Breaking News:

Piala Dunia 2022

Sosok Szymon Marciniak Wasit Final Piala Dunia 2022 Argentina Vs Prancis, Pernah Buat Tuchel Ngamuk

Wasit final Piala Dunia 2022, Szymon Marciniak pernah buat Tuchel ngamuk di laga UEFA Champions League.

The Sun
Momen ketika Syzmon Marciniak berdebat dengan mantan pelatih Chelsea, Thomas Tuchel. 

TRIBUNWOW.COM - Laga final Piala Dunia 2022 Timnas Argentina vs Timnas Prancis bakal dipimpin oleh wasit asal Polandia, Szymon Marciniak.

Dilansir TribunWow.com, kepastian penunjukkan Szymon Marciniak tak terlepas dari penilaian apik Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina.

Ia menilai kinerja Szymon Marciniak selama Piala Dunia 2022 berjalan apik dan tak pernah memunculkan sebuah kontroversi.

Di sisi lain, keberhasilan Szymon Marciniak memimpin jalannya babak final Piala Dunia 2022 membuat namanya terukir sebagai wasit Polandia pertama yang pernah memimpin laga final turnamen bergengsi 4 tahunan tersebut.

Baca juga: Pahlawan Maroko Lawan Portugal Buang Peluang Jebol Kroasia di Piala Dunia 2022, Singa Atlas Menangis

Lantas, siapakah sejatinya sosok Szymon Marciniak?

Dan bagaimana rekam kiprahnya selama memimpin jalannya pertandingan?

Dikutip TribunWow.com dari Transfermarkt, sosok Szymon Marciniak merupakan wasit kelahiran Plock, Polandia, 7 Januari 1981.

Ia mengawali karier wasit saat usianya terhitung masih sangat muda yakni 21 tahun.

Laga profesionalnya dimulai  di tahun 2009 saat memimpin jalannya pertandingan di Liga Polandia yang berlangsung di Belchatow Stadium.

Sedangkan untuk kiprahnya, Szymon Marciniak pernah disorot dalam dua laga penting di benua biru Eropa, UEFA Champions League.

Sosok Szymon Marciniak bakal menjadi pemimpin laga final Piala Dunia 2022 antara Argentina melawan Prancis.
Sosok Szymon Marciniak bakal menjadi pemimpin laga final Piala Dunia 2022 antara Argentina melawan Prancis. (Twitter @AlbicelesteTalk)

Baca juga: Profil Szymon Marciniak, Wasit Final Piala Dunia 2022 Argentina Vs Prancis, Pernah Rugikan FC Porto

Pada sorotan pertama, Szymon Marciniak pernah mengeluarkan 10 kartu kuning dan 1 kartu merah dalam satu pertandingan ketika FC Porto bersua Atletico Madrid.

Kartu kuning kedua diberikan Szymon Marciniak kepada striker andalan FC Porto asal Iran, Mhedi Taremi.

Imbasnya, FC Porto harus puas ditekuk Altetico Madrid dengan skor 1-2.

Dikutip TribunWow.com dari thesun.co.ik, sorotan keputusan Szymon Marciniak terjadi di laga perempat final UEFA Champions League antara Chelsea kontra Real Madrid musim lalu.

Pada laga tersebut, sejatinya Chelsea mampu memenangkan laga kontra Real Madrid dengan skor 3-2.

Sayang, The Blues harus puas tersingkir setelah kalah agregat gol dari Real Madrid dengan skor 5-4.

Emosi Tuchel pun tak terbendung kepada kepemimpinan wasit Szymon Marciniak.

Tuchel emosi karena Szymon Marciniak menganulir gol Marcos Alonso di menit ke-62.

Di penghujung laga, mantan pelatih Chelsea itu kedapatan menertawakan pelatih Real Madrid, Carlo Anceloti.

Tuchel yang kecewa sembari berkata kepada Ancelotti dengan menyebut laga itu merupakan pertandingan sangat buruk.

 "Saya pikir ini waktu yang sangat, sangat buruk dan saya mengatakan itu padanya," jelas Tuchel.

Jika dilihat dari tayangan ulang dengan video gerak lambat, sebenarnya bola memang mengenai tangan kanan dari Marcus Alonso.

Mengetahui hal itu, Tuchel berdalih jika ia kecewa akan keputusan wasit yang tak meninjau secara langsung VAR.

"Saya tidak melihat golnya tetapi saya sangat kecewa dia tidak keluar dan memeriksanya sendiri.

"Anda harus tetap menjadi bos dan tidak memberikan keputusan kepada seseorang di kursi dan yang terisolasi."

Patut dinantikan akankah sosok Szymon Marciniak akan memunculkan keputusan kontroversial di babak final Piala Dunia 2022, atau justru malah sebaliknya.

Syzmon dan Tuchel 2022 11
Momen ketika Syzmon Marciniak bersitegang dengan mantan pelatih Chelsea, Thomas Tuchel.

Didier Deschampas Tak Gentar Lawan Suporter Argentina

Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps memuji kualitas calon lawannya di partai final Piala Dunia 2022.

Dilansir TribunWow.com, laga Timnas Argentina vs Timnas Prancis bakal berlangsung di Lusail Stadium, Minggu (18/12/2022).

Jelang laga, pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps mengatakan jika melatih Les Bleus merupakan karier terindahnya selama menjadi pelatih sepak bola.

Bahkan, ia mengatakan jika kiprahnya sebagai mantan kapten Timnas Prancis dan pernah merumput untuk Juventus serta Chelsea yang kesannya tak seperti saat ia menjadi pelatih Les Bleus 10 tahun terakhir.

Baca juga: Legenda Prancis Puja-puja Messi Jelang Final Piala Dunia 2022, Singgung soal Ronaldo dan Maradona

Seperti diketahui, Didier Deschamps ditunjuk sebagai pelatih Timnas Prancis pada 2012 seusai mendapatkan banyak gelar domestik bersama Marseille.

 "Menjadi manajer Prancis selalu menjadi hal terindah yang pernah terjadi pada saya dalam karier saya, saya bermain untuk Prancis dan itu adalah pencapaian yang luar biasa dan menjadi pelatih begitu lama. luar biasa, dikutip TribunWow.com dari Mirror.co.uk.

Meski menorehkan prestasi menawan bersama Prancis, Didier Deschamps memilih untuk tak jumawa.

Ia memilih untuk fokus pada pertandingan penting keduanya saat menahkodahi Prancis yakni final Piala Dunia 2022 kontra Argentina.

"Saya senang menjadi pelatih Prancis tetapi yang paling penting adalah tim. Saya melayani tim dan telah selama 10 tahun. Ini tentang tim tetapi saya bukan orang yang paling penting di sini. Itu menang tergantung pada hasil hari Minggu."

Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps
Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps (Instagram/@equipedefrance)

Baca juga: 20 Tahun Rekor Top Skor Argentina di Piala Dunia Akhirnya Tergantikan, Batistuta: Messi Bukan Alien

Di sisi lain, pelatih berusia 54 tahun itu juga mengakui Timnas Argentina memiliki keuntungan besar karena selalu mendapatkan dukungan fanatik dari suporternya.

Meski begitu, Deschamps mengaku tak gentar dan malah bertambah semangat untuk memenangkan laga dengan atmosfir penuh tekanan suporter Argentina.

"Argentina selalu mendapat dukungan besar. Tapi kami juga akan memiliki penggemar Prancis. Sebagian besar penggemar mungkin akan mendukung Argentina karena mereka orang Argentina atau akan mendukung tim itu. Saya pikir akan ada suasana yang sangat meriah. Orang Argentina adalah orang yang sangat bersemangat, mereka mendukung tim mereka dan itu adalah hal yang positif, bagus untuk memiliki suasana seperti itu di Final Piala Dunia.

Ia juga menegaskan jika Prancis tak akan perduli dengan tekanan mayoritas suporter fanatik Argentina dan seluruh pecinta bola yang banyak mendukung Messi dkk juara.

Mantan pelatih Juventus itu menekankan jika Mbappe dkk akan menghadapi tim yang berada di lapangan.

Semua itu dilakukan demi perebutan bintang ketiga yang sama-sama Prancis dan Argentina intai di Piala Dunia 2022.

Mengingat keduanya saat ini sama-sama baru memiliki dua gelar Piala Dunia selama keikutsertaannya pada ajang bergengsi seantero dunia tersebut.

"Tapi lawan kami tidak ada di kerumunan, mereka adalah tim yang kami hadapi di lapangan dan mereka adalah tim yang cukup bagus untuk mengkhawatirkan mereka. Kedua tim memiliki tujuan yang sama dan hanya satu yang akan keluar dengan bintang ketiga. "

Menarik dinantikan akankah Deschamps mampu menundukkan ambisi besar Lionel Messi untuk Argentina di Piala Dunia 2022.

Atau justru Lionel Messi dkk yang akan persembahkan gelar Piala Dunia ketiga untuk Argentina dan ratusan suporternya yang bakal padati Lusail Stadium.

Para pemain Timnas Argentina (kiri) dan Timnas Prancis (kanan) dalam sebuah laga di Piala Dunia 2022 Qatar.
Para pemain Timnas Argentina (kiri) dan Timnas Prancis (kanan) dalam sebuah laga di Piala Dunia 2022 Qatar. (Kolase Instagram @afaseleccion dan @equipedefrance)

(TribunWow.com/Adi Manggala S)

Baca Berita Terkait

Tags:
Thomas TuchelPiala Dunia 2022Timnas PrancisTimnas ArgentinaSzymon MarciniakProfilSosok
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved