Breaking News:

Tragedi Arema Vs Persebaya

VIDEO - Mengapa Polisi Menembakkan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan padahal Dilarang FIFA?

Fifa melarang penggunaan gas air mata di stadion, banyak penonton yang sulit bernapas dan pingsan.

Editor: Lailatun Niqmah

TRIBUNWOW.COM - Penggunaan gas air mata di stadion seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam pekan ke-11 Liga 1 2022, Sabtu (1/10/2022) menjadi sorotan dunia.

Pasalnya, penggunaan gas air mata dalam menghalau massa atau kerusuhan di dalam stadion dilarang oleg FIFA.

Diketahui, buntut kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur itu, sebanyak 125 orang meninggal dunia.

Sebagian besar korban jiwa adalah suporter Arema FC, Aremania.

Baca juga: VIDEO - Rela Arema FC Dapat Sanksi Berat, Gilang Widya Sebut Ada Hal Lebih Penting untuk Dipikirkan

Sementara itu, pelarangan penggunaan gas air mata tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations.

Pelarangan penggunaan gas air mata dan senjata api tertulis dalam Pasal 19 b.

"No firearms or 'crowd control gas' shall be carried or used (senjata api atau 'gas pengendali massa' tidak boleh dibawa atau digunakan)," begitu bunyi aturan FIFA.

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengatakan, penggunaan gas air mata untuk mengurai massa dalam stadion, apalagi kondisi stadion dipenuhi orang, adalah dilarang.

"Karena penggunaan gas air mata tersebut justru akan menjadi sumber malapetaka sebab stadion adalah ruang tertutup," ujar Sugeng dalam pesan suara yang diterima Kompas.com, Minggu (2/10/2022).

Dari kasus tragedi Kanjuruhan, Sugeng memandang bahwa ditembakkannya gas air mata ke arah tribun justru menimbulkan kepanikan penonton.

Apalagi jumlah penonton kala itu mencapai puluhan ribu.

"Akibatnya, banyak penonton yang sulit bernapas dan pingsan, sehingga banyak jatuh korban yang terinjak-injak di sekitar Stadion Kanjuruhan, Malang," ucapnya.

Mengapa Polisi Tembakkan Gas Air Mata?

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Irjen Nico Afinta menjelaskan, gas air mata terpaksa ditembakkan untuk menghalau suporter yang memasuki lapangan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved