Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Sebut Kesaksian Ferdy Sambo Tak Masuk Akal, Hakim Wahyu Iman Santoso Kini Dilaporkan Kuat Maruf

Pihak terdakwa Kuat Maruf melaporkan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang tangani kasus pembunuhan Brigadir J.

KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Ketua majelis hakim Wahyu Iman Santoso memimpin sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (21/11/2022). Terbaru, kuasa hukum Kuat Maruf perkarakan hakim Wahyu Iman Santoso, Kamis (8/12/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang menangani kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY).

Dilansir TribunWow.com, pihak pelapor adalah terdakwa Kuat Maruf yang diwakili oleh penasihat hukumnya.

Aduan ini dilayangkan Kuat Maruf sehari setelah sidang pada Rabu (7/12/2022), di mana Ferdy Sambo memberikan kesaksian terkait kronologi pembunuhan ajudannya.

Baca juga: Pakar Sebut Ferdy Sambo Tunjukkan Indikasi Berbohong: Beda Sekali, Suaranya Lambat, Semakin Bungkuk

Sebagaimana diketahui, persidangan kasus Brigadir J dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai Wahyu Iman Santoso dan beranggotakan Morgan Simanjuntak dan Alimin Ribut Sujono.

Saat ditanya, penasihat hukum Kuat Maruf, Irwan Irawan, membenarkan pelaporan terhadap hakim PN Jaksel tersebut.

Meskipun begitu, pihaknya masih belum bersedia memberikan detail maupun alasan pelaporan tersebut.

"Siang ini aku kirim rilisnya ya," janji Irwan dikutip dari Kompas.com, Kamis (8/12/2022).

Saat dikonfirmasi mengenai pelaporan ini, Miko mengatakan bahwa tim kuasa hukum Kuat Maruf mengajukan laporan terhadap Wahyu Iman Santoso yang merupakan ketua majelis hakim kasus tersebut.

"Benar, yang bersangkutan melalui kuasa hukumnya mengajukan laporan terhadap Ketua Majelis kepada Komisi Yudisial," terang Miko.

Ia menerangkan pihaknya akan memverifikasi dan menilai apakah laporan tersebut sudah memenuhi syarat atau belum.

Atas aduan tersebut, KY berjanji akan melakukan pemeriksaan secara obyektif.

"Yang pasti, Komisi Yudisial akan memeriksa laporan ini secara obyektif."

Laporan tersebut akan ditindaklanjuti secara terpisah sehingga tidak akan menganggu jalannya persidangan kasus Brigadir J.

"Perlu pemahaman bahwa area Komisi Yudisial adalah memeriksa ada atau tidaknya pelanggaran etik dan perilaku hakim," ungkap Miko.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved