Breaking News:

Tragedi Arema Vs Persebaya

VIDEO Kronologi Kerusuhan di Kanjuruhan Versi Aremania: 2 Suporter Ingin Foto Bersama Singo Edan

Koordinator wilayah (Korwil) Aremania Bantur The Black Lion, Slamet Sanjoko memberikan kesaksiannya terkait kerusuhan di Kanjuruhan.

Editor: Lailatun Niqmah

TRIBUNWOW.COM - Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang menewaskan 125 orang menjadi sorotan dunia.

Satu di antara hal yang disorot adalah pemicu atau awal mula kerusuhan terjadi seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) itu.

Terkait hal ini, koordinator wilayah (Korwil) Aremania Bantur The Black Lion, Slamet Sanjoko memberikan kesaksiannya.

Menurut Slamet, tragedi Kanjuruhan dipicu dari dua orang suporter Arema FC yang meminta foto dengan pemain seusai pertandingan.

"Katanya mau foto setelah akhir pertandingan. Mau foto sama pemain itu," ujarnya dikutip dari YouTube Surya, Senin (3/10/2022).

Namun, kata Slamet, dirinya telah meminta agar petugas keamanan melarang dua suporter tersebut untuk masuk ke lapangan dan berfoto bersama pemain Arema FC.

Baca juga: VIDEO - Rela Arema FC Dapat Sanksi Berat, Gilang Widya Sebut Ada Hal Lebih Penting untuk Dipikirkan

Permintaan tersebut dilakukan Slamet demi menjaga kondusivitas suasana Stadion Kanjuruhan pasca kekalahan dari Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

"Jangan (mengizinkan suporter masuk lapangan) pak, ini suasananya gak enak. Kita abis kalah dari Persib, habis itu dari Persebaya."

"Memang kita terima (kekalahan) sih. Rasa kecewa pasti ada. Nanti memicu yang lain-lain itu yang sudah lempar-lempar," jelas Slamet.

Namun lantaran salah satu suporter tersebut terus memaksa untuk masuk lapangan, dua petugas keamanan pun mengizinkan.

"Akhirnya dia (suporter yang ingin masuk) maksa, dibukain lah sama petugas, dua (suporter) itu," katanya.

Setelah diizinkan oleh petugas keamanan, Slamet mengatakan dua suporter Arema FC itu justru tidak dapat berfoto dengan pemain Singo Edan.

Baca juga: VIDEO - Mengapa Polisi Menembakkan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan padahal Dilarang FIFA?

Menurutnya, pemain Arema FC justru lari dan terjadilah bentrok sesaat setelah itu.

"Gak tahu penangkapan pemain Arema gimana. Dia mendekat, pemain Arema lari. Kita lihat dari kejauhan, dan bentrok dengan petugas," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved