Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Disalahkan, 23 Orang di Ukraina Tewas akibat Serangan Misil saat Konvoi Bantuan Kemanusiaan

Total 23 orang di Ukraina tewas dalam serangan misil yang disebut merupakan ulah pasukan militer Rusia.

YouTube The Guardian
Pemerintah Ukraina menuding Rusia bertanggung jawab dalam serangan misil yang terjadi di Zaporizhzhia pada Jumat (30/9/2022). 

Pemungutan suara yang diatur dengan tergesa-gesa berlangsung di empat wilayah yakni Donetsk, Luhansk, Zaporizhia dan Kherson, yang membentuk sekitar 15 persen wilayah Ukraina.

Baca juga: Penampakan Antrean Warga Keluar Rusia sampai 16 Km, Hindari Perintah Wajib Militer Putin ke Ukraina

Pada Selasa malam, pejabat pemilihan yang dibentuk Rusia mengumumkan bahwa 93 persen surat suara yang diberikan di wilayah Zaporizhia mendukung aneksasi.

Demikian juga 87 persen surat suara di wilayah Kherson selatan dan 98 persen di Luhansk.

Hasil dari wilayah Donetsk diharapkan akan menyusul pada hari berikutnya.

Dilaporkan Al Jazeera, Selasa (27/9/2022), dalam wilayah pendudukan, pejabat yang ditempatkan Rusia mengambil kotak suara dari rumah ke rumah.

Ukraina dan Barat mengatakan hal ini sebagai pemaksaan tidak sah untuk menciptakan dalih hukum bagi Rusia untuk mencaplok empat wilayah.

Pasalnya, Presiden Rusia Vladimir Putin kemudian dapat menggambarkan setiap upaya Ukraina untuk merebut kembali mereka sebagai serangan terhadap Rusia sendiri.

Dia mengatakan pekan lalu bahwa dia bersedia menggunakan senjata nuklir untuk mempertahankan "integritas teritorial" Rusia.

Video warga Kherson terus demo tak peduli pasukan Rusia terus mengeluarkan tembakkan peringatan, Minggu (13/3/2022).
Video warga Kherson terus demo tak peduli pasukan Rusia terus mengeluarkan tembakkan peringatan, Minggu (13/3/2022). (BBC.com)

Baca juga: Antisipasi Fitnah Rusia, Zelensky Kerahkan Intelijen Ukraina Targetkan Rusia di PLTN Zaporzhzhia

Pengungsi dari empat wilayah dapat memberikan suara di Rusia, di mana kantor berita negara RIA mengatakan penghitungan awal menunjukkan jumlah lebih dari 96 persen yang mendukung berada di bawah kekuasaan Moskow.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara kepada Dewan Keamanan PBB dalam pidato virtual pada hari Selasa tak lama setelah ada kabar bahwa para pejabat pro-Moskow mengatakan bahwa penduduk di wilayah Zaporizhia memilih untuk bergabung dengan Rusia.

"Di depan mata seluruh dunia, Rusia melakukan apa yang disebut referendum palsu di wilayah pendudukan Ukraina," kata Zelensky.

"Orang-orang dipaksa untuk mengisi beberapa dokumen sambil diancam oleh senapan mesin."

Zelensky mengatakan pencaplokan wilayah bisa berarti mengakhiri negosiasi antara Ukraina dan Rusia.

Dia memohon badan dunia untuk mengatasi situasi dan menekan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved