Pemilu 2024
Pemilu 2024: PSI Sebut Alasan Bergabung ke Koalisi Besar, Sudah Lakukan Langkah Pertemuan Petinggi?
PSI yang menyebutkan akan menginformasikan alasan bergabungnya partai berlogo bunga mawar putih ke koalisi besar.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengatakan akan segera memiliki koalisi untuk Pemilu 2024 mendatang.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berencana gabung ke koalisi besar.
Wacananya, PSI akan menggabungkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).
Baca juga: Hasil Survei Elektabilitas Parpol Terbaru Bulan Maret oleh SMRC, Tiga Partai Alami Kenaikan Suara
Langkah PSI itu diketahui Tribunnews.com berdasarkan undangan DPP PSI yang menyebutkan akan menginformasikan alasan bergabungnya partai berlogo bunga mawar putih ke koalisi besar.
"PSI memutuskan akan bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) + Koalisi Indonesia Raya (KIR). Apa yang mendasari keputusan ini? Apa langkah-langkah PSI selanjutnya?" Bunyi pesan undangan tersebut.
Kemudian diinformasikan bahwa PSI akan melakukan konferensi pers hari ini Rabu (5/4/2023) 12.00 WIB di Basecamp DPP PSI Jl Wahid Hasyim No 194, Jakarta Pusat.
Diinformasikan juga Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie, Ketua Umum DPP PSI Giring Ganesha, dan sejumlah pengurus DPP akan hadir dalam kegiatan tersebut.
Baca juga: Jokowi Disebut Dukung Ganjar-Prabowo dalam Pemilu 2024, Pengamat: Dua-duanya Capres

Adapun sebelumnya Partai Amanat Nasional (PAN) menyebut koalisi besar dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) masih terbuka lebar. Adapun nantinya nama bakal capres dan cawapres bisa dikompromikan.
Diketahui, koalisi besar KIB-KKIR bergulir seusai Presiden Jokowi bersilaturahmi bersama lima parpol di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan pada Minggu, (2/4/2023). Wali Kota Surakarta itu pun menyatakan koalisi besar dinilai sangat cocok.
Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga menyampaikan bahwa peluang terbentuknya koalisi besar masih terbuka lebar. Apalagi, ada kesamaan pemikiran antara kelima parpol koalisi besar tersebut.
"Masih terbuka lebar karena dari hasil diskusi kemarin ada banyak persamaan pemikiran dan kepentingan dari 5 partai politik," ujar Viva saat dikonfirmasi, Selasa (4/4/2023).
Viva menuturkan bahwa nantinya figur calon presiden dan calon wakil presiden bisa dibicarakan bersama kelima parpol. Adapun figur itu harus memiliki popularitas dan peluang menang yang tinggi.
Baca juga: Melihat Potensi Cawapres yang Bisa Dampingi Anies Baswedan di Pemilu 2024, Siapa Menang Survei?
"Figur yang menjadi pasangan calon adalah hasil dari keputusan dan kompromi seluruh partai politik yang tentu memiliki acceptibilitas, popularitas, dan elektabilitas yang terukur dan memiliki peluang menang di pilpres," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut dua koalisi partai saat ini yakni Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Golkar, PPP, dan PAN cocok dengan koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) yang terdiri dari Gerindra dan PKB.
Hal itu disampaikan Jokowi usai menghadiri acara Silaturahmi antara PAN dengan Presiden, di Kantor DPP, Jakarta Selatan, Minggu, (2/4/2023).
Sumber: Tribunnews.com
4 Fakta Sidang Sengketa Pileg 2024 yang Disidangkan MK Mulai Hari Ini, PPP dengan Perkara Terbanyak |
![]() |
---|
Partai Pengusung Gibran saat Pilwalkot Nilai Sebutan Khilaf PDIP Kurang Pas, Hanya Emosional Sesaat |
![]() |
---|
Daftar 19 Caleg Perempuan Partai Gerindra yang Lolos ke DPR RI, Bertambah dari Periode 2019-2024 |
![]() |
---|
Hasto Klaim PDIP Menang 3 Kali Pemilu meski Tanpa Jokowi, Singgung Suara PSI yang Tak Bisa Lolos |
![]() |
---|
Daftar 3 Pendakwah yang Gagal Melaju ke Senayan, Ada Caleg Petahana hingga Ustaz Yusuf Mansur |
![]() |
---|