Breaking News:

Tragedi Arema Vs Persebaya

VIDEO - Mengapa Polisi Menembakkan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan padahal Dilarang FIFA?

Fifa melarang penggunaan gas air mata di stadion, banyak penonton yang sulit bernapas dan pingsan.

Editor: Lailatun Niqmah

Keterangan Suporter soal Tembakan Gas Air Mata

Seorang saksi mata tragedi Kanjuruhan, Dwi, mengaku melihat banyak orang terinjak-injak usai polisi menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton.

Dia menduga gas air mata yang dilepaskan polisi membuat suporter mengalami sesak napas hingga kemudian berjatuhan.

"Selain itu saya lihat ada banyak orang terinjak-injak, saat suporter berlarian akibat tembakan gas air mata," bebernya, Sabtu (1/10/2022).

Apabila melihat pernyataan Kapolda Jawa Timur, gas air mata digunakan untuk menghalau massa yang merangsek ke lapangan.

Terkait itu, salah satu suporter Arema FC, Riyan Dwi Cahyono, menerangkan bahwa alasan suporter turun ke lapangan usai pertandingan ialah untuk melakukan protes atas kekalahan Arema FC.

"Kami turun tujuannya memang untuk protes kepada pemain dan manajemen Arema FC, kenapa Arema FC bisa kalah? Padahal selama 23 tahun sejarahnya Arema FC tidak pernah kalah melawan Persebaya di kandang Singo Edan," jelasnya, Minggu.

Menurut dia, suporter ingin menyampaikan protes kepada pemain dan manajemen agar Arema FC bisa lebih baik lagi.

Saat itu, Riyan juga ingin turun ke lapangan.

Namun, belum sampai melompati pagar, tembakan gas air mata datang ke arah tribunnya.

Warga Kabupaten Blitar, Jawa Timur, itu pun terjatuh dan terinjak supporter lain yang berebut turun dari tribun.

Riyan yang terinjak-injak, juga mengalami sesak napas akibat menghirup gas air mata. Ia akhirnya bisa diselamatkan oleh suporter lain.

"Saat itu saya tidak berdaya. Bahkan, teman perempuan saya yang bareng bersama saya dari Blitar hilang dan belum tahu bagaimana kondisinya saat ini," tandasnya.

Baca juga: VIDEO Sosok 2 Polisi yang Gugur dalam Tragedi di Kanjuruhan, Biasa Bertugas sebagai Bhabinkamtibmas

Suporter lainnya, Gafandra Zulkarnain, menyampaikan, ia dan temannya mengalami sejumlah luka akibat terinjak-injak.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved