Berita Viral
Viral Wasit di Ciamis Ceritakan Detik-detik Dikeroyok 30 Suporter dan Pemain saat Turnamen Urip Cup
Rindi mengaku menderita luka-luka lebam di sekujur tubuh mulai dari kepala hingga kaki setelah dirinya dikeroyok oleh puluhan pemain dan suporter bola
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Tak terima mendapat kartu merah, puluhan suporter dan pemain sepak bola di sebuah turnamen bernama Urip Cup nekat mengeroyok wasit bernama Rindi.
Korban dikeroyok oleh para pelaku seusai laga semifinal Urip Cup kelar digelar di Pamarican, Ciamis, Jawa Barat pada Jumat (10/3/2023) sore.
Dikutip TribunWow dari tvone, korban menceritakan, pengeroyokan baru terjadi setelah pertandingan berakhir.
Baca juga: Fakta Viral Sepatu Mahal Mario Dandy yang Jadi Sorotan saat Rekonstruksi, Ternyata Milik Penyidik
Rindi bercerita, seusai pertandingan berakhir, dirinya berjalan ke pinggir lapangan namun langsung dikejar oleh sekira 30 pelaku yang terdiri dari suporter dan pemain.
"Tiba-tiba suporter dari salah satu tim tersebut berlari ke arah saya dari berbagai macam penjuru, juga termasuk yang saya kartu merah waktu itu juga melakukan pemukulan dan pengeroyokan," kata Rindi, Minggu (12/3/2023) malam.
Rindi mengaku, dirinya dikeroyok selama 10 menit dalam kejadian yang viral tersebut.
Rindi sendiri tidak mengetahui persis ada berapa orang yang mengeroyoknya pada saat itu.
Namun seusai melihat video yang viral, Rindi menduga ada 30 orang yang mengeroyoknya.
Saat ini Rindi mengaku kondisi badannya sudah membaik meskipun masih mengalami rasa sakit di kaki dan badan.
"Hanya luka-luka lebam di bagian kepala belakang sama pelipis," ujar Rindi menceritakan luka-luka yang ia derita.
Baca juga: Viral ASN di Gowa Diduga Aniaya Penjual Kue Gegara Tak Diberi Utang, Sudah Berkali-kali Dilakukan

Dikutip dari TribunPriangan, seusai pengeroyokan terjadi, PSSI Askab Ciamis menghentikan Turnamen Urip Cup.
Pengeroyokan terhadap Rindi diketahui terjadi ketika klub Gazebo FC bertanding melawan PSG (Ciamis) di Lapangan Sawangan Dusun Kertajaga Desa Sukajaya Pamarican Ciamis, Jumat (10/3/2023) sore.
“PSSI Askab Ciamis menghentikan open tournamen tersebut. Tidak ada lagi pertandingan lanjutan. Kemarin kejadiannya saat semi final, berarti tidak ada pertandingan final. Semua kegiatan dihentikan,” tegas Ketua PSSI Askab Ciamis, Heri Rafni Kotari, Sabtu (10/3/2023).
PSSI Askab Ciamis diketahui juga akan memanggil panpel, perwakilan manejemen, offisial, perangkat pertandingan maupun pemain dari kedua tim yang berlaga saat laga berlangsung. (TribunWow.com/Anung)