Breaking News:

Kabar Tokoh

Hari Terakhir Jadi Gubernur, Anies Ziarah ke Makam Korban Covid-19: 7 Ribu Orang Dimakamkan di Sini

Di hari terakhirnya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyempatkan diri berziarah ke TPU Rorotan.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Instagram/@aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan ziarah ke TPU Rorotan yang menjadi tempat dimakamkannya warga korban pandemi Covid-19, Minggu (16/10/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Sebagai episentrum pandemi Covid-19 di Indonesia, DKI Jakarta beberapa kali menghadapi masa kritis saat virus asal Wuhan, China itu menyebar ke Indonesia.

Di hari terakhirnya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyempatkan diri berziarah ke TPU Rorotan pada Minggu (16/10/2022).

Dikutip TribunWow dari Instagram @aniesbaswedan, TPU Rorotan diketahui satu dari beberapa titik pemakaman di Jakarta yang difungsikan untuk mengubur warga yang meninggal karena pandemi Covid-19.

Baca juga: IKN hingga Infrastruktur, NasDem Buka Suara Nasib Program Jokowi jika Anies Jadi Presiden di 2024

Dalam unggahannya, Anies tampak menemui peziarah yang datang ke TPU.

Anies bersama istrinya juga menyempatkan diri menabur bunga di makam sejumlah warga.

Anies menjelaskan, kunjungannya ke TPU Rorotan untuk mendoakan para warga yang meninggal karena Covid-19.

Selain itu Anies juga ingin memastikan fasilitas di TPU Rorotan berjalan dengan baik.

Berikut caption lengkap yang ditulis oleh Anies:

"Berziarah ke TPU Rorotan.

Hampir separuh dari masa tugas kami di Jakarta berfokus pada penyelamatan warga yang dilanda pandemi COVID19.

Berbagai ikhtiar kita kerjakan tujuannya untuk keselamatan.

Alhamdulillah, begitu banyak orang terselamatkan, lewat langkah tindakan kerja bersama semua pihak, utamanya Pemprov DKI, TNI, Polri, akademisi dan unsur masyarakat.

TPU Rorotan adalah salah satu tempat di mana mereka yang tak terselamatkan dimakamkan.

Sekitar 7000 orang pejuang yang wafat karena pandemi, dimakamkan di sini.

Blok makam ini, untuk yang muslim diberi nama Syuhada karena mereka wafat dalam keadaan syahid.

Blok makam Kristen dan Katolik diberi nama Santo Joseph dari Arimatea, hasil dari konsultasi bersama pimpinan gereja Katolik dan Kristen di Jakarta.

Kami datang untuk mendoakan mereka yang wafat selama masa pandemi.

Mereka adalah orang-orang yang berjuang dalam kebaikan, orang-orang yang wafat dalam kehormatan.

Sekaligus juga menengok masih dalam kapasitas sebagai Gubernur memastikan bahwa seluruh fasilitas di sini berjalan sesuai rencana dan terawat dengan baik.

#JakartaKotaGlobal
#TerimaKasihJakarta."

Baca juga: Restu Prabowo dan Keikhlasan Sandiaga Uno Antar Anies Baswedan Jadi Gubernur DKI, Berikut Kisahnya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan ziarah ke TPU Rorotan yang menjadi tempat dimakamkannya warga korban pandemi Covid-19, Minggu (16/10/2022).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan ziarah ke TPU Rorotan yang menjadi tempat dimakamkannya warga korban pandemi Covid-19, Minggu (16/10/2022). (Instagram/@aniesbaswedan)

Anies Minta Publik Fokus Lihat Rekam Jejak

Seusai turun dari posisi Gubernur Ibu Kota, Anies akan melanjutkan perjalanan karier politiknya sebagai calon presiden (capres) 2024 dari partai Nasional Demokrat (NasDem).

Dikutip TribunWow, Anies sempat tertawa ketika ditanya dalam Karni Ilyas Club soal rencana sebagai capres di 2024.

"Kalau saya jawab sekarang, ini kayak offside bang," kata Anies sembari tertawa.

"Saya kan masih ngurusin Jakarta," ujarnya.

Anies menegaskan, soal rencana sebagai capres akan ia beberkan nanti seusai dirinya tak lagi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Namun Anies menekankan bahwa masa gagasan tentang masa depan, dapat dilihat dari rekam jejak.

Ia mencontohkan, visi masa depan miliknya dapat dilihat dari rekam jejaknya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Jadi saya ingin katakan, lihat rekam jejak di Jakarta," ujar Anies.

Anies menegaskan, rekam jejak tidak bisa dibantah.

Ia lalu membahas bagaimana pembangunan tidak terbatas pada hal yang terlihat saja, tapi juga hal-hal yang tidak terlihat, mulai dari rasa aman di bidang kesehatan, kesamaan di bidang pendidikan dan kesempatan kerja.

"Kota ini tidak boleh hanya sekadar tempat orang mencari penghidupan," kata Anies.

"Dia harus menjadi sebuah kota yang memberikan kehidupan."

"Kota yang memberikan peradaban," ungkapnya.

Baca juga: NasDem Usung Anies Jadi Capres 2024, 2 Kader Termasuk Ni Luh Djelantik Langsung Pilih Mundur

Anies Bahas Masa Depan Kota Jakarta

Sebelumnya diberitakan, kawasan wisata Kota Tua Jakarta disebut merupakan kondisi Ibu Kota di masa depan nanti.

Anies menjelaskan bahwa di kawasan Kota Tua dapat terlihat masa depan dan masa lalu Jakarta.

Dikutip TribunWow, pernyataan ini diungkapkan oleh Instagram @aniesbaswedan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memamerkan hasil revitalisasi kawasan wisata Kota Tua Jakarta, Jumat (26/8/2022).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memamerkan hasil revitalisasi kawasan wisata Kota Tua Jakarta, Jumat (26/8/2022). (Kolase (Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARI) dan Instagram/@aniesbaswedan)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersepeda di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, diunggah pada Senin (12/9/2022).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersepeda di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, diunggah pada Senin (12/9/2022). (Instagram @aniesbaswedan)

Baca juga: Berita Ganjar: Menurut Survei, Bisa Kalahkan Prabowo hingga Anies jika Pilpres Digelar saat Ini

Maksud masa depan Jakarta yang dijelaskan oleh Anies adalah di kawasan Kota Tua, daerah ini dirancang untuk kenyamanan maksimal bagi pejalan kaki serta didesain rendah emisi.

Anies turut menyampaikan bangunan-bangunan tua bersejarah di Kota Tua tetap dipertahankan sebagai pengingat akan sejarah.

Ia menjelaskan, revitalisasi Kota Tua kini telah berada di tahap akhir.

Berikut caption lengkap yang ditulis oleh Anies:

"KOTA TUA ADALAH KOTA MASA DEPAN

Di Kota Tua kita akan menyaksikan kawasan baru yang mewakili Jakarta masa depan.

Revitalisasi Kota Tua dirancang untuk menghadirkan kawasan wisata yang memanusiakan pejalan kaki, berorientasi pada mobilitas yang aktif dan setara untuk semua, serta ramah lingkungan (rendah emisi).

Di Kota Tua bukan hanya bangunan bersejarah, di sini ada juga kampung-kampung tua dan ini jangan dihilangkan, harus dirawat, dikembangkan, karena itu bagian dari sejarah perjalanan bangsa kita.
Sebuah revitalisasi progresif tanpa melupakan akar sejarahnya.

Perasaan kesetaraan inilah kekuatan terobosan yang ada di kota ini, dan inilah masa depan. Lalu di tempat ini ada salah satu Stasiun paling tua di Jakarta, usianya hampir seabad, yang nantinya akan terintegrasi dengan stasiun MRT yang modern.

Insya Allah Jakarta akan terus menerus mengalami modernisasi dan mencerminkan kota global.

Kini lebih nyaman ke Kota Tua dengan naik transportasi umum terintegrasi, seperti KRL, Transjakarta atau bersepeda.

Karena Kota Tua telah ditetapkan sebagai Kawasan Rendah Emisi (KRE) / Low Emission Zone, dan menjadi salah satu simpang temu berbagai moda transportasi publik.

Sebagian jalan raya di sana kini telah dikonversi menjadi fasilitas pejalan kaki dan pesepeda.
Perpindahan antar moda transportasi publik diatur agar berjalan mulus.

Kendaraan bermotor pribadi kini tidak bisa lewat lagi, parkir kendaraan JAUH, tidak ada kantong parkir.

Bila ke Kota Tua, tinggalkan kendaraan pribadi di rumah atau di fasilitas park and ride yang tersedia di berbagai stasiun dan terminal.

Revitalisasi Kota Tua kini telah di tahap akhir, menjelang tuntas, namun sudah bisa kita nikmati.

Ingat, sama-sama kita jadikan Kota Tua ini ruang ketiga yang nyaman bagi semua.
Jaga ketertiban, jaga kebersihan, ingatkan sesama. Selamat menikmati #WajahBaruKotaTua.

#JakartaKotaGlobal
#RevitalisasiKotaTua
#KotaTuaKotaMasaDepan
#LowEmissionZone."

(TribunWow.com/Anung)

Baca Artikel Terkait Lainnya

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Anies BaswedanGubernur DKI JakartaCovid-19Jakarta
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved