Breaking News:

Terkini Internasional

Para Ahli Menyebut Flu Burung Kembali Terdeteksi pada Mamalia, Bagaimana Risiko pada Manusia?

Sejak akhir tahun 2021 silam, Eropa telah dilanda wabah flu burung terburuk yang pernah terjadi. Amerika Utara dan Amerika Selatan juga mengalami.

South China Morning Post
Ilustrasi unggas dalam wabah flu burung - Sejak akhir tahun 2021 silam, Eropa telah dilanda wabah flu burung terburuk yang pernah terjadi. Amerika Utara dan Amerika Selatan juga mengalami. 

TRIBUNWOW.COM - Para ahli telah memperingatkan bahwa pendeteksian flu burung baru-baru ini telah bermutasi.

Dikutip TribunWow.com dari Channel News Asia, pendeteksian flu burung itu dilakukan pada rubah, berang-berang, anjing laut hingga beruang grizzly.

Hasilnya disebut para ahli mengkhawatirkan, namun perlu mutasi khusus untuk menyebar ke manusia, Sabtu (4/2/2023).

Baca juga: Kenali Perbedaan Gejala Varian Omicron dengan Flu, Sakit Tenggorokan, Lemas dan Nyeri Kepala

Sejak akhir tahun 2021 silam, Eropa telah dilanda wabah flu burung terburuk yang pernah terjadi.

Amerika Utara dan Amerika Selatan juga mengalami wabah parah.

Hal ini menyebabkan pemusnahan puluhan juta unggas peliharaan di seluruh dunia.

Banyak di antaranya yang terjangkit virus H5N1.

Wabah global juga bertanggungjawab atas kematian puluhan ribu burung liar.

Baca juga: Wabah Cacar Monyet Tidak Mungkin Jadi Penyebab Pandemi seperti Covid-19 dan Ebola, Ini Kata WHO

Tom Peacock, seorang ahli virologi di Imperial College London, mengatakan kepada AFP bahwa itu merupakan "panzootik" yang artinya pandemi di antara hewan, dalam hal ini burung.

"Kami tidak sepenuhnya yakin mengapa itu terjadi sekarang tapi kami pikir ini mungkin didorong oleh jenis H5N1 yang sedikit berbeda yang menyebar dengan sangat efektif pada burung liar yang bermigrasi," kata Peacock.

Ia menambahkan bahwa jarang sekali kasus flu burung menular ke manusia.

Dan lebih jarang lagi sampai menular ke manusia yang berpotensi pada kematian.

Baca juga: Wabah Virus Zika Kembali Merebak di India, 89 Orang Positif, Termasuk Anak-anak dan Ibu Hamil

Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan bahwa seekor rubah baru saja divonis terkena H5N1.

Peacock mengatakan bahwa mutasi ini memungkinkan virus bereplikasi lebih baik dalam sel mamalia.

Tetapi mutasi lebih lanjut akan diperlukan agar virus menyebabkan pandemi flu pada manusia, tambahnya. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Flu BurungVirusAmerika SelatanAmerika Utara
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved