023).

Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB mengatakan jumlah itu bersaing dengan China.

Baca juga: Belum Ada Bukti yang Menunjukan Asal Covid-19, Mantan Pejabat China Singgung soal Hewan Liar

"Pada akhir bulan ini, populasi India diperkirakan mencapai 1.425.775.850 orang, menyamai dan kemudian melampaui populasi China daratan," kata Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB.

Pekan lalu laporan tahunan Negara Populasi Dunia PBB mengatakan tonggak sejarah akan datang pada pertengahan tahun 2023 .

India mengungguli China karena pertumbuhan pesat populasinya sendiri.

Faktor lain yakni penurunan populasi China setelah mencapai 1,426 miliar tahun lalu.

Baca juga: Bukti Kesetiaan Matheus Pato Bersama Borneo FC, Tolak Klub China dan Korea demi Perpanjang Kontrak

Dianggap sebagai negara berpenduduk terpadat di dunia sejak jatuhnya Kekaisaran Romawi pada abad ke-5 M, China diperkirakan akan terus menurun menjadi sekitar satu miliar orang pada akhir abad ini, menurut proyeksi PBB.

Data China tidak termasuk Taiwan, Hong Kong atau Makau.

Sementara itu, populasi India hampir pasti akan terus tumbuh dalam beberapa dekade mendatang, menurut PBB.

Proyeksi median PBB melihat India mencapai 1,5 miliar pada pertengahan abad, meskipun para pejabat menekankan itu bisa jauh lebih rendah atau lebih tinggi.

Kejatuhan China sangat terkait dengan puluhan tahun mempertahankan kebijakan satu anak yang ketat untuk pasangan menikah, yang berakhir pada 2016.

Baca juga: Viral Wanita di Wajo Sempat Dihujat Gegara Tolak Lamaran Pria India, Tetangga Kini Buka Suara

India.
India. (AFP/Prakash SINGH)

Selain itu, pertumbuhannya yang lebih lambat disebabkan oleh meningkatnya biaya hidup dan meningkatnya jumlah perempuan China yang bekerja dan mencari pendidikan tinggi.

Tahun lalu, tingkat kesuburan China turun ke salah satu tingkat yang lebih rendah di dunia dengan 1,2 kelahiran per wanita.

Kedua negara memiliki tingkat kesuburan yang hampir sama, hanya di bawah enam kelahiran per wanita, pada tahun 1970, kata John Wilmoth, direktur Divisi Kependudukan dan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial. (TribunWoW.com/ Tiffany Marantika)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
ChinaIndiaPerserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved