Breaking News:

Liga 1

Sinyal Terobosan Gilbert Agius di PSIS Semarang: 2 Nama Tak Terduga Mencuat, Munculkan Supersub Baru

Terobosan Gilbert Agius di PSIS Semarang sudah munculkan dua nama di luar dugaan hingga munculkan sosok supersub baru.

Tayang:
Instagram @psisfcofficial
Skuad PSIS Semarang saat lakoni sesi latihan bersama (kiri) dan pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius (kanan). Sinyal terobosan Gilbert Agius di PSIS Semarang. 

TRIBUNWOW.COM - Tanda-tanda adanya terobosan baru Gilbert Agius di PSIS Semarang sudah mulai terlihat dalam dua laganya di gelaran Liga 1 2022.

Dilansir TribunWow.com, didatangkan per 15 Februari 2023 oleh PSIS Semarang, Gilbert Agius langsung nyetel dengan skema Laskar Mahesa Jenar.

Gilbert Agius itu tak ingin PSIS Semarang langsung berganti skema dengan mengikuti apa yang kerap ia mainkan saat menahkodahi Timnas U-21 Malta dan Valetta FC.

Skema 3-4-3 atau 3-4-2-1 yang kerap ia mainkan sebelumnya belum nampak dalam dua laga terkininya bersama PSIS Semarang.

Baca juga: Sentuhan Magis Gilbert Agius di PSIS Semarang: Baru 2 Laga Sudah Buat Snex-Panser Biru Terkesima

Di laga kontra Persita Tangerang, pelatih berusia 49 tahun itu memilih untuk menerapkan skema 4-3-3 seperti yang kerap dimainkan PSIS Semarang sejak 2018 silam.

Sementara pada laga kedua saat bertandang ke markas Bhayangkara FC, Gilbert Agius memilih memainkan skema 4-2-3-1.

Ketidakegoisan Gilbert Agius diprediksi karena kompetisi yang juga sudah berjalan hampir selesai sehingga dari segi waktu sudah tak memungkinkan untuk anak asuhnya bisa beradaptasi dengan skema modern yang kerap ia mainkan.

Selain perihal skema, Gilbert Agius nampaknya juga memiliki selera berbeda dengan caretaker PSIS Semarang sebelumnya, Muhammad Ridwan.

Jika Ridwan kerap orbitkan pemain di posisi gelandang, kini, Gilbert Agius malah memilih memunculkan dua nama baru di sektor depan.

Meski dibarengi dengan krisis penyerang murni yang memang tengah dialami Laskar Mahesa Jenar, namun, keputusan Gilbert Agius itu rsebut bisa dikatakan sebagai taktik berani.

Mengingat, pelatih kelahiran Pieta, Malta itu bisa saja memainkan skema false nine dengan memposisikan Taisei Marukawa di ujung tombak.

Namun, hal itu tak ingin ia lakukan menyusul adanya dua nama di kedalaman skuad PSIS Semarang sebagai penyerang murni yakni Rizky Dwi Pangestu dan Farrel Arya.

Rizky Dwi striker anyar PSIS Semarang pinjaman dari Sulut United saat berhadapan dengan Persib Bandung, Selasa (31/1/2023).
Rizky Dwi striker anyar PSIS Semarang pinjaman dari Sulut United saat berhadapan dengan Persib Bandung, Selasa (31/1/2023). (Instagram @rizkydwi.99)

Baca juga: Profil Alfeandra Dewangga: Pemain Serba Bisa PSIS yang Pernah Buat Persib Tertarik, Ini Statistiknya

Terbukti, pilihan Gilbert Agius memilih Rizky Dwi untuk menjadi ujung tombak berbuah hasil.

Striker pinjaman dari Sulut United itu mampu lesatkan gol heading indah yang mampu merobek gawang Awan Setho.

Selain Rizky Dwi, di tengah upaya PSIS Semarang mengejar ketertinggalan dari Bhayangkara FC, Gilbert Agius dengan berani menurunkan striker berusia 20 tahun, Farrel Arya.

Farrel Arya masuk menggantikan Rizky Dwi di menit ke-81.

Uniknya, lagi-lagi, keputusan itu terbukti jitu menyusul Farrel Arya dengan fighting spirit nya mampu mengobrak-abrik pertahanan Bhayangkara FC.

Peluang emas ia catatkan hanya beberapa menit setelah dimasukkan melalui heading.

Sayang, heading Farrel Arya masih melebar sedikit saja dari gawang Awan Setho.

Tak hanya berani orbitkan dua nama penyerang anyar di lini depan, Gilbert Agius juga memberikan peran baru bagi gelandang pengangkut air PSIS Semarang, Delvin Rumbino.

Bukan berganti posisi, mantan gelandang Persis Solo itu diberikan tugas sebagai supersub dalam dua laga awal Gilbert Agius di PSIS Semarang.

Pada laga kontra Persita Tangerang, Delvin Rumbino masuk di menit ke-63 menggantikan Septian David Maulana.

Gelandang tengah PSIS Semarang, Delvin Rumbino.
Gelandang tengah PSIS Semarang, Delvin Rumbino. (Instagram @psisfcofficial)

Baca juga: Profil Rizky Dwi: Bomber Kemarin Sore Liga 1 Pinjaman PSIS Semarang, Senjata Anyar Gilbert Agius?

Sementara di laga kontra Bhayangkara FC, Delvin Rumbino masuk di menit ke-71 untuk menggantikan peran dari Ryo Fujii.

Peran itu berpotensi terus berlanjut menyusul performa Delvin Rumbino ketika dimasukkan di babak kedua kerap menghidupkan lini tengah Laskar Mahesa Jenar.

Menarik dinantikan terobosan apalagi yang akan dikreasikan Gilbert Agius bersama PSIS Semarang.

Gilbert Agius Sukses Buat Snex-Panser Terkesima

Sosok Gilbert Agius langsung buat Snex dan Panser Biru terkesima meski PSIS Semarang dilibas Bhayangkara FC dengan skor 2-3.

Dilansir TribunWow.com, laga Bhayangkara FC kontra PSIS Semarang yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Rabu (1/3/2023).

Dalam laga tersebut, sejatinya, PSIS Semarang sukses mencatatkan gol pembuka melalui heading berkelas dari Septian David Maulana (11').

Namun sayang, hanya bertahan empat menit, sebelum akhirnya berhasil dibalas oleh Bhayangkara FC melalui Anderson Salles (15').

Baca juga: Profil Alfeandra Dewangga: Pemain Serba Bisa PSIS yang Pernah Buat Persib Tertarik, Ini Statistiknya

Bahkan, Bhayangkara FC kembali berhasil unggul setelah Matias Mier mampu lesatkan gol memanfaatkan kelengahan di lini belakang pada menit ke-26.

Sempat membalas di menit ke-41 berkat gol Rizky Dwi, PSIS Semarang harus puas gigit jari setelah Anderson Salles kembali catatkan gol kedua sekaligus mimpi buruk bagi skuad asuhan Gilbert Agius di menit ke-77.

Meskipun kalah, dua basis suporter PSIS Semarang di luar dugaan mengaku terkesima akan progres yang ditunjukkan oleh Septian David Maulana dkk seusai dipegang kendali oleh Gilbert Agius.

Menurut mayoritas Snex dan Panser Biru, para penggawa PSIS Semarang sudah menunjukkan progres dari segi pola permainan di dua laga terkini meski belum beri kemenangan.

Umpan satu dua dari kaki ke kaki tanpa kerap melakukan long ball menjadi dasar permainan cantik yang diterapkan Gilbert Agius di PSIS Semarang sejak laga kontra Persita Tangerang dan Bhayangkara FC.

Cuplikan laga Bhayangkara FC vs PSIS Semarang (kiri) dan pelatih PSIS Semarang asal Malta Gilbert Agius (kanan). Gilbert Agius lagi-lagi tak mainkan skema modern saat PSIS Semarang bersua Bhayangkara FC.
Cuplikan laga Bhayangkara FC vs PSIS Semarang (kiri) dan pelatih PSIS Semarang asal Malta Gilbert Agius (kanan). Gilbert Agius lagi-lagi tak mainkan skema modern saat PSIS Semarang bersua Bhayangkara FC. (Instagram @psisfcofficial)

Baca juga: PSIS Sudah Buktikan Kekuatan Baru Mesin Gol Bhayangkara FC, Bali United hingga Persib Wajib Waspada

"Rapopo Kuch Agus... Wingi Dengan Skuad dan Kondisi sak onone.... Yo wis Meningkat Pola Permainan e," tulis @ombebbo.

"Joss racikanmu coach. Selamat berproses... Semoga kedepan lebih baik lagi. Aamiin," tulis @anjaadeirawan.

"rpp rang permainan wes apik," tulis @aziiz_1298.

"Kalah rapopo pnting ono progres di tonton enak.. Musim ini funfutbol santai," tulis @febri_nugroho92.

"Permainan dan fisik mulai keliatan progres, proses mulai keliatan. Benahi dan fokus kudu iso," tulis @azislaksana.

"Lagi nyekel 2 pertandingan tp progres e coach agus wes apik , ojo dipaido sek ayo bareng” di support," tulis @arisryyan. 

"Wes SANGAR dari segi permainan SEMANGAT BOS," tulis @dimas_dwikur.

Panser Biru dan Snex puji Gilbert Agius meski PSIS Semarang kalah dari Bhayangkara FC.
Panser Biru dan Snex puji Gilbert Agius meski PSIS Semarang kalah dari Bhayangkara FC. (Instagram @psisfcofficial)

Menarik dinantikan perubahan apa lagi yang akan berhasil ditunjukkan PSIS Semarang di tangan Gilbert Agius.

Menyusul masih ada 8 pertandingan tersisa di Liga 1 2022/2023 yang harus dilakoni pelatih asal Malta tersebut bersama PSIS Semarang.

(TribunWow.com/Adi Manggala S)

Baca Berita Terkait

Tags:
Liga 1 2022PSIS SemarangGilbert AgiusPanser BiruSnex Mania
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved