Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Tuding Ukraina dan Barat Ogah Terima Kenyataan atas Kemerdekaan Zaporizhzhia dan Kherson

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyindir sikap Ukraina dan Barat yang menolak hasil referendum.

AFP/ YURI KADOBNOV
Maria Zakharova, juru bicara kementerian luar negeri Rusia, mengatakan kepada stasiun TV Rusia, Jumat (25/2/2022).Terbaru, Maria Zakharova menyindir Barat dan Ukraina yang menolak hasil referendum Zaporizhzhia dan Kherson, Kamis (29/9/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyindir sikap Ukraina dan Barat.

Dilansir TribunWow.com, bawahan Presiden Rusia Vladimir Putin tersebut mengklaim kedua pihak menolak peresmian kemerdekaan dua wilayah Ukraina.

Disebutkan bahwa Ukraina dan Barat tak percaya atas hasil referendum yang sudah dilaksanakan Rusia di wilayah Zaporizhzhia dan Kherson.

Baca juga: Viral Video Warga Rusia Bakar Diri Sendiri seusai Teriak Ogah Dikirim Perang ke Ukraina

Sebagaimana diketahui, Zaporizhzhia dan Kherson telah berada di bawa kekuasaan tentara Rusia selama beberapa bulan.

Pembangkit listrik terbesar Eropa yang berada di Zaporizhzhia menjadi saksi pertempuran sengit dua negara yang tak kunjung usai.

Dilansir TASS, Kamis (29/9/2022), Rusia akhirnya secara sepihak mengadakan pemilihan umum di Zaporizhzhia dan Kherson untuk mempertanyakan niat warga lepas dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia.

Namun prosedur dan hasil referendum tersebut dipertanyakan dengan sinis oleh Ukraina maupun Barat.

"Rezim (Presiden Ukraina Volodymyr) Zelensky dan, tentu saja, yang paling penting, rekanannya di Amerika tidak mau menerima kenyataan, tidak ingin melihat sisi hukum internasional ini," tuding Maria Zakharova.

"Sebaliknya, mereka dengan sinis mempertanyakan prosedur plebisit dan hasilnya, menganggapnya batal demi hukum," kata diplomat itu.

Pemerintah Rusia telah menggelar referendum di wilayah Ukraina yang saat ini mereka kuasai, September 2022.
Pemerintah Rusia telah menggelar referendum di wilayah Ukraina yang saat ini mereka kuasai, September 2022. (YouTube ABC News)

Baca juga: Rusia Paksa Penduduk Kherson Gunakan Uang Rubel, Ini yang Dilakukan Warga untuk Melawan

Zakharova menekankan bahwa referendum di DPR, LPR, serta di Wilayah Kherson dan Zaporozhye diadakan "esuai sepenuhnya dengan norma dan prinsip hukum internasional dan tidak bertentangan dengan praktik internasional yang sah.

"Semuanya dipertanyakan: baik bentuk maupun esensinya. Mereka menyebut nama, menempelkan label, dan melakukan segala daya untuk menunjukkan signifikansi dan kebenarannya. Tentu saja, mereka menggunakan citra demokrasi, yang dianggap suci bagi mereka," beber Maria Zakharova.

"Ini adalah pernyataan dari mereka yang selama bertahun-tahun telah secara terang-terangan melanggar hak asasi manusia di mana-mana: di Ukraina, di negara-negara Barat, di wilayah negara-negara pendudukan di berbagai belahan dunia."

"Ini dikatakan oleh mereka yang berkontribusi untuk transformasi negara muda Ukraina menjadi negara totaliter, agresif, neo-Nazi. Dan hari ini mendorong dengan uang dan perintah senjata untuk menembaki kota-kota damai dengan artileri."

Baca juga: Bos Keamanan Siber Inggris Buka-bukaan Kondisi Perang Hacker Rusia Vs Ukraina dan Negara Barat

Rusia Rencanakan Referendum Palsu

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved