Breaking News:

Tragedi Arema Vs Persebaya

Kesaksian soal Detik-detik Kerusuhan di Kanjuruhan: Tembakan Gas Air Mata Diarahkan ke Semua Tribun

Seorang penonton mengisahkan detik-detik kerusuhan seusai laga Arema FC vs Persebaya yang berubah menjadi tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Surya Malang/Purwanto
Kericuhan suporter Arema FC yang bentrok melawan polisi buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Dalam bentrok ini polisi menembakkan gas air mata dan 127 suporter termasuk 2 polisi dilaporkan tewas. 

TRIBUNWOW.COM - Sebuah tragedi terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang Jawa Timur seusai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).

Dikutip dari BBC Indonesia, korban tewas akibat kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan itu mencapai 174 orang, menurut keterangan resmi.

Seorang penonton pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang bernama Muhamad Dipo Maulana (21) mengungkapkan kesaksiannya soal detik-detik terjadinya kerusuhan yang berujung pada tragedi.

Baca juga: 187 Korban Meninggal di Tragedi Arema FC Vs Persebaya, Komdis PSSI Sudah Siapkan Sanksi Singo Edan

Dipo mengatakan dirinya mendengar setidaknya lebih dari 20 kali tembakan gas air mata ke arah penonton di tribun Stadion Kanjuruhan Malang.

"Suara tembakan gas air mata enggak bisa dihitung, banyak banget, kayak dor..dor..dor..dor...! Bunyinya beruntun dan cepat. Suaranya benar-benar kencang dan diarahkan ke semua tribun," ujar Dipo kepada wartawan BBC News Indonesia Quin Pasaribu, Minggu (2/10/2022).

Dipo berkata, suasana di dalam stadion selama pertandingan berlangsung relatif aman karena tidak ada suporter tamu yang datang.

Meskipun katanya, jumlah penonton membludak bahkan di luar stadion sampai dipasang layar lebar.

Begitu laga berakhir, beberapa penonton yang diduga dari tribun 9 dan 12 turun ke lapangan karena kecewa dengan hasil kekalahan 3-2.

"Perasaan Aremania pasti sakit, kecewa. Apalagi ini lawan Persebaya, jatuhnya harga diri, benar-benar emosi lah," sambung Dipo.

Mulanya, menurut pengamatan pemuda 21 tahun ini, sekitar enam penonton yang masuk ke lapangan dan mendekati pemain Arema untuk meluapkan protes.

Tapi langsung dicegat polisi, kemudian dipukul sampai jatuh.

Melihat kejadian itu, kata Dipo, penonton di tribun 12 yang turun ke lapangan semakin banyak karena tidak terima kawan mereka dipukuli.

Baca juga: Sebelum Tragedi di Kanjuruhan, PT LIB Tolak Pengajuan Perubahan Jam Kick Off Arema FC Vs Persebaya

Situasi pun, berubah panas, kata Dipo.

"Satu tribun itu nyorakin polisi karena ada penonton dipukul. Terus makin banyak yang turun. Polisi yang bawa anjing, tameng, dan ada tentara maju ngelawan. Aremania sempat mundur, tapi ada beberapa yang ketinggalan dikepung polisi, diinjak, dijambak."

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved